BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR13


__ADS_3

PV Bang Sayid


Melihat Sri menangis sambil memeluk Rizki hati kecilku sedikit terenyuh, tapi ketamakan dan kejahatan hatiku kembali menguasai jiwa dan raga ini.


Sengaja aku perlakukan Sri kasar dan kejam agar dia membenciku dan segera pergi.


Hingga akhirnya tibalah keberangkatannya, aku begitu senang ketika Pak Bram memberikan seikat uang yang katanya sebagian untuk bekal Sri disana dan sebagian lagi untuk keluarga yang ditinggalkanya.


Aku tidak akan pernah memberikan uang itu kepada Sri, enak saja. Ini semua yang aku harapkan, memiliki banyak istri yang bisa memberiku banyak uang.


Akupun tidak pernah memberikan sepeser uang buat Sri.


Dan dengan senyum bahagia aku menatap pesawat yang membawa Sri pergi menjauh dari pandanganku.


********


"Gila kamu Yid, aku dengar kau nikah lagi ya? pantesan udah lama kali tak pernah ajak kita nongkrong"


Bang Tagor memulai pbicaraan.


"Bener kamu udah nikah lagi? sama siapa? meni tega kamu mah gak nyisain cewe biat si .. , dia aja belum laku kamu malah udah nambah lagi?" Kang Asep menimpali.


"Iya nich Bang Sayid tega bener, mana kita gak di undang ke pernikahannya."


"Kalian tau dari mana aku nikah lagi?"

__ADS_1


"Gosifnya udah nyebar atuh Bang, pokonya disekitaran sini udah pada tau semua." Kang Asep menyeruput kopinya dengan nikmat.


"Susah ya jadi orang terkenal, selalu digosifin haa.


Emang bener aku nikah lagi, sama Sri primadona gadis dari kampung sebelah?" Membusungkan dadanya penuh bangga.


"Apa?!"


Ketiganya serentak kaget seakan tak percaya dengan ucapan Bang Sayid sambil melongo.


"Iya, Sri anak pak ustad yang kaya raya itu." Bang Sayid


menegaskan.


"Abang tega! dia kan incaranku. Kenapa dia bisa mau sama Abang? apa dia gak tau kalau Abang udah punya bini?" Paijo sedikit meninggi suaranya karna merasa tidak terima incaranya diambil Bang Sayid.


"Tapi ini Sri, gak mungkin semudah itu bisa mendapatkanya. Apa Abang pake pelet?"


"mmm!"


"mmm!"


"Haa!"


Bang Sayid menjulurkan lidahnya sambil tertawa ke arah Paijo.

__ADS_1


"Bener kata Paijo gak mungkin atuh Sri semudah itu bisa kamu dapatkan Bang, dia itu susah ditaklukan." Kang Asep pun merasa penasaran.


"Hebat kali kau Bang, boleh tak aku minta ilmunya. Akupun ingin kali macam Abang ini, punya banyak bini." Bang Tagor terlihat antusias.


"Susah Bang, kalau tampang seperti kalian. Mungkin ini anugrah yang tuhan berikan untukku saja haa."


"Aku mau kerumahmu Bang, siapa tau bukan Sri idamanku." Paijo masih belum percaya.


"Percuma kamu kesana, Sri baru saja berangkat ke luar negri menunaikan tugas demi suami tercintanya haa."


Mendengar perkataan terakhir Bang Sayid ketiga temanya tambah melongo, bahkan Kang Asep sampai tersedak karna merasa tidak percaya dengan kata kata Bang Sayid.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa kalian iri? haa, tenang saja semua yang kalian makan hari ini gratis. Itulah enaknya jadi Sayid haa."


"Hallo Abang ganteng, mau aku temenin?"


Seorang perempuan berbadan gempal berdandan menor dan dibalut baju kurang bahan, bergelayut manja di leher Bang Sayid.


"Ayo kita pergi dari sini, aku ingin ditemani sambil kamu pijit seluruh badan Abang ya." Setengah berbisik ditelinga peremuan itu.


Hanya anggukan yang terlihat.


"Ini, habiskan semuanya aku pergi dulu."


Bang Sayid melemparkan uang seratus ribuan sebanyak lima lembar kearah teman temanya, dan dengan sekejap uang itu sudah beralih tangan.

__ADS_1


Mereka menatap kepergian Bang Sayid dengan bercampur perasaan, antara masih penasaran dengan cerita Sri, dan ada perasaan iri juga melihat kesenangan yang selalu menghampiri Bang Sayid.


__ADS_2