BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR69


__ADS_3

Setelah memastikan tidak ada satu orangpun melihat kejadian itu, Bang Sayid segera turun ke lantai satu, menghampiri tubuh Sandra yang terbujur kaku dengan kepala mengeluarkan darah segar. Sedikit ragu dia menempelkan jemarinya di leher Sandra untuk mengecek denyut nadi.


"Ternyata kuat juga perempuan peyot ini hee, tapi ada bagusnya juga enggak langsung mati, jadi aku bisa bebas dari pemeriksaan polisi."


Bang Sayid bergumam.


Setelah memastikan kondisi Sandra, Bang Sayid segera membopong tubuh Sandra dan menidurkanya di bawah tangga, darah yang kelaur dari kepala segera dia bersihkan begitupun yang ada di halaman, jadi dia membuat alibi seolah Sandra terjatuh dari tangga.


Setelah dirasa cukup meyakinkan, Bang Sayid kembali ke depan dan berteriak memanggil pak satpam, lima kali panggilan satpam itu baru datang dengan mata sembap sepertinya ketiduran, seandainya dia terbangun pasti mendengar suara jatuhnya Sandra yang lumayan keras.


Dengan memasang ekspresi panik, Bang Sayid membuat cerita seolah Sandra terjatuh dari tangga, dan memerintahkan satpamnya segera menyiapkan mobil untuk membawa Sandra kerumah sakit.


Satpam yang melihat tuanya panik setengah mati, bergegas menuruti perintah sang majikan, dan setelah mobil terparkir di halaman dia segera berlari ke dalam rumah, benar saja, satpam itu melihat majikan yang selama ini memberi dia makan tergeletak di bawah tangga dengan kepala berdarah.

__ADS_1


Tanpa menunggu perintah, dia langsung mengangkat tubuh Sandra dan membawanya ke mobil yang telah terparkir


Bang Sayid sengaja tidak mengangkat tubuh Sandra tujuannya agar ada sidik jari lain di tubuh Sandra selain dirinya.


Dari sejak kejadian itulah Sandra koma, sampai akhirnya nyawanya tidak tergolong.


***********


Bang Sayid berpikir kalau kejahatan yang dia lakukan tidak ada barang bukti, tapi sayang, dugaannya salah.


Malam itupun, setelah melakukan hubungan intim dengan Bang Sayid yang membuatnya merasa tidak berharga sebagai wanita, karena tidak bisa memuaskan hasrat Bang Sayid dia pun berkeluh kesah lewat mesin mungil itu, rasa sedihnya melihat kekecewaan di wajah Bang Sayid yang terlihat jelas saat dirinya menyudahi pergulatan, padahal Bang Sayid belum mencapai puncak, dan dengan kasar Bang Sayid mendorong tubuh Sandra lantas meninggalkanya begitu saja.


Setelah puas mencurahkan segala kesedihannya, Sandra menyimpan Voice recorder itu kedalam saku piamanya, karena kelelahan akhirnya Sandra tertidur tanpa mematikan mesin itu.

__ADS_1


Dan sudah bisa di tebak, semua kejadian yang menimpanya terrekam.


Saat tubuhnya melayang, voice recorder itu terjatuh di depan pintu masuk tangga darurat penghubung lantai satu ke kamar Putri.


Bersyukurnya voice recorder itu ditemukan Putri tanpa sengaja saat dirinya mendapatkan kabar kalau ibunya jatuh dari tangga, dia sengaja pulang untuk mengambil segala keperluan ibu dan dirinya selama di rumah sakit. Entah kenapa dia merasa lebih nyaman memasuki rumah lewat pintu darurat yang langsung menuju kamarnya, tanpa sengaja kakinya menendang sesuatu, dan ketika dia cek ternyata sebuah mesin voice recorder.


Dia yakin kalau mesin itu milik Sandra, karena ini bukan yang pertama kali baginya menemukan benda kecil kesukaan si ibu disembarang tempat. Putri langsung mengabil dan memasukan voice recorder itu kedalam tas dan melanjutkan niat awalnya.


********


Hingga pada suatu malam, tepatnya saat bulan kelima ibunya dirawat, seperti biasa Putri selalu menemani dan tidur di kasur yang sama, entah karena kangen mendengar suara ibunya, Putri pun iseng menyalakan voice recorder yang ditemukanya di depan pintu masuk tangga darurat.


Mendengar suara ibunya yang berkeluh kesah di awal rekaman, air mata Putri menetes, ternyata benar dugaannya selam ini, suami baru ibunya tidak lebih baik dari ayahnya. Ketidak berdayaan Sandra memuaskan segala keinginan suaminya, seolah membuat dirinya tidak berharga.

__ADS_1


Sampai akhirnya tidak terdengar lagi suara Sandra di rekaman itu, dia tunggu beberapa saat karena terdengar seperti mesin itu masih dalam keadaan hidup, tapi setelah menunggu cukup lama, dan berniat mematikan mesin itu, Tiba-tiba Putri mendengar samar suara laki-laki, semakin lama suara itu semakin jelas dan dia mendengarkan kejadian dimana ibunya bertanya kepada ayah tirinya dengan siapa dia melakukan panggilan karena terdengar mesra, dan si ayah tidak terima dituduh macam-macam, padahal Putri sendiri sudah bisa pastikan dari awal mendengar pembicaraan ayah tirinya dengan si penelepon layaknya pasangan kekasih yang dimabuk cinta.


Dan benar saja, pertengkaran keduanya pecah, lelaki itu mengakui perselingkuhannya, dan pada akhirnya si ibu yang jadi korban kebiadapan si ayah tiri.


__ADS_2