BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR61


__ADS_3

Setelah turun tangga, lanjut belok kanan, dan benar saja dari situ terlihat lorong rumah sakit begitu panjang dan sepi, Sri melangkahkan kakinya dengan tergesa, suara dari sepatu high heels yang dia kenakan memecah kesunyian, selama berjalan menuju kamar mayat tidak ada seorangpun yang dia temui, mungkin karena sudah mendekati tengah malam semua orang pasti telah terlelap dalam mimpinya, ditambah udara dingin bekas hujan tadi sore membuat siapa pun pasti lebih memilih merebahkan badanya.


Di ujung lorong betul saja ada ruangan radiologi, Sri lanjut ambil arah ke kiri, baru saja mendekati bangunan kedua setelah belokan, Samar-samar Sri mendengar suara tangisan yang begitu pilu dan menyayat hati. Langkah Sri terhenti sejenak, dia mencari dari mana arah suara itu, tapi tiba-tiba tangisan itu terhenti.


Di dekat Sri berdiri tidak ada satupun kamar pasien, ada dua bangunan saja dengan tulisan gudang logistik tertulis dipintu masuk.


Sri kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mayat yang berada tepat di ujung sebelah kiri setelah gedung logistik.


Sri mencoba membuka pintu, tapi sayang terkunci. Tiba-tiba kembali terdengar suara tangisan dari sorang perempuan yang sebelumnya dia dengar, masih dengan suara pilu yang menyayat hati, setelah mencoba memastikan dari mana arah suara itu, akhirnya Sri menyadari kalau suara itu berasal dari dalam mushola yang tepat berada di seberang kamar mayat agak turun ke bawah.


Karena rasa penasatan, akhirnya Sri memutuskan mendatangi mushola. Disana dia melihat seorang gadis mengenakan dress berwarna merah dengan rambut hitam bergelombang terurai, dia duduk memeluk kedua lututnya, sambil menangis.


Perlahan Sri mendekati perempuan itu, tidak ada rasa takut dibenaknya karena dirinya sudah terbiasa dengan hal aneh yang sering ditemuinya sejak dulu bertemu almarhum Embara sebelum dirinya pulang ke kampung halanganya, dan kerap di datangi Abah sama Ambu sejak tinggal di rumahnya, meskipun kadang seperti sebuah mimpi.

__ADS_1


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"


Perlahan kepala yang tertunduk itu terangkat, rambut yang terurai menutupi seluruh wajahnya karena tertunduk perlahan tersibak, seraut wajah pucat pasi dengan mata sembab menatap Sri, meskipun terlihat berantakan, tapi kecantikan perempuan itu tetap terpancar. Dia menatap ke arah Sri beberapa saat, tanpa menjawab pertanyaan, kembali menundukan wajahnya ke posisi semula dan menangis.


"Kenapa sendirian disini? apapun yang Mbak perlukan saya siap bantu."


Hening, tangisanya kembali terdiam, hanya terdengar senggukan yang seakan tertahan.


"Putri gak punya siapa-siapa lagi, apa yang harus Putri lakukan setelah mama pergi, huhuhu!"


Sri langsung memeluk gadis itu dengan erat, dia tau kalau orang yang hendak dia temui memiliki anak bernama Putri, dan Sri yakin kalau Putri itu anak dari Tante Sandra.


"Ini Mbak Sri yang tadi menelponmu, maafkan Mbak baru datang, mana tante Sandra?"

__ADS_1


"Mama sedang dimandikan,"


"Itu sepertinya ada orang datang, ayo kita lihat keluar Put, jangan bersedih lagi, Mbak ada disini." Membelai halus pucuk kepala Putri.


Keduanya pergi meninggalkan Mushola menuju kamar mayat yang terlihat ada lima orang laki-laki memakai seragam rumah sakit dan seseorang yang terlentang di ranjang dengan seluruh badan tertutup kain putih.


"Maaf Pak, apa ini jenazah Almarhumah Sandra?"


"Betul, apa anda keluarganya?"


"Iya betul kami keluarganya," Jawab Sri sambil memegang tangan Putri yang sudah terdiam tidak menangis lagi.


Kelima perawat saling berpandangan, kemudian salah satu dari mereka menyerahkan map berwarna biru.

__ADS_1


"Ini berkas dan surat tanda kematian Ibu Sandra, sebelum pulang tolong Anda bereskan dulu semua administrasinya.


Sri menerima berkas itu dan menganggukan kepala tanda mengerti. Dua orang membawa jenazah Sandra memasuki makar mayat, sisanya menunjukan jalan ke arah mana Sri harus pergi untuk membayar semua administrasi. Sri masih menggenggam erat tangan Putri yang terasa dingin melebihi dinginya udara malam.


__ADS_2