BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR75


__ADS_3

Dengan terbata Sri menceritakan awal pertemuannya dengan Putri di mushola rumah sakit, sampai terakhir dirinya membawa Putri ke tempatnya kerja dan berakhir dengan menghilangnya Putri secara tiba-tiba.


"Bisa jadi apa yang Bos lihat itu arwah, bukan wujud manusia, kalaupun dia menghilang ada dua kemungkinan. Pertama, dia meninggal, dan yang kedua dia kembali ke raganya yang berarti sehat."


"Kalau arwah mana mungkin aku bisa melihatnya, meraba, bahkan dia makan seperti layaknya kita yang masih hidup, Nur!"


"Untuk kasus Putri, Nur juga kurang paham, karena hanya Bos yang merasakan dan melihat itu, sementara kita tidak melihatnya. Kalau Bos masih tidak percaya dengan perkataan kita, coba cek CCTV saja."


"Iya Bos, benar kata Nur, coba cek CCTV aja,"


Wanda menambahkan.


Masih dengan raut wajah kebingungan, akhirnya Sri bangkit dari duduknya menuju ruang kerjanya, diikuti Wanda dan Nur.

__ADS_1


Dan apa yang dilihatnya di layar leptop sungguh membuat Sri semakin mengernyitkan dahi, karena benar saja sosok Putri tidak tertangkap CCTV, sejak datang ke boutique itu dia hanya sendirian, dan terlihat sejak berada di ruangan penjualan baju, dia seperti berbicara dengan seseorang, tapi tidak ada siapapun di dekatnya, sampai akhirnya datang Wanda.


Begitupun ketika di ruang istirahat para karyawan, Sri seolah sedang menolong dan berkomunikasi dengan seseorang, tetapi hanya ada dia seorang yang terekam kamera.


"Tuh apa saya bilang, dari pertama datang Bos sendirian kan?" setengah berbisik, menyembunyikan badan di balik Nur.


"Terus maksud kamu saya gila? ngomong sendiri kaya gitu?!" Setengah membentak, karena kesal, Sri pun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi selama ini, karena dirinya merasa yakin kalau sosok Putri yang selama ini dia kenal nyata adanya.


"Bagaimana kalau Bos telusuri keberadaan Putri, bisa jadi dia datang hanya kepada Bos sebagian petanda."


"Mungkin Putri memang ada, tapi dia ada di suatu tempat sedang membutuhkan pertolongan, tapi kemungkinan lain lebih patal lagi, bisa jadi Putri sudah meninggal tapi jasadnya belum diketemukan dan berusaha meminta bantuan Bos untuk menemukan jasadnya."


Wajah Sri kembali menegang, rasa bingung, sedih dan prustasi bercampur aduk membuat pikiranya buntu.

__ADS_1


"Sebaiknya Bos segera kerahkan seluruh karyawan buat mencari keberadaan Putri sebelum semuanya terlambat, mulai saja dari tempat tinggalnya."


"Aku ingat, saat datang ke rumah mendiang ibunya, ada dua lelaki jahat yang mencari sesuatu di rumah itu, mereka mengatakan kalau Putri mengalami kecelakaan dan menghilang, tapi tepatnya kecelakaan itu saya juga gak tau dimana?"


"Coba saja Bos cari di sosmed, tanggal berapa? mobil apa? dan nama si korban, pasti kita bisa tau tempat kecelakaan itu."


"Kamu bener Nur, ayo tolong bantu saya, cari tau orang yang mengalami kecelakaan sekitar dua atau tiga bulan lalu atas nama Putri."


Tanpa menjawab, keduanya langsung menjelajahi sosial media masing-masing melalui gawainya. Sementara Sri menghubungi Umar untuk membantunya mengerahkan anak buahnya mencari lokasi kecelakaan atas nama Putri.


Meskipun akal sehatnya belum bisa mencerna semua kejadian yang baru saja dialaminya, tetapi Sri berusaha berfikir positif.


*********

__ADS_1


Setiap pagi setelah Hesti dan Arya berangkat sekolah, Ambu selalu menikmati sarapannya sambil nonton televisi. Sementara Abah sejak pagi sudah pergi ke sawah miliknya, meskipun baru sembuh dari sakit, tapi Abah tidak suka hanya berdiam diri di rumah.


Pagi itupun Ambu melakukan hal yang sama, setelah memilih saluran beberapa kali, tiba-tiba matanya terbelalak melihat Bang Sayid ada di berita pagi itu. dia coba memastikan siapa nama mempelai laki-laki yang akan menjadi menantu pejabat yang yang sangat terkenal di kota T, dan ternyata dugaannya benar, nama lelaki tampan itu Sayid anaknya. Hatinya hancur menerima kenyataan kalau anak satu-satunya yang dia sayangi meskipun bukan darah dagingnya, seperti tidak lagi menganggap dirinya ada, karena Bang Sayid tidak pernah mengabarkan berita bahagia itu, bahkan dia seolah tidak ingin orang tuanya tau dan menghadiri pernikahanya.


__ADS_2