
"Tret!"
"Tret!"
Dengan malas Bang Sayid membuka pesan masuk, matanya langsung berbinar ketika dia membaca isi pesan itu.
{Saya tertarik dengan Anda, bisa kita bertemu saat makan siang hari ini? Saya harap Anda bisa, datanglah ke Kafe Kenangan jam dua belas siang, Saya tunggu, Sandra}
Di bawah pesan itu ada sebuah foto wanita seksi dengan tampilan modis, memakai jas ketat dan rok mini yang memperlihatkan paha mulus dan belahan dada yang menantang. Siapa sangka wanita itu berumur 45 tahun, usianya tersembunyi karena paras cantik dan body yang memukau membuat siapapun tidak akan percaya kalau wanita itu berumur hampir mendekati setengah abad.
Bang Sayid langsung membalas chat Sandra.
{Baik, Saya akan datang}
Bang Sayid sengaja membalas singkat pesan Sandra, dia paling jago dan ahli dalam urusan menaklukan perempuan, semakin sedikit pesan yang dikirim semakin penasaran wanita yang jadi incarannya.
{Bisa Anda kirim foto? biar Saya bisa mengenali Anda}
__ADS_1
{Panggil saja Abang Sayid, nanti di jalan Abang kirim, sekarang masih sibuk ada klien}
Berbohong sudah jadi modal utama, lihat saja pasti wanita ini tidak akan sanggup menolak pesonaku.
{Ok, Sandra tunggu Bang}
*********
Jam dua belas kurang seperempat Bang Sayid sudah standbaye didalam mobil honda civic barunya hasil jadi gig@l@ para istri kesepian yang memberikan bayaran mahal atas servisnya dan selebihnya uang pemberian Kartika.
Penampilanya bak pengusaha muda sukses, setelan jas warna silver lengkap dengan dasi dan sepatu mengkilap yang baru saja dia beli meyakinkan imagenya. Siapapun tidak akan mengira kalau dia hanya pengangguran yang hobinya nongkrong dan hura-hira.
{Saya tunggu di meja nomor 09, Bang 😘}
Senyum lebar tersungging dibibir tipis Bang Sayid, dia sudah bisa menebak pasti perempuan manapun tidak akan sanggup menolak pesonanya.
Setelah memarkirkan kendaraannya, dia masuk ke Kafe dengan gagah dan penuh percaya diri.
__ADS_1
Begitu masuk dia disambut pelayanan kafe dengan ramah, Bang Sayid membalas dengan senyuman andalanya, yang membuat semua terpesona akan ketampananya.
Sampai di meja nomor 09 disambut senyuman manis Sandra, meskipun baru pertama bertemu Sandra tidak canggung langsung menghampiri Bang Sayid dan memeluknya, seolah ingin menunjukan terhadap semua wanita yang ada di kafe itu kalau Bang Sayid miliknya.
Mendapat perlakuan seperti itu Bang Sayid berusaha tetap Cool, dan menjaga wibawanya, itu semata hanya trik dia agar si korban semakin penasaran.
Pelukan Sandra dia abaikan tanpa membalasnya, meskipun hati kecilnya ingin sekali membalas pelukan itu.
"Maaf, Abang tidak suka?"
"Bukan begitu Sandra, tidak enak dilihat orang banyak,"
"Maaf, Sandra terlalu antusias bertemu Abang."
Sandra tersenyum genit, seolah dirinya lupa akan umur mereka yang terpaut jauh.
Wanita seperti Sandra dan Kartika yang agresif bukanlah tipe dirinya, dia lebih menyukai perempuan yang susah ditaklukan dan menantang seperti Sri. Kalau bukan karena harta mana mungkin dia mau menjadikanya istri, kalau sekedar buat hiburan tidak masalah.
__ADS_1
Setelah berkenalan dan menceritakan semua masa lalau dan pekerjaan masing-masing yang tentu saja Bang Sayid tidak jujur dengan semuanya, mereka berpisah karena jam istirahat makan siang sudah berakhir. Sebelum berpisah keduanya sepakat bertemu lagi untuk makan malam di kafe yang sama. Sepertinya Sandra teramat bucin kepada Bang Sayid, sehingga dia memutuskan untuk bertemu lagi secepatnya.