BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR59


__ADS_3

Sore itu langit tidak bersahabat, awan hitam menyelimuti kota T, udara dingin menusuk pori-pori, Tapi di sebuah boutique bertuliskan Mrs, Gayatri seolah tidak merasakan hawa dingin yang menusuk, semua orang yang berada dalam ruangan itu berkeringat, mereka terlihat sangat sibuk mengelilingi sebuah gaun pengantin berukuran lumayan besar, bernuansa putih gading, yang menampilkan siluet ballgown tanpa lengan yang penuh aksen sulaman kelopak bunga yang menawan. Pada bagian bawah merupakan rok tulle megar dengan aksen kelopak bunga yang seolah jatuh ke lantai.


Siapapun yang melihat gaun itu pasti terpukau, bukan hanya tampilannya yang cantik, tapi bahanya pun terkesan sangat berkelas dan mahal.


Rencananya pemilik gaun akan melakukan fitting malam ini, jadi Sri beserta seluruh karyawanya mempersiapkan kedatangannya.


Jam enam sore semua persiapan sudah selesai, sebagian karyawan diperbolehkan pulang, sisanya menemani Sri menunggu tamu yang setengah jam lagi akan datang.


Jam tujuh telah lewat tiga puluh menit, orang yang mereka tunggu belum datang juga, Sri sedikit kesal karena dia paling membenci orang yang tidak tepat waktu.


Baru saja dirinya berniat pergi ke belakang untuk menyeduh secangkir kopi ekspreso kesukaannya, sebuah mobil Lexua 570 warna pink berhenti tepat di depan boutique.


Seorang sopir yang terbilang masih muda seumuran dengan dirinya keluar dan membukakan pintu belakang, tidak berselang lama keluar perempuan bertubuh sintal, dengan baju sangat minim memperlihatkan lekuk tubuh yang menonjol di mana-mana, terutama bagian dadanya.


Meskipun terkesan berisi, mendekati montok, tapi sedap dipandang, mungkin karena wajahnya cantik dan menggemaskan dengan pipi cabinya.


Dari arah kanan keluar seorang pria tinggi tegap, Sri tidak bisa melihat dengn jelas wajah pria itu karena berjalan di sebalik mobil, tapi setelah mendekati perempuan bertubuh sintal yang sejak turun menunggunya, raut wajah Sri menegang, seolah dia melihat sosok hantu yang menyeramkan.


Si pria di sambut dengan manja oleh si perempuan dan merekapun melangkah menuju pintu masuk boutique Mrs. Gayatri.


Melihat tamu yang ditunggunya sejak tadi masuk, bukanya menyambut justru Sri berlari seolah ketakutan menuju lantai atas tempat dirinya membuat desain baju. Tanganya menarik seorang karyawan yang terpaku kebingungan melihat tingkah bosnya yang malah pergi, bukanya menyambut tamu yang mereka tunggu.


Dengan terus berlari Sri menaiki tangga menuju lantai dua, begitupun si anak buah yang tanganya masih dalam genggaman Sri, langkahnya samapai tersiksa dan kakinya beberapa kali terhantuk anak tangga yang mereka lewati,


"Bos kayanya mantan atlet lari cepat, samapi-sampai aku gak bisa ngimbangin kecepatan berlarinya."


Batin si karyawan.


Setelah sampai diruangan pribadi Sri, keduanya langsung menjatuhkan diri di sofa tempat Sri beristirahat, tangan Sri masih menggenggam erat Wanda si karyawan.

__ADS_1


"Ada apa-Bu? ke na pa lari?"


Wanda yang usianya lebih tua lima tahun dari Sri bertanya dengan nafas masih tersengal.


"Tolong kamu sambut tamu yang ada di bawah sebaik mungkin, dan bilang saya ada urusan mendadak kalau dia menanyakan saya. Jangan tanya kenapa! berikan pelayanan terbaik dan jangan kecewakan saya."


"Ok siap Bu,"


Meskipun rasa penasaran membuncah dikepalanya, melihat Sri yang bersikap seolah menghindari tamu yang barus saja datang, tapi Wanda tidak bisa berbuat apa-apa ketika Sri sudah mengatakan dirinya untuk tidak bertanya lagi, Wanda pun melangkah meninggalkan ruangan pribadi Sri setengah berlari lagi.


Sampai di bawah dia langsung menyambut kedatangan si pemilik gaun pengantin yang sedang asik melihat gaun yang dipesanya, raut wajah bahagia dan rasa kagum terlihat sangan jelas.


"Selamat datang di boutique Mrs, Gayatri, Nyonya, Tuan. Perkenalkan Saya Wanda."


"Berarti you bukan pemilik boutique ini? mana Mrs. Gayatri? Ini kah gaun yang I pesan?"


Wanita berbadan sintal itu berbicara dengan angkuhnya, matanya masih terus menikmati keindahan gaun pengantin sambil kembali halus setiap detail yang ada di gaun itu, tanpa melihat wanda.


"Luar biasa, tuanmu itu sungguh tidak menghargai I, memangnya di kota ini ada yang lebih penting dari I?! Kalau saja bukan karena gaun ini, sudah I beli toko ini, dan akan I hancurkan!"


Tangan satunya masih bergelayut manja kepada lelaki tampan dan gagah yang ada di sebelahnya.


"Sudah Baby, jangan marah-marah terus, tidak baik buat junior kita, biar aku saja yang memarahinya kalau kamu kesal."


Tanganya mengelus lembut pipi cabi wanita yang terlihat makin manja diperlakukan seperti itu.


"Habisnya kesal oppa, kita sudah datang ke boutique yang tinggalnya di pemukiman kumuh seperti ini malah tidak disambut dengan baik, kalau bukan karena dia perancang yang kompeten dan terkenal, malas I menginjakan kaki di tempat seperti ini."


"Haha oppa? serasa di Korea kali, kumuh idungmu lebar, sini pusat kota, tempatnya juga bersih dan mewah, sok-sokan dandan seksi tapi lemak nonjol dimana-mana, kalau lihat Bos Gayatri pasti menciut jadi kutu gara-gara kalah telah haha, hup."

__ADS_1


Wanda membatin diakhiri menutup mulut pakai tangan kanannya.


"Kenapa you tutup mulut? apa you mentertawakan kita, lihat tuch oppa, anak buahnya Gayatri kurang ajar ngeledekin kita."


"O bukan begitu Nyonya, tadi saya mau sendawa lantas ditahan."


Wanda ngeles.


"Kamu jangan coba-coba kurang ajar, mau toko ini di tutup?"


"Kurang kerjaan bukan kurang ajar, pake mau nutup toko ini segala, emang situ siapa?"


"Maaf tuan saya tidak bermaksud kurang ajar, tapi betul adanya saya mau sendawa."


"Bagaimana Baby, apa kamu suka dengan gaun ini?"


Si pria hanya mendelik sekilas ke arah Wanda.


"Syuka banget, sesuai yang Baby harapkan."


"Mau langsung dicoba?"


"Mood Baby sudah rusak gara-gara pemilik toko ini tidak menyambut kita, padahal kita ini orang penting. Tempatnya juga kumuh, kalau tidak di cuci sama loundry khusus keluarga konglomerat seperti kita nanti yang ada badan Baby gatal semua."


"Pantes namanya Babi, sesuai banget dengan bodynya, penasaran kaya apa tukang loundry kalangan konglomerat? apa nyucinya pake mesin cuci khusus.."


Wanda kembali menahan tawa.


"Babyku suka dengan hasil karya tuanmu yang sok sibuk itu, jadi segera kirim ke alamat ini!"

__ADS_1


Lelaki itu menyodorkan sebuah kartu nama dengan alamat lengkap, dan langsung pergi dengan tangan masih menggandeng perempuan yang terus saja bergelayut manja seolah tidak ingin terpisah.


Wanda menerima kartu nama sambil membungkuk dan langsung mengantar tamu yang membuatnya merasa geli. Setelah mobil Lexus 570 itu pergi Wanda kembali berlari ke lantai dua menemui Bosnya yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka.


__ADS_2