BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR84


__ADS_3

Dengan tergesa Cungkring keluar rumah sakit menuju parkiran, dia yakin kalau Boni pasti tidur di mobil, dan benar saja dugaanya, Boni masih terlelap di kursi belakang, tanpa membangunkannya Cungkring langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu, untuk mencari keberadaan Putri, karena dia yakin kalau targetnya itu sudah pergi jauh.


"Mau kemana kita? bukanya Bos memerintahkan kita mengawasi Putri? ko malah pergi?"


Boni yang terbangun karena goncangan langsung lompat ke kursi depan.


"Target kita hilang, sepertinya kita ketauan, dokter sama suster juga pasti tau kalau kita bukan saudara dari Putri, gelagatnya mencurigakan, mereka seolah bukan berhadapan dengan keluarga pasien, tapi seperti sedang berhadapan dengan penjahat, dokter bisa saja memanipulasi keadaan dengan bersikap santai, tapi susternya itu keliatan banget ketakutan."


"Ha ha! kamu mau aja disuruh beli kutang! apa Putri yang nyuruh? dia udah siuman? kenapa gak kita culik aja lagi, serahin langsung sama si Bos. Heran aku sama kamu Kring, mau aja di suruh-suruh, lagian dokter ngapain nyuruh beli tahu segala, terus kamu bilang tadi apa? susternya kegatelan? ya bagus Kring, ada juga yang mau sama kamu hahaha!"


"Yaa salam, tobat! cerita sama kamu malah tambah semaput."


"Gitu dong, ok ntar aku bantu sampein salam kamu sama suster itu, ngomong-ngomong namanya siapa? hebat kamu kring, belum sehari di rumah sakit itu udah dapet gebetan, pake di kasi obat sama selimut segala, aku semalem kedinginan tidur di mobil, kamu pasti di kelonin suster gebetanmu itu ya ha."


"Gebetan endasmu peang, lagi cerita susah ko malah cengar cengir gak jelas! kapan sembuhnya itu budeg, gak kuat kalau kaya gini terus."


Cungkring memegangi kepalanya.


"Beneran Kring, kamu juga sayang sama suster itu? tapi ko pelit amat, masa cuma ngasi cangkir? duitmu banyak, beliin baju gitu, apa tas. Tapi awas kalau lagi kencan budegmu jangan kumat lagi, entar di putusin lagi kalau ngomongnya gak nyambung terus kaya sekarang."


"Dia gak sadar apa kalau yang budeg siapa? Lama-lama bisa ikutan budeg juga kalau kaya gini terus!"


"Gitu dong, nyambung kalau di ajak ngomong, bagus kamu ngaku budeg, buruan obatin keburu parah entar, sayang banget kalau baru dapet gebetan udah jomblo lagi gara-gara budegmu itu ha!"


"Settt! diem Bon, jangan ngomong lagi!"


Cungkring memeberikan isyarat menempelkan jari telunjuknya ke bibir.


"Tenang aja, aku gak bakalan cerita ke si Bos he!"


Cungkring menepuk jidatnya dan mengacungkan jempol ke arah Boni, dia memilih untuk tidak mengeluarkan kata-kata lagi karena merasa percuma.


****************


Pagi itu di rumah megah bernuansa modern terlihat kesibukan di meja makan.


"Selamat pagi Mom, Dad!"

__ADS_1


"Pagi Honey, suamimu mana?"


"Sebentar lagi turun, dia lagi telpon anak buahnya dulu, kenapa Daddy diem saja? are you ok?"


"Daddymu lagi gak enak badan, kecapekan."


"Mau di periksa ini gak? biar saya antar."


Bang Sayid yang baru datang, langsung menawarkan diri.


"Iya nih, seluruh badan Daddy sakit, kalau kamu gak keberatan, boleh. Kebetulan dokter pribadi kita lagi ke luar kota."


"Enggak, kebetulan hari ini kerjaan beres semua, jadi santai."


"Nay ikut ya Bang," Bergelayut manja di bahu suaminya.


"Kamu di rumah saja, sehabis dari rumah sakit kita juga langsung pulng lagi."


"Betul kata suamimu, hari ini ibumu ada cara di luar kota, sebaiknya kamu bantu siapin semuanya."


"Emangnya Mom mau kemana? ko gak sama Daddy?"


Terlihat Wicaksono memberikan isyarat kepada Bang Sayid, dan isyarat itu di balas dengan anggukan. Entah apa maksud dari isyarat itu, hanya mereka berdua yang mengetahuinya, dan Nayla juga Mommynya tidak menyadari gelagat aneh kedua lelaki itu.


**************


"Tok! Tok!"


"Putri, untuk sementara pakai baju Mbak dulu ya, habis kamu mandi kita pergi ke Mall buat belanja baju sama segala keperluanmu."


Sri menyimpan beberapa stel pakaian di atas kasur, sementara Putri masih berada di dalam kamar mandi.


"Kak, kenapa di rumah ini gak ada baju dan segala kebutuhan Putri? apa benar Putri ini adiknya Kaka?"


Suara dari dalam kamar mandi terdengar lirih.


"Kamu memang adikku Put, nanti setelah pulang dari Mall akan Kaka ceritakan semuanya, kenapa kamu bisa hilang ingatan dan bagaimana hubungan kita sebenarnya."

__ADS_1


Perlahan pintu kamar mandi terbuka, Putri keluar sambil memegangi kepalanya, dengan wajah pucat pasi.


"Kenapa Put? apa kepalanya sakit lagi?"


"Entah kenapa tiba- tiba Putri seolah melihat dua orang lelaki yang satu kurus tinggi yang satu lagi bertubuh besar berisi sedang mengejar Putri, dan mereka hampir saja berhasil menangkap Putri.


Dan Aku coba mengingat siapa kedua pria itu, tetapi tiba-tiba kepala ini terasa sakit luar biasa Ka."


"Itu mungkin hanya potongan ingatan di masa kalau sebelum kamu hilang ingatan Put, tapi jangan kamu coba mengingat apa pun dulu kalau akibatnya kepalamu itu sakit, biarkan saja semuanya mengalir dan terbuka perlahan,"


Sri mengelus kepala Putri yang tertunduk lemas di atas kasur.


"Bagaimana kalau Kaka cerita sekarang saja, Putri ingin mengetahui cerita yang sebenarnya kenapa bisa sampai mengalami hal seperti sekarang ini."


Menatap sendu.


"Baiklah akan kaka ceritakan semuanya, kamu pakai baju dulu, kaka tunggu di taman belakang,"


Sri beranjak keluar dari kamar tamu, dia berniat akan menceritakan semua, dia ambil camilan dan orange juice menuju taman belakang rumahnya dekat kolam renang. Baru saja dirinya duduk, dari arah belakang Putri terlihat berlari dan langsung mendahului duduk di kursi satunya tepat di depan Sri.


"Cepat sekali berpakaiannya Put, sudah tidak sabar ya, ingin dengar cerita dari Kaka."


"Iya, pokonya Kaka ceritakan semuanya, Putri sudah siap mendengar semuanya."


Sri menarik nafas dalam, dengan santai dia menceritakan semua kejadian yang menimpa Puti dari awal ibunya menikah lagi dengan seorang Pria bernama Bang Sayid dan menjalani kehidupan rumah tangga yang hanya berjalan kurang dari satu tahun, karena Sandra Ibunya harus mengalami kecelakaan jatuh dari tangga dan tidak dapat tertolong lagi, sejak kejadian itu Putri juga mengalami kecelakaan, dan saat kecelakaan itulah ada kejadian aneh yang menimpa Sri.


Dengan detail Sri menceritakan semua kejadian dimana Putri datang dan tinggal bersamanya padahal tubuhnya masih terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit yang mereka tinggalkan semalam.


Dan saat itulah dia mengetahui berbagai fakta mengejutkan tentang kematian Sandra, dan kedua orang yang terlintas diingatan saat mandi, mereka temui di rumah Putri bersama ibunya Sandra di kota P sedang mencari sebuah barang bukti yang dapat menjebloskan ayah tirinya ke penjara.


"Maksud Kaka yang telah membunuh Ibu dan menyebabkan aku mengalami kecelakaan ulah dari suami barunya Ibu? siapa namanya? jadi Kaka ini anak pertama Ibu?"


"Kaka ini bukan anak Ibumu Sandra, tetapi anak dari kaka tertua Ibumu, yang telah meninggal dunia. Sayid nama ayah tirimu, dan dialah yang telah membunuh Ibumu dan menyebabkan kamu seperti sekarang ini, dia juga mantan suami Kaka yang telah membuat hidup Kaka sengsara sampai harus jadi anak durhaka dan pergi meninggalkan kedua orang tua untuk menikah dengan lelaki berengsek itu, dan akhirnya punya anak yang terlahir prematur, karena mengetahui fakta kalau Kaka ini jadi istri kedua, dan karena itu dia mengirim Kaka ke luar negri."


Sri terhenti sejenak.


"Dan saat di sana ternyata dia menutupi fakta tentang kematian Rizki anak kami, dan kematian kedua orang tua Kaka yang terbunuh saat rumah ini di rampok. Karena itu Kaka memutuskan untuk kembali pulang dan membalaskan dendam sakit hati yang telah membuat hidup Kaka hancur,"

__ADS_1


"Berati Kaka juga termasuk korban suami baru Ibu Putri? Siapa tadi? Sayid? ahh kenapa menyebutkan nama itu kepala Putri terasa seperti di tusuk-tusuk. Aishh sakit Ka!"


__ADS_2