BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR98


__ADS_3

"Video apa yang mantu tidak guna itu kirim di tengah malam buta seperti ini? ganggu orang istirahat saja."


Wicaksono yang baru saja bisa terlelap terbangun karena pesan masuk di handphonenya.


"Dasar bego, kenapa dia kirim video kebakaran? apa salah kirim? peduli amat, tidak ada gunanya bertanya sama mantu benalu itu. Kenapa juga putriku bisa jatuh hati sama lelaki berengsek seperti Sayid, Aku bisa dengan mudah mencarikan lelaki yang lebih segalanya dari Sayid, tapi sayang sifat kerasnya Nayla sama denganku. Asalkan putriku bahagia, aku akan membiarkan si benalu itu menikmati kenyamanan hidup, tapi kalau sampai terjadi apa apa sama Nayla, aku jamin hidupmu akan seperti neraka."


Wicaksono mengabaikan video yang di kirim Bang Sayid dan kembali melanjutkan tidurnya.


Hari itu Wicaksono pulang lebih cepat dari waktu yang telah di jadwalkan, semua urusan pekerjaannya telah rampung. Dia sengaja tidak mengabarkan kepulangannya, untuk memberikan kejutan kepada Nayla anak semata wayangnya dan membelikan sekotak kue mochi kesukaan Nayla.


Sampai di bandara kota Y sekitar jam empat sore, dengan di jemput sopir pribadinya, Wicaksono meninggalkan bandara menuju kediamannya.

__ADS_1


Sampai di rumahnya sekitar jam lima sore, Wicaksono sedikit kaget karena ke datangnya tidak di sambut security yang jaga di gerbang pintu masuk ke rumahnya. Sudah berulang kali klakson dibunyikan tapi tidak ada seorangpun yang membuka pintu gerbang.


"Pada kemana ini orang? sudah aku kasih gajih besar, masih saja kerja seenaknya, liat saja nanti, akan aku pecat semuanya!"


Wicaksono mengeluarkan kepalanya dari jendela, melihat sopir kepercayaanya turun dari mobil dan membuka pintu besar dari besi yang menjadi akses masuk ke kediamannya yang megah.


"Lihat di dalam pos jaga itu Mul! siapa tau pada ketiduran, awas saja lalu sampai ketauan tidur, akan aku ganti semua pekerja di rumah ini!"


"Jangan ngaco kamu Mul, pekerja di rumah ini lebih dari sepuluh orang, mana mungkin halaman kotor."


Ada perasaan tidak enak menelisik kalbunya, karena Wicaksono terkenal angkuh dan arogan jadi dia tidak pernah menunjukan kekhawatiran atau rasa cemas kepada siapapun.

__ADS_1


Mobil mercy berwarna putih itu memasuki halam rumah, dan betapa kagetnya Wicaksono melihat pemandangan yang ada di hadapannya, halaman itu di penuhi dedaunan kering, seolah tidak pernah di bersihkan selama berhari-hari, lampu taman yang biasanya menyala di jam seperti itu, masih gelap. Mobil Nayla yang terparkir tepat di samping mobilnya berhenti terlihat di penuhi debu halus, seolah tidak tersentuh. Dengan segera dia menuruni mobil dan memasuki rumah besar yang masih gelap, padahal jam setengah enam sore seperti itu biasanya semua lampu sudah dalam keadaan menyala.


Tidak ada penyambutan dari karyawan yang biasanya selalu membukakan pintu besar itu dan menyambutnya dengan sapaan "Tauan" sambil membungkukan badanya. Rasa resahnya semakin menjadi, ketika pintu itu tidak terkunci.


"Dasar karyawan tidak guna semua, lampu masih mati, pintu tidak terkunci! awas saja kalian, akan aku habisi semuanya kalau sampai ada satu barang ku yang hilang."


Memasuki ruangan depan, suasana sepi masih menyelimuti rumah besar itu.


Sementara sopir kepercayaanya yang selalu di ajak kemanapun Wicaksono pergi sedang mengambil barang bawaan di bagasi.


"Nay! Nayla sayang, Daddy pulang."

__ADS_1


Sepi, tidak ada sahutan.


__ADS_2