BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR95


__ADS_3

"Hari ini terakhir kalinya kamu merasakan susu coklat panas kesukaamu, aku sudah tidak tertarik dengan harta kekayaanmu, dan tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan keluarga toxic seperi kalian, tujuanku hanya satu, menghancurkan Wicaksono ayahmu, karena dia orang yag telah mempermainkan dan menginjak harga diriku. dia juga telah membunuh ayah dan ibuku, serta kedua anakku Hesti dan Arya. Meskipun aku berusaha menyembunyikan latar belakang keluarga setra kehidupanku di masa lalu, tapi dengan kekuasaanya dia mampu menemukan mereka dan melenyapkannya. Apa salah mereka? sehingga harus menerima kematian setragis itu."


Meskipun apa yang terjadi kepadanya sebuah pukulan berat yang mampu membuat dirinya merasakan kepedihan karena kematian tragis kedua orang tua dan juga anak-anaknya, tetapi Bang Sayid tidak pernah menyadari apa lagi sampai menyesali semua perbuatanya kepada orang-orang yang telah dia sakiti lebih kejam dan sadis. Di matanya hanya terpancar kebencian menatap Nayla yang terbaring tidak berdaya.


"Kring!"


Suara telepon di rumah Wicaksono terus berdering, tapi tidak ada satupun yang mengangkat panggilan itu, karena semua karyawan yang bekerja di rumah besar itu telah Bang Sayid pulangkan, dengan memberi pesangon lima puluh juta perorang, dengan syarat harus pergi hari itu juga dan menghilang.


Semuanya tidak ada yang menolak tawaran Bang Sayid, karena sejujurnya semua karyawan di rumah Wicaksono tidak ada yang suka dengan sifat keras dan suka semea-mena keluarga pejabat itu, alasan mereka tetap bertahan karena memerlukan pekerjaan itu untuk membiayai hidup keluarganya.


*************


"Bram, apa kamu sudah cek rumah? bagaimana kondisi di sana?"

__ADS_1


"Aman Bos, tidak ada pergerakan yang mencurigakan, tadi saya lihat Nona Nayla sedang berolahraga di belakang rumah."


"Kapan itu!?"


"Sore Bos."


"Cek sekarang, rumah sudah di hubungi berkali-kali tapi tidak ada yang menjawab, pastikan Nay baik-baik saja, kalau sampaiSayid tau,, bisa bahaya.


"Baik Bos, segera meluncur."


***********


"Sial, kemana semua karyawan yang ada di rumah? kenpa tidak ada satupun dari mereka mengangkat panggilanku, harusnya aku memiliki kontak kepala security, tapi nanti yang ada malah banyak sampah di handphoneku ini."

__ADS_1


Menatap handphone.


"Awas saja kau Sayid, kalau sampai terjadi sesuatu kepada Nay, akan aku penggal lehermu itu! Kamu juga Nay, kenapa bisa jatuh cinta sama bajingan seperti Sayid, meskipun aku bukan orang baik, tapi aku tidak pernah meperalat wanita hanya untuk memenuhi gaya hidup, paling hanya melenyapkannya haha!"


Wicaksono tertawa bahagia.


"Aku harus secepatnya merampungkan pekerjaan di sini, khawatir kalau si Brengsek Sayid membahayakan nyawa putri kesayanganku, aku tidak ingin kehilangan darah dagingku lagi, cukup Abangmu yang hilang."


Membuka dompetnya, dan mengeluarkan selembar foto yang mulai memudar, tetapi gambar di foto itu masih terlihat jelas, seorang anak laki-laki berparas imut, mengenakan baju biru celana putih, dengan sebuah balon warna hijau di tangan kirinya, tersenyum manis menonjolkan pipinya yang tembem.


Foto itu di elus dan di kecupnya.


"Sampai kapanpun Daddy akan terus mencarimu, dalam keadaan hidup ataupun mati, maafkan Daddy yang dulu tanpa sengaja meninggalkanmu dengan ibumu yang gila. Meskipun sampai sekarang belum ada petunjuk sedikitpun tentang dirimu, karena menghilangnya ibumu, tapi Daddy yakin suatu saat kita pasti bertemu, tinggal selangkah lagi, setelah Daddy lolos jadi orang nomor satu di negri ini, pasti perempuan gila itu akan ditemukan."

__ADS_1


__ADS_2