BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI
BIBR50


__ADS_3

"Kenapa dia masih mengenaliku? apa yang dilakukannya di bandara? tidak ada yang tau kalau aku pulang hari ini?"


"Iya Non ada apa?"


Sopir taxsi yang sedang memasukan barang perempuan yang menjadi pelangganya bertanya karena menganggap diajak bicara.


"Bukan apa-apa Pak."


Langsung masuk ke dalam taxsi, setelah memberikan alamat tujuannya, dia pun terhanyut dalam lamunan.


Memang benar dugaan Bang Sayid, dia adalah Sri istri keduanya yang telah berubah menjadi wanita lebih cantik dan modis, karena Sri yang sekarang bukan lagi wanita sederhana yang lugu, tapi lebih tegas dan kuat.


Setelah kejadian Bu Titi kerasukan arwah Embara, Sri menuruti semua perintah dari mendiang Tuanya, dia membuka brankas yang ada di kamar Embara dan membagi dua uang dan perhiasan yang ada di dalamnya, sementara aset lainya berupa sertifikat rumah, tanah dan kendaraan di hibahkan kepada pihak berwenang untuk disumbangkan, sesuai pesan Embara.


Bu Titi dan Sri masing-masing mendapatkan satu milyar, itu merupakan angka yang sangat pantastis bagi keduanya.

__ADS_1


Mereka pulang di hari yang sama dengan tepat berbeda. Sebelum pulang Sri merubah penampilan dengan pergi ke salon, dan membeli barang-barang branded serta perhiasan. Dia berniat membuka boutique khusus baju pengantin rancangannya sendiri, karena membuat baju khususnya gaun pengantin merupakan hobinya sejak lama.


Sementara Bu Titi berencana membeli tanah dan sawah, beliau tidak menginginkan bekerja keluar negri lagi, impiannya hanya ingin menghabiskan masa tua berkumpul bersama keluarga, yang selama sepuluh tahun dia tinggalkan.


Awalnya Sri bingung pulang kemna? tapi setelah Bu Titi memberi saran agar Sri pulang kerumah orang tuanya, untuk menenangkan diri dan menyusun rencana apa yang akan diambil kedepanya, akhirnya Sri memilih saran itu.


Setelah berkendara cukup jauh, memakan waktu hampir satu jam akhirnya taxsi berhenti di depan rumah sangat besar tapi terkesan sepi dan terbengkalai.


Rumah itu memang berada di pinggir jalan raya utama, tapi agak ke belakang dikelilingi benteng setinggi orang dewasa, dengan pelataran yang luas dan banyak bunga juga pepohonan beraneka ragam yang tidak terawat.


"Sudah sampai Nona, betul ini alamat yang Anda tuju?"


Sri mengangguk, dia turun dari taxsi dan berdiri tegak menatap rumah yang sekarang terlihat kusam dan sepi.


"Tapi sepertinya di rumah itu tidak ada orang? ada garis polisi juga? apa anda yakin mau masuk kedalam?"

__ADS_1


"Iya Pak, terimakasih banyak."


Berusaha mengusir secara halus Pak sopir yang sepertinya sangat penasaran dengan rumah itu.


Setelah barang semuanya diturunkan, dan Sri memberikan sejumlah uang yang diminta, sopir taxsi segera meninggalkan Sri yang masih terpaku di depan pintu. Dia tau cara masuk ke rumah tanpa harus membuka pintu utama, tapi masih ragu untuk melangkahkan kakinya, rasa bersalah terhadap kedua orang tuanya membuat dia segan menginjakan kaki di rumah yang memiliki begitu banyak kenanga.


Akhirnya setelah perang batin cukup lama, Sri berjalan kearah samping, ternyata dibalik pohon asem yang rindang ada pintu masuk lain, Sri membuka pintu itu dengan membuka kotak yang tertanam dalam tembok itu, dan memijit angka dengan kombinasi yertentu, dialah yang membuat kode itu, dan ternyata masih belum berubah, pintupun terbuka dengan cara digeser kesamping, orang lain tidak akan ada yang tau kalau itu sebuah pintu.


Abah sama Ambu sengaja mendesain seperti itu, tujuanya sebagai pintu darurat kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Assalamuallaiku Abah, Ambu, Sri pulang."


Air matanya makin deras ketika memasuki halaman depan, lagi-lagi ada garis kuning polisi melintang di depan pintu utama.


Sri kembali kearah samping, dan dia menggeser kursi yang menghadap taman, lagi-lagi ada sebuah kotak di dinding, ketika kotak itu dibuka tampak angka-angka dari satu sampai sembilan seperti yang ada di dinding sebalik pohon asem. Kombinasi angka yang sama dia masukan dan dinding itu bisa tergeser kesamping kanan.

__ADS_1


Sri masuk ke dalam rumah yang gelap dan bau apek, mungkin karena lama tidak tertutup, hingga udara di dalam terasa lembab dan pengap.


__ADS_2