BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR49


__ADS_3

Seminggu sudah Sandra berada jauh dari pujaan hatinya, puber kedua yang dia alami sangat menyiksa, setiap hari yang ada dipikiranya hanya Bang Sayid seorang, banyak pekerjaan yang terbengkalai dan hampir saja gagal mendapatkan tander. Padahal selama ini Sandra termasuk orang yang sangat berperan penting dalam perusahaan mantan suami simpanannya itu. Tapi, karena rayuan maut Bang Sayid membuat dirinya sering tidak fokus dalam pekerjaan.


Setelah semuanya berses Sandra langsung memutuskan pulang ke kota S, Bang Sayid pastinya yang pertama dia kabari tentang kepulangannya, sementara anak perempuan semata wayang yang kuliah di lain kota tidak pernah dia perdulikan, karena hubungan diantara keduanya memang kurang harmonis, dikarenakan Putri anak dari Sandra tidak suka dengan kelakuan ibunya yang menjadi simpanan bosnya sendiri.


********


"Mana nenek ganjen itu belum keliatan juga?"


Mata Bang Sayid bergerilya mencari keberadaan Sandra di bandara.


Sudah lima belas menit dirinya menunggu, tapi Sandra belum terlihat juga, ladahal jarak dari kota S ke tempat Sandra tugas bisa di tempuh dalam waktu tiga puluh menit saja. Bang Sayid sengaja berangkat terlambat karena tidak suka menunggu, tetapi masih saja harus nunggu.


"Sri,"


suaranya lirih memanggil sebuah nama, dan seakan terhipnotis kakinya ikut melangkah mengikiti wanita berparas cantik, muda, berbadan semampai dengan rambut bergelombang berwarna kecoklatan. Baju dan tas yang dia kenalan semuanya bermerek.


"Sri, apa itu kamu?


Suara Bang Sayid sedikit keras memaggil si perempuan yang terus saja berjalan seolah tidak mendengar teriakan Bang Sayid.


" Abang!"


"Hallo Bang Sayid, Sandra di sini!" dari arah yang berlawanan ada suara memanggil dirinya.


Bang Sayid menoleh ke arah sumber suara, ternyata Sandra yang terlihat repot dengan barang bawaan, berlari ke arah dirinya.


Bang Sayid berpaling lagi kearah dimana dia melihat seseorang mirip dengan istri keduanya, tapi sayang wanita itu sudah pergi jauh.


"Aku yakin pasti bukan Sri, meskipun wajah mereka mirip, wanita tadi penampilannya jauh berbeda dengan Sri, yang selalu dandan sederhana dan bersahaja. Tapi.."


"Ihh Abang tega, kenapa gak sambut Sandra, malah lihat wanita lain," memasang muka kesal.

__ADS_1


"Maaf, tadi Abang lihat seperti seseorang yang mencuri uang perusahaan, makanya Abang penasaran dan ingin menangkapnya. Lumayan kalau Abang bisa menyerahkannya kepada pihak polisi selain orang itu dipenjara bisa minta ganti rugi. Tau sendiri perusahaan lagi butuh banyak dana."


"Sudahlah Bang, jangan terlibat sesuatu yang berbahaya, biarkan saja nanti juga dapat balasanya, ingat besok kita mau ijab."


Bergelatut manja.


Bang Sayid hanya nyengir, dia merasa jijik melihat tingkah Sandra seperti anak kecil. Pandangan pertama bertemu ada rasa kagum, tapi setelah kenal lebih jauh Bang Sayid jadi tau sifat asli Sandra yang terlampau manja dan kekanakan. Padahal wanita yang dia suka sebaliknya.


"Ayo kita pulang, Sandra tidak sabar ingin menunjukan hadiah buat Abang." masih dengan tangan melingkar di pinggang Bang Sayid.


"Emangnya Sandra mau kasih Abang apa?"


menarik travel bag milik Sandra.


"Ada deh, rahasiah. Tapi Sandra yakin kalau Abang pasti suka."


Merekapun pergi meninggalkan Bandara menggunakan mobil Bang Sayid. Selama di perjalanan Sandra nempel terus, seolah tidak ingin melepaskan Bang Sayid.


Sampai dirumah lantai dua berwarna ungua, rumah itu terlihat mencolok dari pemukiman di sekelilingnya, tidak terlalu mewah tapi cukup besar dan nyaman, mereka di sambut security yang sigap membuka pintu gerbang.


Setelah memasuki pekarangan, Bang Sayid memarkir mobilnya di halaman samping, ada tiga mobil terparkir di garasi depan, semuanya mobil keluaran terbaru dengan warna didominasi ungu, itu karena ungu warna favorit sandra.


Yang tinggal di rumah hanya Sandra seorang, di temani satu pembantu saja, Putri anak satu-satunya jarang pulang. Masuk ke ruang santai dimana Sandra sering menghabiskan waktu menonton televisi dan merampungkan pekerjaanya, tiba-tiba dia melucuti semua pakaian, yang tersisa hanya dalaman saja.


Bang Sayid melihat itu bukanya tergoda, dia malah merasa jijik, apalagi moodnya kurang bagus karena pikiranya terganggu sosok yang mirip Sri.


"Sandra, apa yang kamu lakukan? bagaimana kalau ada orang lihat?"


"Tenang saja Bang, pembantuku sedang cuti, jadi dirumah ini hanya ada kita berdua."


"Ada security di depan?"

__ADS_1


Berusaha menahan tubuh Sandra yang mencoba memeluknya.


"Dia tidak akan berani datang kesini selama tidak di panggil."


"Tapi kamu belum mandi Sayang,"


Masih menolak


"Aku sudah tidak sabar Bang, entah kenapa setiap dekat kamu, aku tidak bisa menahan hasrat ini."


Dengan nafas memburu.


"Bersihkan badan dulu sayang, ayo kita lakukan di kamar."


"Di sini saja Bang, aku tadi sudah mandi sebelum pulang kesini," mencumbu Bang Sayid yang masih saja mencoba menghindar.


"Aku hanya ingin memberikan hadiah yang pasti Abang sukai,"


Menyembulkan buah dadanya, dan terlihat seperti kertas terjepit diantara buah dada Sandra yang besar tapi tidak kencang lagi.


Bang Sayid langsung penasaran, dia hendak mengambil kertas itu, tapi ditepis Sandra.


"Pakai mulutmu Abang, jangan tangan."


Karena penasaran Bang Sayid melakukan perintah Sandra, dia ambil kertas yang terjepit di belahan dada Sandra, karena teramat besar buah yang dimiliki Sandra, Bang Sayid sedikit bekerja keras, tapi Sandra justru menikmati setiap gigitan gigi Bang Sayid, sampai terdengar ******* yang sama sekali tidak memancing hasrat Bang Sayid.


Selang beberapa waktu akhirnya kertas itu berhasil Bang Sayid dapatkan, sementara Sandra masih terbuai dengan nafsunya sendiri yang terus saja mencumbu Bang Sayid.


Merasa penasaran dibukanya lipatan kertas kecil berukuran 3x7 inc itu, dan ketika terbuka ternyata cek dengan nominal yang membuat mata Bang Sayid terbelalak. Lima ratus juta! Dia kucek terus matanya dan angka itu tidak berubah.


Tanpa pikir panjang Bang Sayid langsung membopong tubuh Sandra ke kamar utama, meskipun tidak ada hasrat terhadap wanita itu, tapi melihat nominal yang baru saja diberikanya membuat Bang Sayid rela memuaskan nafsu Sandra hanya demi uang

__ADS_1


__ADS_2