
"Baik terimakasih, nanti akan saya cek semuanya, silahkan lanjutkan pekerjaan anda."
Mengusir secara halus, Sri sama sekali tidak menatap lelaki itu, dia hanya menerima map dan berlaku pergi.
Entah kenapa setiap melihat lelaki tampan dan gagah dirinya merasa muak.
Sementara si lelaki berwajah oriental terpaku menatap kepergian majikannya, Sejak kehadiran Sri, dia berusaha mencuri perhatian sangat majikan, tapi entah kenapa seperti tidak ada arti ketampanan yang diilikinya, padahal hampir semua wanita dari lajang sampai yang sudah berkeluarga selalu menggoda dan mendekatinya.
Tapi sayang tidak ada satu orang pun yang berhasil menggetarkan hati, bahkan diusianya yang sudah menginjak kepala tiga dia masih saja betah melajang, sekedar kekasih pun dia tidak punya.
"Ayo ketauan, pasti lagi merhatiin bos kita ya?"
"Ah Umar bikin kaget saja,"
Tersipu
__ADS_1
"Kalau mas Aditya mau deketin bos kita sepertinya butuh perjuangan yang lumayan berat, karena dia sangat dingin dan tidak menginginkan pernikahan lagi," Setengah berbisik.
"Apa sebelumnya sudah pernah menikah?"
"Sudah, tapi sepertinya ada masalah dalam rumah tangganya, dulu pernikahan mereka tidak direstui orang tua Bos Sri, jadinya dia pergi dari rumah dan menikahi lelaki itu, kalau bahsa kerenya "kawin lari" hee."
"Terus, suaminya sekarang di mana?"
"Mas Aditya kepo ya? he, sepertinya mereka sudah tidak bersama lagi, makanya Bos pulang ke rumah orang tuanya. Kalau kata Bi Nengsih mantan asisten rumah tangganya dulu, yang sekarang jadi juru masak buat para santri di pesantren, katanya lelaki itu tampan dan gagah tapi jahat, makanya orang tua Bos kita tidak merestuinya. Setelah pergi dari rumah, si Bos menghilang bagai ditelan bumi, sudah berbagai macam cara untuk mencari keberadaanya, bahkan sampai menyewa detektif, tapi tetap tidak ada hasil, ehh tau-tau setelah kepergian kedua orang tuanya secara tragis malah datang sendiri."
"Banyak yang beranggapan seperti itu Mas Aditya, tapi jawaban sebenarnya hanya Bos kita yang tau.".
"Kalau iya seperti itu, sungguh malang nasibnya ya Mar, kehilangan suami dan orang tua, pantesan sorot matanya dingin penuh kebencian, meskipun segala punya, harta melimpah di mana-mana percuma, kalau hati tersiksa."
"Sejak dulu Bos Sri terkenal dingin Mas, tidak ada satupun lelaki yang berani mendekatinya, mungkin karena dasarnya dari orang mampu, ditambah dianya sendiri yang dingin, jadi lelaki pada segen buat mendekatinya, kecuali ya itu yang jadi suaminya."
__ADS_1
"Sombong maksudnya Mar?"
"Bukan, tapi kaku kalau sama laki-laki. keluarga Bos kita itu terkenal orang paling dermawan, termasuk anak satu-satunya itu."
"Mar ayo kita pergi, sepertinya Bos kita mau keluar lagi,"
Aditya si pria berwajah oriental menarik tangan Umar yang berada di hadapannya dengan posisi membelakangi boutique Sri, jadi saat Sri keluar dia tidak menyadarinya.
Mereka berdua segera pergi dengan langkah tergesa.
Sementara Si bos cantik yang sedang mereka gunjingkan akan pergi ke pasar membeli kain yang dibutuhkan untuk membuat gaun pengantin.
Sejak remaja dia suka menggambar, terutama gaun pengantin dan baju pesta, bahkan dia sudah membukukan hasil coretanya di dalam sebuah buku yang dia beri judul "My Derams".
Rencananya semua hasil coretan itu akan di realisasikan menjadi gaun yang bisa diperjul belikan. Dia telah memiliki dua orang penjahit profesional yang dia dapatkan lewat medsos.
__ADS_1
Setiap rencana yang dia rancang seolah mendapat restu dan dukungan dari Rabbnya, sehingga terasa mudah dan lancar.