BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR93


__ADS_3

"Sial, gara gara handphone hilang malah ketemu setan segala. Tapi aku ngerasa tidak asing dengan kondisinya?"


Bang Sayid mencoba mengingat sosok wanita menyeramkan yang baru saja dilihatnya, sambil terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena konsentrasinya terpecah, dia tidak menyadari ada tikungan tajam dan dari arah berlawanan sebuah kontainer berwarna hitam menyambut dengan klakson panjang, yang mampu membuyarkan lamunan Bang Sayid terhadap sosok itu.


Dengan segera dia menyadari kecerobohannya yang bisa saja merenggut nyawa, untung saja dia mampu mengendalikan mobil yang dikendarainya dan mampu menghindari kontainer di hadapannya.


"Bodoh! gara-gara mikirin sosok itu sama handphone sialan yang hilang, hampir saja nyawaku ikut melayang, jangan sampai kejadian ibu mertuaku menimpaku. sit! kenapa harus bingung segala, aku kan bisa melacak handphone itu seandainya ditemukan orang! kenapa aku bisa sebodoh ini."


Memukul stir karena merasa kesal dengan dirinya sendiri. _-


"Harus secepatnya melenyapkan Wicaksono,kelemahannya hanya putri semata wayangnya, kalau sampai Nayla terluka atau bahkan mati, pasti akan mudah menghancurkan orang sombong itu, lihat saja, bukan hanya aku yang menginginkan kematianmu, tapi banyak orang yang ingin menjatuhkanmu."


Hampir tengah malam Bang Sayid baru sampai di rumah, dan disambut Nayla dengan tatapan cemas.


"Bagaimana Honey, ketemu enggak?"

__ADS_1


"Kenapa gak di dalam saja Nay? ini sudah malam." Sambil menggelengkan kepalanya.


"Nay Khawatir, kalau masalah handphone yang hilang, kita beli yang baru saja Bang,"


"Bukan masalah Handphonenya Nay, tapi banyak file penting yang belum sempat Abang pindahkan. Tapi tenang saja Nay, tadi Abang sudah minta bantuan temen yang ahli nyari barang hilang. Daddy kemana Nay? tumben sepi?"


"Daddy ada acara di luar kota satu minggu. Abang mau langsung makan apa mandi dulu?"


"Mandi saja Nay, lengket rasanya badan Abang."


(Ini kesempatan bagus untuk memberi pelajaran Wicaksono, lihat saja, saat pulang nanti, kamu tidak akan sanggup menginjakan kakimu di rumah ini lagi)


Bang Sayid hanya menganggukan kepalanya, di balas senyuman manis Nayla yang berlalu dengan mengedipkan sebelah matanya.


Sepeninggalnya Nayla, Bang Sayid tidak langsung mandi, dia melihat ke arah jendela, dan dari tempatnya berdiri dia melihat dengan jelas, ada seorang laki-laki memakai baju serba hitam sedang memandangi rumah besar Wicaksono. Dengan segera Bang Sayid bersembunyi di balik tembok, berharap bayanganya tidak terlihat orang tersebut.

__ADS_1


"Mungkinkah dia seseorang yang diutus Wicaksono untuk memata mataiku? karena tidak mungkin ada orang luar yang bisa masuk kawasan ini tanpa ijin security. Ternyata dia memang orang yang licik dan teliti, aku harus lebih waspada."


Setelah selesai mandi, Bang Sayid turun ke lantai satu.


"Wahh, ganteng sekali suamiku ini, Nay beruntung memiliki suami Abang."


Bergelayut manaja di pundak Bang Sayid.


"Abang juga lelaki yang beruntung punya istri sebaik dan secantik Nay, muach."


Mencium kening Nayla.


"Maaf Nay belum bisa masakin makanan kesukaan Abang, Nay masih belajar."


"Gak apa-apa sayang, asal kamu selalu sayang dan setia sama Abang, itu sudah cukup, justru Abang tidak ingin Nay menghabiskan waktu sia sia hanya untuk masak, kan sudah ada juru masak di rumah ini."

__ADS_1


"Honey, is the best, love you so much. Malam ini tolong puasin Nay, sejak kita menikah kita belum melakukannya lagi, maaf karena kematian mommy membuat Nay tidak bersemangat."


Itu yang aku harapkan, selamanya jangan pernah memintaku berhubungan badan lagi, aku tersiksa melayani orang yang membuatku tidak bergairah.


__ADS_2