BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR62


__ADS_3

Setelah membereskan semua biaya administrasi, Sri kembali harus menunggu semua persiapan kepulangan jenazah Sandra.


"Kita tunggu di Kantin yu Put,"


Sri mengajak Putri yang dari tadi hanya diam mengikuti kemana kakinya melangkah, dia yakin kalau Putri belum mengisi perutnya.


Lagi-lagi hanya mengangguk, Sri mengerti perasaannya pasti sangat terpukul, dirinya pernah berada diposisi Putri sekarang.


"Mau makan apa Put?"


"Putri gak mau makan Mbak,"


"Harus makan, jangan biarkan perutmu kosong, bagaimana kalau sakit, siapa yang akan mengurus pemakaman mamamu."


"Tapi Putri gak laper Mbak,"


"Meskipun gak lapar tetap harus diisi,"


"Iya, samain aja pesananya seperti Mbak."

__ADS_1


Sri pun memesan dua nasi goreng sepecial dan dua susu coklat hangat.


"Bagaiamana ceritanya Tante Sandra bisa koma selama itu Put? terus kemana suami barunya?"


Sri bertanya apa yang sejak tadi membuatnya penasaran.


"Mama jatuh dari tangga Mbak, katanya terpeleset.


Kejadian pastinya seperti apa Putri juga tidak tau, karena sejak kuliah Putri tinggal di apartemen deket kampus. Semuanya Putri denger dari suami barunya mama, lima bulan sejak mama dibawa kerumah sakit dan dinyatakan koma, suaminya itu pergi entah kemana."


"Apa kamu sudah pastikan kebenaran cerita itu dari orang yang ada di rumah, asisten rumah tangga? atau pak satpam?"


"Kebetulan kalau malem asisten rumah tangga pulang kerumahnya, jadi mama tinggal berdua saja sama suaminya, pak satpam di pos depan sedang berjaga jadi dia juga tidak tau kejadian itu."


"Rusak seminggu sebelum kejadian,"


"Mbak curiga sama suami baru tante Sandra, jangan-jangan dia yang membuat mamamu jatuh dari tangga, apa lagi kejadianya sama persis seperti kasus yang sedang ramai saat ini. CCTV rusak karena tersambar petir, kalau CCTV rumahmu rusak kenapa?"


"Pengakuan suaminya mama juga rusak karena tersambar petir, kan Mbak tau sendiri akhir-akhir ini setiap hari sering hujan deras disertai petir dan angin kencang."

__ADS_1


"Wah, gak beres ini, kayanya suami tante Sandra yang menyebabkan ibumu mengalami kecelakaan itu sampai koma."


"Jujur saja Putri juga sudah sejak lama mencurigai suami baru mama, karena awal-awal saja dia rajin menemani mama, setelah seminggu dia jarang datang ke rumah sakit. Bahkan akhir-akhir ini setelah lima bulan mama dirawat tidak pernah datang lagi."


"Serius? kamu hubungi dia? kenapa gak pernah datang?"


"Putri gak punya nomor hand phonenya, Putri juga gak mau dia datang, karena sejak mama memutuskan menikahi laki-laki itu, Putri jadi jarang pulang karena kurang suka sejak pertama kali bertemu. Anehnya Mama rela melakukan apa saja, dan memenuhi segala keinginan lelaki itu, bahkan mama menjual sebagian asetnya untuk dijadikan modal suami barunya itu, alasanya perusahaan yang dia miliki lagi ada masalah katanya."


"ini bener-bener gak beres, Bang Sayid mana punya


perusahaan? setauku dia kerjaanya pergi pagi pulang malam, tapi memang duitnya selalu banyak."


Sri bergumam.


"Silahkan menikmati hidanganya Mbak,"


Seorang pelayan memberikan pesanan Sri, dua nasi goreng dan dua susu coklat panas. Pandangannya hanya tertuju ke arah Sri sambil menunduk dan pergi meninggalkan meja yang diduduki Sri bersama Putri.


"Ayo makan dulu, kita harus persiapkan tenaga untuk mengurus pemakaman mamamu."

__ADS_1


Sri juga merasakan perutnya yang perih karena belum makan malam, janji temunya dengan anak pejabat itu membuat dirinya menunda makan malam.


Dengan lahap Sri menikmati nasi goreng special sea food kesukaannya, begitupun Putri, seolah sudah berhari-hari tidak makan, secepat kilat nasi goreng itu telah berpindah tempat, habis tidak tersisa.


__ADS_2