BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR92


__ADS_3

Setelah sampai di bawah jembatan, Bang Sayid langsung turun dan melakukan pencarian dengan penerangan dari handphone yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan Cungkring, yang selalu dia simpan rapi di tas kerjanya.


"Aku harus menemukan handphone itu, bagaimana bisa menjatuhkan Wicaksono, sementara semua barang bukti kejahatannya ada di sana. Bodoh! kenapa bisa hilang. Kalau sampai tidak di temukan bisa bisa aku jadi budaknya selama hidupku."


Bang Sayid mengutuk diri sendiri.


Sekeliling tempat itu telah dia telusuri, tetapi tidak membuahkan hasil, akhirnya karena kelelahan dia terduduk di bebatuan besar pinggir sungai.


Matanya menerawang ke arah sungai yang berkilauan terkena sinar lampu yanga ada di atas jembatan. Tiba tiba sudut mata mananya seolah menangkap sebuah bayangan, dengan segera Bang Sayid memalingkan wajahnya ke arah kanan. Dan benar saja, dalam jarak dua meter ada seorang perempuan berambut panjang mengenakan gaun berwarna merah berbunga putih, melakukan hal yang sama seperti dirinya terduduk di atas batu sambil menatap sungai.


Wajahnya tidak terlihat jelas, karena menyamping, meskipun penerangan kurang, tetapi dia terlihat jelas karena baju yang dikenakannya.


"Apa yang dilakukan perempuan itu? kenapa malam malam ada di tempat seperti ini? apa mungkin dia setan? atau jangan jangan orang mau bunuh diri?"

__ADS_1


"Halah bodo amat, mau setan, mau bunuh diri bukan urusanku, aku harus fokus cari handphone itu sampai ketemu."


"Tapi siapa tau dari tadi dia ada di sana, dan aku baru menyadarinya, apa sebaiknya aku tanya dia? mungkin saja dia yang menemukan handphoneku."


Setelah bergulat dengan pikiranya sendiri, akhirnya Bang Sayid memutuskan mendekati perempuan berbaju merah yang masih asik memandangi sungai.


Semakin dekat dengan perempuan itu, Bang Sayid mencium wangi bunga mawar yang membuatnya merasa ragu untuk melanjutkan langkahnya


Angin dingin berdesir menerpa sekujur tubuhnya, di ikuti wangi mawar yang semakin menyengat, Bang Sayid memejamkan matanya seolah menetralisir keadaan di sekelilingnya, dan saat matanya terbuka, betapa kagetnya dia melihat perempuan yang hendak di hampirinya sudah berdiri di hadapannya, dengan wajah penuh sayatan dan sekuhur tubuhnya berdarah darah, di tambah tangan kanan hampir putus.


"Hidupmu akan berakhir sengsara, dan matimu tidak akan mudah hihi!"


Sekejap mata sosok itu hilang dari pandangannya. Meskipun Bang Sayid bukan tipe orang yang penakut, tapi mendengar perkataan sosok menyeramkan yang ada di hadapan seketika nyalinya menciut. Dengan segera dia berlari menuju mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


**************


Sri tidak langsung ke rumahnya, dia memutuskan pergi ke boutique, setelah menyerahkan semua urusan pekerjaannya kepada Widya, dia langsung meninggalkan boutique. Meskipun banyak pertanyaan di benak Widya, tapi dia tidak berani mengutarakannya, karena hal seperti itu sudah sering dilakukan Sri seandainya ada pekerjaan luar kota.


Semua barang yang tertinggal di mall, sudah di serahkan Yuda ke Boutique, Sri sengaja merahasiakan tempat tinggalnya kepada siapa pun, kecuali karyawan kepercayaannya. Setelah berganti pakaian, Sri melanjutkan perjalanan, niatnya mencari keberadaan sahabat Abahnya dulu yang bernama Aki Yaman, beliau sering didaulat di pesantren untuk mengajar ilmu bela diri.


Tapi setelah putranya dirasa cukup mumpuni untuk menggantikannya, beliau memutuskan pensiun dan tinggal di pedesaan.


Hanya berbekal informasi dari tetua pesantren milik Abahnya, Sri langsung pergi menuju kediaman Aki Yaman yang jaraknya lumayan jauh.


Niatnya sudah bulat, Sri akan memperdalam ilmu bela diri untuk melindungi diri dari Bang Sayid dan Wicaksono, karena bukan hanya butuh strategi yang bagus untuk menghancurkan kedua orang itu, tapi juga perlu pisik yang kuat.


Rasa bersalahnya terhadap Putri membuat Sri tidak lagi memiliki tujuan hidup yang lain, hanya satu, membalas dendam kematian Rizki anaknya, Sandra dan Putri. Sri berpikir bahwa dirinya bencana bagi orang orang yang disayanginya, Hal itu dirasa semakin membebani dirinya ketika tau Yuda yang mampu menggetarkan hatinya lagi, ikut kena imbasnya dan dipindah tugaskan entah ke mana.

__ADS_1


Sri memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, memecah keheningan malam.


__ADS_2