BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR41


__ADS_3

"Aku gak salah lihat, itu benar-benar Kartika? tapi mana mungkin dia ada di kota ini? apa dia di pulangkan karena meninggal akibat penyakitnya?


bukannya baru seminggu yang lalu dia hubungi aku dan cerita mengenai penyakitnya?"


Bang Sayid bergumam sendiri, kemudian dia bangkit dari duduknya berniat pergi ke RS Holist untuk memastikan kebenaranya.


Baru saja dirinya berkencan dengan Sandra lewat video call, meskipun tidak sepenuh hati mencintai Sandra, tapi Bang Sayid tidak menampik kalau dirinya sangat menikmati dan menyukai permainan ranjang sandra. Ya, mereka sudah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri sehari sebelum keberangkatan Sandra tugas luar kota.


Begitupun dengan Sandra, dirinya telah jatuh kedalam jerat maut rayuan Bang Sayid. Apapun yang lelaki itu minta akan dia turuti termasuk memuaskan hasrat kelelakianya, karena dia juga menikmati dan menginginkan hal itu.

__ADS_1


Bahkan Sandra sendiri yang memaksa segera meresmikan hubungan keduanya, karena dia khawatir Bang Sayid jatuh kedalam pelukan wanita lain.


Dia juga bersedia membiayayi segala keperluan untuk acara pernikahan yang akan diselenggarakan di Bali, karena kota itu tempat kelahiran Sandra.


Ketika Sandra memohon segera dinikahi, Bang Sayid beralasan tidak bisa mempercepat pernikahan karena sedang ada masalah di perusahaannya. Padahal itu semua hanya alasan agar segala pengeluaran Sandra yang tanggung, baginya kalau Sandra menolak itu tidak akan membuat rugi. Justru Bang Sayid bisa menilai sampai dimana keberhasilannya menaklukan target yang sekarang.


Sedang asik menikmati kemolekan tubuh Sandra tanpa sehelai kainpun melekat di tubuhnya, tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor w@ts@p Kartika, awalnya dia abaikan tapi setelah panggilan kelima dia baru mengangkatnya dan mengakhiri video call dengan Sandra.


Dan ketika dia hubungi balik tidak ada jawaban, seolah sengaja mengabaikan panggilanya.

__ADS_1


Tiba-tiba disaat dirinya mencoba berfikir itu orang iseng, malah telpon balik dan suaranya berubah jadi perempuan tapi bukan Kartika.


Dan yang lebih ngeselin lagi dia bilang kalau Kartika sudah meninggal di RS ternama yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal orang tuanya.


Sempet berfikir ini orang iseng, atau memang Kartika sedang diculik, tapi bisa jadi dia dipulangkan karena meninggal oleh penyakit yang seminggu yang kalau dia ceritakan.


Tapi Bang Sayid tidak percaya begitu saja sebelum melihat langsung jasad Kartika meskipun si penelpon meminta datang langsung untuk mengecek, ketika diminta video call justru panggilan itu diakhiri.


Untungnya ketika Bang Sayid coba video call ternyata langsung diangkat dan tanpa bicara ditunjukanya wajah wanita yang selama ini jadi Ibu dari Hesti dan Arya.

__ADS_1


Sungguh awalnya aku menduga ini hanya permainan iseng Kartika karena dia merasa putus asa dengan penyakitnya, tapi melihat jasad yang terbujur kaku berwajah pucat pasi meskipun tanpa riasan menor yang biasa dikenakanya, aku bisa tau kalau itu Kartika, rasanya ada kepedihan di hatiku.


"Satu lagi tambang duitku menghilang sebelum aku puas menikmatinya."


__ADS_2