BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR97


__ADS_3

"Tolong jangan lakukan itu Bang! apa selama ini tidak ada rasa cinta sedikitpun di hati Abang buat Nay?"


Sambil terus berusaha melepaskan diri dari ikatannya.


"Tidak ada, dan tidak akan pernah ada selamanya."


"Kenapa Abang sekejam itu? Nay tulus mencintai Abang! tolong lepaskan Bang!"


Nayla yang biasanya terlihat arogan dan angkuh, saat itu hanya bisa menangis meminta belas kasihan Bang Sayid.


"Terus teriak, panggil Ayahmu yang angkuh dan jahat itu! apa bisa dia melepaskanmu?"


"Jangan seperti itu Bang, ingat kebersamaan kita selama ini, kalau benci sama Daddy, kenapa tidak Abang bunuh dia saja? Nay pasti bantu untuk membalaskan dendam Abang."

__ADS_1


"Haha! luar biasa, ternyata kamu lebih jahat dari Wicaksono, kalau sampai dia tau putri kesayangannya lebih memilih aku, pasti rasa kecewanya akan membuat Wicaksono mati bunuh diri. Tapi sayang, aku tidak semudah itu dapat diperdaya bujuk rayumu. Sejahat nya kalian, aku yakin tidak akan pernah saling menghianati dan menyakiti."


"Nay rela lakuin apa saja yang abang mau, asalkan kita bisa bersama selamanya, meskipun harus mengorbankan Daddy."


"Ternyata sifatmu sama busuknya dengan Wicaksono, yang mampu melakukan apa saja demi mewujudkan ambisinya. Bahkan rela membunuh istrinya sendiri hanya untuk merebut kekayaannya."


"Jangan sembarangan ngomong Bang! mana mungkin Daddy sperti itu!"


"Buat apa aku berbohong sama orang yang sebentar lagi akan mati. Sayangnya aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu untuk menanyakan langsung kebenaran itu, kepada Wicaksono. Tapi tenang saja, aku akan mengirimmu ke Ibumu, dan tanyakan langsung padanya kebenaran perkataanku ini."


"Tenang saja, kamu tidak usah repot-reoot ingin membalas kematian Ibumu, serahkan saja semuanya kepadaku, pergilah temui Ibumu di sana." Tanpa ragu Bang Sayid melemparkan korek api yang ada di tangannya, dan seketika ruangan itu terang.


Nayla bisa melihat ke sekeliling tempat itu, yang sebagian besar telah menjadi abu, dia terikat di tiang besar di sebagian rumah yang tidak terbakar.

__ADS_1


"Tolong Bang! Nayla masih ingin hidup, Nay gak mau mati seperti ini, lepas Bang!"


Nayla yang awalnya menganggap Bang Sayid hanya main-main, menjerit histeris melihat kobaran api yang menuju ke arahnya.


"Daddy, Mommy tolong Nay! Nay nyesel dulu gak mau dengerin perkataan Mommy sama Daddy, maafin Nay."


"Kamu berengsek Bang, aku sumpahin kematianmu


akan lebih menyakitkan dari ini!"


Jeritan histeris Nayla tidak Bang Sayid hiraukan, dia segera pergi meninggalkan tempat itu, yang dengan sekejap telah terbakar.


Banyak orang berdatangan karena mendengar teriakan Nayla, tapi sayang kobaran api terlalu besar, dan melahap habis rumah sebagian lagi. Mungkin karena sebelumnya sudah terbakar, jadi api dengan mudahnya menghancurkan rumah itu. Warga sekitar tidak bisa berbuat banyak, karena terbatas alat dan angin yang sangat kencang, membuat apai susah dipadamkan.

__ADS_1


Tanpa menoleh ke belakang, Bang Sayid langsung pergi meninggalkan tempat dimana dia dibesarkan, Rasa sakit di harinya perlahan memudar setelah menyaksikan api itu semakin membesar dan suara Nayla semakin samar terdengar. Hati nuraninya seolah telah hilang, bukan penyesalan yang dia rasakan, justru bahagia merasa sudah membalaskan kematian kedua orang tuanya dan anak-anaknya.


Sesaat sebelum meninggalkan tempat itu, Bang Sayid masih sempat mengabadikan kejadian dimana Nayla terbakar dan mengirimnya ke Wicaksono.


__ADS_2