BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR88


__ADS_3

Sri terus memanggil nama Putri sambil berlari di lorong ke tiga gudang itu, lorong panjang yang samping kanan kiri berdiri tegah rak berisi berbagai jenis product penjualan. Tiba tiba Langkah Sri terhenti ketika kakinya menginjak air yang mengenang, kepalanya tertunduk memastikan apa yang membasahi sepatunya, ketika kepalanya sejajar dengan lutut, bau amis menusuk hidung,membuat kepalanya pusing. Tiba tiba lampu di setiap jalur menyala sehingga Sri bisa dengan jelas melihat apa yang ada di bawah kakinya. Dan dia melihat sepatu putih yang dikenakanya berubah warna menjadi merah.


"Apa i-ni pak?"


Dengan terbata Sri menunjukan jarinya ke arah genangan air berwarna merah. Ketiga scurity yang baru datang setelah menyalakan lampu  setiap jalur di gudang itu serentak menundukan kepala, dan ketiganya saling berpandangan. Tanpa menjawab pertanyaan Sri,mereka serentak menyusuri asal cairan itu ke arah jalur dua.


Sri masih diposisinya, entah kenapa kakinya seolah terpatri di sana, mindanya sudah tidak lagi berpikir jernih, dadanya bergemuruh, seluruh persendianya lemas, terlintas hal buruk terjadi kepada Putri, tapi dengan segera dia menepis perasangka itu. Saat akan melangkahkan kakinya tiba-tiba terdengar keribuan dari jalur dua.


"Segera hubungi ambulance dan polisi!"


Seorang scurity berteriak disusul derap kaki setengah berlari menuju ke arahnya, dengan nafas memburu scurity bertubuh tinggi kurus menatapnya dalam, seolah ingin mengatakan sesuatu tapi sulit terucap, Sri yang melihat gelagat seperti itu sudah memahami apa yang sedang terjadi, setelah saling memanang cukup lama scurity itu menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Air mata Sri seolah mewakili isi hatinya, mengalir deras tanpa bisa tertahan lagi, dia mengerti apa yang tersirat dari sikap orang yang ada di hadapannya. Dengan sekuat tenaga Sri berusaha melangkahkan kakinya yang terasa berat mengikuti scurity yang berjalan ke arah jalur dua, kedua scurity yang tadi bersamanya berdiri membelakangi Sri dengan kepala tertunduk melihat sesosok perempuan yang terlentang bersimbah darah. Meskipun langkahnya semakin berat,Sri memaksakan diri mendekati tubuh perempuan yang wajahnya hancur karena robekan benda tajam di sana sini, sekujur tubuh kondisinya lebih parah, banyak bekas tusukan dan robekan, bahkan pergelanan tangn kanan hampir putus. Separah apapun kondisinya tapi Sri mengenali pakaian wanita itu, meskipun sudah berubah warna,tapi dia yakin kalau baju itu baru di belinya sekiar dua jam yang lalu.


Sri berlutut, tanganya menyibakan rambut yang menutupi wajah perempuan yang terbaring di hadapanya, dengan lirih dia menyebut satu nama.


"Putri,"


"Bangun sayang, kenapa kamu bisa seperti ini, bangun Put,"


"Maafkan Mbak, semaunya salah Mbak, harusnya kita tadi langsng pulang hiks."


"Ayo bangun Put,kita pulang sekarang, Mbak janji gak akan ninggalin kamu lagi. Kita pergi yang jauh dari sini."

__ADS_1


Sri berusaha mengangkat tubuh Putri.


"Tolong lepskan korban!"


"Tidak! aku akan membawa Putri pulang."


Sri memeluk erat Putri, saat tubuhnya ditarik beberapa polisi yang sudah datang ke TKP, dia tidak melepaskannya, bahkan semakin erat memeluk tubuh kaku itu. Suasana di sekitar TKP semakin ramai, tapi tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulut mereka, semuanya terpaku menatap ke arah Sri yang enggan melepaskan jasad Putri. Meskipun ada tiga polisi berusaha melepaskanya tapi tatap belum berhasil. Hingga seseorng dengan suaranya lembut menyadarkan Sri.


"Lepaskan Mbak, jangan seperti ini, Mbak bisa saja menghapus jejak si pembunuh,"


Pelahan tapi pasti Sri melepaskan tubuh Putri, dan dia pun ikut terkulai lemah di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2