BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR45


__ADS_3

Terdengar suara ambulance memasuki gang menuju rumahnya, Ambu berpaling menatap pintu utama yang ada di depan ruangan keluarga. Kemudian pandanganya kembali beralih ke arah dimana Kartika duduk.


Ambu begitu terkejut, sluruh tubuh lemas karena Kartika tiba-tiba menghilang, diedarkan pandangannya ke berbagai arah tapi tetap saja sosok itu tidak terlihat lagi.


Meskipun Ambu sudah tau kalau Kartika meninggal, tapi melihat kenyataan kartika menghilang didepan matanya membuat seluruh persendian lemas dan tak sanggup lagi menopang tubuhnya yang sudah rapuh, Ambupun tak sadarkan diri.


**********


Bang Sayid mengikuti penjaga kamar mayat menuju jenazah yang berada di tengah, di kamar itu ada lima mayat berderet memanjang di sisi tembok sebelah kanan, sementara sebelah kiri ada lima kasur juga tapi dalam keadaan kosong tanpa mayat.


Setelah sampai di mayat ke tiga dari pintu masuk, penjaga itu membaca tulisan yang ada di kaki si mayat, dan mendekati arah kepala, tangganya perlahan menarik kain putih yang menutupi sekujur tubuhnya. Perlahan tapi pasti kain itu tersingkap, suasana sepi senyap membuat jantung Bang Sayid yang berdegup kencang seoalah terdengar samapi keluar.


"Atas nama Kartika? apa betul ini istri Bapak?"


Penjaga itu baru bersuara.


Bang Sayid terbelalak seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kartika! kenapa kamu bisa ada disini? bangun Kartika! bangun!"


Bang Sayid menggoncang tubuh kaku dihadapanya.


"Tolong jangan seperti itu, kasihan Pak."


"Bapak sudah pastikan kalau Kartika meninggal?"

__ADS_1


"Kami sudah pastikan Pak."


"Mana barang milik kartika? Saya mau ngecek KTPnya siapa tau salah."


"Sudah diserahkan kepada walinya. "


"Saya ini suaminya, dan sudah pasti sayalah walinya."


"Mohon maaf Bapak, orang yang membawa Ibu kartika ke sini mengaku sebagai walinya, jadi semua barang diserahkan kepadanya."


"Dia mana dia sekarang?"


(Kartika pulang pasti bawa duit banyak, makanya orang itu berniat menguasai barang milik Kartika, enak saja!)


(Bang, kenapa kamu tega menghianatiku)


Bang Sayid terbelalak mendengar suara lirih mirip Kartika, kepalanya menunduk memperhatikan wajah pucat pasi Kartika.


"Ada apa Pak?"


"Enggak ada apa-apa, ayo kita keluar Pak."


Berlalu meninggalkan penjaga kamar mayat dan jasad Kartika.


"Gimana Yid? kamu sudah pastikan kalau itu Kartika istrimu?"

__ADS_1


"Sudah Bah, iya dia Kartika."


Tidak menunjukan rasa sedih.


"Tunggu, apa kamu orang yang membawa Kartika ke rumah sakit ini?!"


Tiba-tiba Bang Sayid berteriak memanggil lelaki bertubuh tinggi beasar dan berwajah teduh yang baru saja datang.


Wan Abrada memang tidak bisa berucap tapi bisa paham apa yang Bang Sayid katakan.


"Mana barang-barang milik Kartika? serahkan selarang juga."


Melihat Bang Sayid yang biasa saja seolah tidak ada raut kesedihan di tinggal pergi Kartika selamanya, dan justru malah menayakan barang milik istrinya sontak saja emosi Wan Abrada semakin memuncak, dia tau siapa yang ada dihadapanya, orang yang selama ini ingin dia temui. Dengan keras dan lantang Wan Abrada memaki Bang Sayid memakai bahasanya.


"Sialan, ini orang ngomng apa? sampei melotot gitu ngomongnya."


"Siapa dia Yid? apa kamu kenal?"


"Itu orang yang membawa Kartika kesini Bah, dia juga membawa semua barang miliknya, pantas saja mau bayar semua biaya rumah sakit, pasti itu duitnya Kartika juga.


Tiba-tiba Wan Abrada menyerang, Bang Sayid berkelit dan berhasil lolos dari jotosan Wan Abrada. Melihat musuhnya bisa menghindar Wan Abrada menarik kerah baju Bang Sayid hingga kakinya terangkat.


"Tunggu, kenapa kamu serang anak saya, tolong!"


Suasana sepi tiba-tiba berubah ramai karena teriakan Abah, Orang-orang berdatangan memenuhi Kamar mayat.

__ADS_1


__ADS_2