BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR91


__ADS_3

"Dari mana saja? kenapa baru pulang? enggak mampir ke mana mana kan? awas saja kalau ketauan main perempuan, soalnya tadi aku telpon kantor, katanya jam tiga sore Abang sudah pulang, kenapa jam delapan malem baru nyampe rumah?


Nayla menyambut kedatangan Bang Sayid dengan muka masam.


"Suami baru pulang ko malah diberondong pertanyaan gak jelas, harusnya Nay sambut Abang dengan pelukan dan senyum manis. Abang juga gak suka kalau Nay hubungi kantor hanya untuk bertanya seperti itu, langsung tanya Abang saja, bagaimana pendapat karyawan di sana? pasti mikirnya Abang orang yang gak bisa di percaya!"


"Kenapa Abang malah bentak Nay? udah beberapa kali dihubungi, tapi nomor Abang selalu gak aktif."


Bang Sayid meraba saku jasnya, dan betapa kagetnya dia ternyata handphonenya tidak ada.


"Handphone Abang hiang Nay."


Bang Sayid panik, berlari ke arah garasi mengecek di setiap sudut mobilnya, berharap handphone itu ditemukan, Nayla yang tadi terlihat kesal berubah jadi ikut panik dan membantu mencari.


"Maafin Nay sudah marah-marah sama Abang,"


Sambil terus mencari.


"Hemm."

__ADS_1


Fokus dengan pencariannya membuat Bang Sayid malas menanggapi perempua gendut manja yang ada di sampinggnya, barang yang dia cari lebih penting, di sanalah dia menyimpan semua bukti kejahatan ayah mertuanya dan beberapa catatan penting lainnya, tapi sayang, meskipun dicari ke berbagai sudut mobil, dibantu Nayla juga, tapi tetep saja nihil dan tiak ditemukan.


"Abang pergi dulu Nay!"


Bergegas naik mobil.


"Kemana? Nay ikut."


"Kantor, siapa tau tertinggal di sana, Nay di rumah, sudah malam."


Menyalakan mobilnya.


"Call Security saja, minta mereka cek di ruangan Abang."


Merasa tidak yakin kalau handphonenya tertinggal di kantor, karena terakhir kali saat menemui Cungkring sepulang kerja, Handphone itu masih digunakanya.


Tanpa menjawab lagi, Bang Sayid langsung tancap gas meninggalkan Nayla yang sedikit kecewa karena ditinggalkan begitu saja.


"Aku yakin hilangnya bukan dikantor, tapi di bawah jembatan."

__ADS_1


Dengan kecepatan penuh Bang Sayid menuju tempat biasa dimana dirinya bertemu Cungkring dan Boni.


*************


Karena merasa takut ketauan, akhirnya Sri kembali bersembunyi ke di balik lemari tempat penyimpanan alat kebersihan, yang berada tidak jauh dari pintu keluar.


Ada seseorang masuk ke tangga darurat dan orang itu sepertinya sedang berbicara lewat handphone.


"Sepertinya saudari perempuan dari korban mencurigai menantu anda."


"Saya dapat informasi dari Yuda, sesuai perintah anda, saya akan melenyapkan siapa saja yang berniat mengusik anda."


"Yuda sudah di pindah tugaskan dan tidak lagi menangani kasus itu,"


Sepenggal percakapan dari seseorang yang menaiki tangga menuju lanti atas, seketika membuat tubuh Sri gemetar, dia yakin kalau orang itu salah satu antek Wicaksono, dia juga baru menyadari kekuasaan orang itu sangat kuat, bahkan bisa dengan mudah memindah tugaskan Yuda yang dianggap akan membantunya.


Bagaimana nasibnya kelak kalau berniat membongkar kebusukan Wicaksono dan Sayid seandainya tidak ada orang yang membantu dan mendukungnya, tapi rasa takut itu sirna seketika ketika mengingat kembali kejahatan mereka terhadap Putri.


Sekarang bukan hanya alibi dia saja kalau kematian Putri dikarenakan Sayid, dengan mendengar percakapan orang tadi, Sri yakin si lawan bicaranya Wicaksono. Meskipun merasa penasaran tapi Sri tetap diam dalam persembunyiannya.

__ADS_1


"Lihat saja, kalian akan menerima balasan dari apa yang kalian perbuat, teruslah bahagia dan hidup sampai saat itu datang."


Setelah dirasa keadaan kembali sepi, Sri keluar dari prsembunyianya, dan berganti pakaian menggunakan baju cleaning service, dan pergi meninggalkan rumah sakit.


__ADS_2