BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR67


__ADS_3

"Kamu tadi dengar kan? kalau ada barang bukti yang mereka cari? Mbak yakin barang itu bisa menjerat Bapak tirimu ke penjara, kalau enggak mana mungkin sampai tiga kali dia memerintahkan orang untuk mencarinya. Tadi juga Mbak denger kamu mengalami kecelakaan, dan dinyatakan hilang selama satu bulan. Untung kamu selamat, bagaimana ceritanya kamu bisa lolos dari kecelakaan itu?"


Sri melepaskan pemukanya.


Putri diam mematung dengan mata tertunduk menatap lantai, tidak ada jawaban, susana tiba-tiba hening. Sri kembali merasakan angin dingin menusuk kulitnya.


**********


Di tempat berbeda ada seorang lelaki gagah dan tampan sedang memukuli dua orang lelaki yang satu berbadan tinggi besar satunya kurus kecil. keduanya tidak melawan, bahkan terkesan pasrah menerima tendangan dan pukulan si Pria gagah.


"Dasar gak guna, sudah ketiga kalinya masih gagal! preman macam apa yang takut sama setan hah? kalian memang pantas mati, biar sekalian ngerasain jadi setan!"


"Ampun Bos! ampun, tolong jangan bunuh kami."


Di tengah erangan kesakitan mereka masih ada tenanga berteriak meminta belas kasihan dari orang yang menghajarnya.


"Percuma bayar kalian mahal, nyari voice rekorder aja gak becus! bilang aja penakut pake banyak alesan ada penampakan segala!"

__ADS_1


"Iya Bos kita nyerah, gak mau lagi masuk rumah itu, tolong Bos maafkan kami."


"Kalau nyali kalian ciut gara-gara setan, pensiun aja jadi membunuh bayaran! kalau mampu pergi dalam hitungan tiga, nyawa kalian selamat tapi kalau masih ada di sini, jangan harap aku memafkan kalian. Satu!"


Baru hitungan Satu kedua orang itu sudah hilang dari hadapan si Pria tampan yang sedang mengeluarkan pistol dari balik jaketnya.


Keduanya berlari pontang panting seolah tidak merasakan sakit bekas dipukuli, yang ada dipikiranya hanya ingin pergi dari hadapan orang yang tadi menghajarnya.


"Hu, badanku rasanya gak karuan Bon, untung kita masih ada te na ga buat lari."


Tidak ada balasa suara, yang terdengar hanya bunyi "gedebuk", setelah melihat ke arah suara, Cungkring menyaksikan tubuh Boni terpental dan tidak sadarkan diri.


**********


Melihat anak buahnya lolos, Bang Sayid semakin menggila, dia melempar semua benda yang ada di dekatnya, untung saja tempat itu terlihat seperti bangunan tua tanpa penghuni, jadi tidak ada seorangpun yang terganggu dengan suara yang ditimbulkan dari amukan Bang Sayid.


Setelah merasa puas melampiaskan ke kesalnya, Bang Sayid mengambil gawai yang ada saku jaketnya, dia melihat ada sepuluh panggilan dari kotak yang bernama "Pelengkap Hidupku". Setelah mengatur nafas, dia melakukan panggilan balik.

__ADS_1


" Abang kemana saja? dari tadi ditelponin gak diangkat? Nay gak suka kalau Abang seperti ini!"


"Maafkan Abang, tadi ada rapat jadi gak bisa angkat telpon Nay,"


"Pernikahan kita sebentar lagi, kalau perusahaan itu bikin Abang capek, keluar saja! Kerja di perusahaan Papa aja, tinggal ngontrol sama ngomelin orang yang gak becus kerja."


"Apa papa memperbolehkan?"


"Pasti boleh, karena Abang akan jadi menantunya dia, mana mau harga dirinya jatuh gara-gara Abang mengelola perusahaan bersekala kecil."


Bang Sayid tersenyum penuh sejuta arti, itu yang dia harapkan, bisa bekerja di perusahaan milik Ayah Nayla calon korban selanjutnya.


Sejak dirinya menikahi Sandra, matanya semakin terbuka lebar, incaran korban pun semakin berkelas. Awal pertemuan dengan Nayla disaat dirinya mengantar Sandra untuk bertemu klien, dan ternyata klien yang ditemuinya Nayla anak si pengusaha sukses yang memiliki beberapa Mall besar di kota S, dan juga seorang pejabat yang sangat berpengaruh.


Tidak heran kalau sikapnya yang sombong dan angkuh membuat Bang Sayid tidak menyukai Nayla pada awalnya, tapi setelah Sandra menerangkan siapa orang yang baru ditemuinya, membuat adrenalin Bang Sayid naik dan merasa tertantang untuk bisa mendapatkannya.


Ketika kerjasama terjalin, perusahaan Sandra menyuplai kosmetik di Mall milik keluarga Nayla, Bang Sayid selalu memberikan waktunya mengantar jemput Sandra ketika ada pertemuan dengan Nayla, sampai pada suatu hari saat ada janji temu untuk menyerahkan dokumen penting yang harus diserahkan kepada Nayla, Bang Sayid sengaja memberikan obat pencahar agar Sandra tidak bisa pergi, dan benar saja, usahanya berhasil. Karena Sandra tidak bisa mengantar dokumen itu, akhirnya dia meminta bantuan Bang Sayid untuk mengantarkannya. Dan dari situlah awal mula kedekatan dirinya dengan Nayla, lebih parahnya lagi, Bang Sayid mengaku kalau dia memperkenalkan diri sebagai asisten pribadi Sandra, bukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2