Beauty Girl

Beauty Girl
Miu 2


__ADS_3

Setelah bercerita panjang lebar Tante Miu sepertinya menyadari, bahwa keponakannya akan menjadi anak angkat keluarga ini. Apalagi, melihat Miu sangat nyaman ketika berada dipangkuan Reyan.


" Saya ingin Miu menjadi anak angkat kami, apa anda keberatan?" tanya Reyan. Tante Miu seperti berpikir, karena ia takut keponakannya tersiksa ketika hidup bersama mereka. Mengerti kekhawatiran Tante Miu, Reyan meyakinkan bahwa Miu akan baik-baik saja dengan mereka.


" Saya akan menyayangi Miu, seperti anak sendiri. Istri dan anak saya juga akan memperlakukan dan menyayangi Miu." Kata Reyan meyakinkan, Resa dan Azel mengangguk membenarkan perkataan laki-laki itu.


" Anak dan istri?" Tante Miu seperti kebingungan. Dia mengira, bahwa Reyan adalah paman atau kakak sepupu dari kedua gadis itu.


" Iya, ini istri saya dan ini anak saya," kata Reyan kepada Tante Miu. Melihat kebingungan yang terpancar dari wajah wanita itu, Reyan seperti mengerti jalan pikirannya.


" Istri saya Resa memang masih muda, usianya 17 tahun dan anak saya Azel 15 tahun."


Tante Miu mengangguk, tanda mengerti. Sebenarnya, dia masih bingung, apakah ia setuju apabila Miu menjadi anak angkat mereka? tapi hidup dan pendidikan keponakannya akan terjamin bila menjadi anak angkat mereka.


" Apa saya masih bisa mengunjungi Miu?"


" Tentu saja," jawab Azel.


Reyan Mengirim pesan kepada Roni dan menyuruhnya untuk segera datang.


Reyan: Ron, buruan kesini!


Roni: Ngapain? gue lagi sibuk.


Reyan: Cepetan, atau Lo gue pecat?!


Roni: Kebiasaan, kemana?


Reyan: Gue share lock, jangan lupa bawa uang cash!


Roni: Lo gak bisa bayar makanan? jadi gue disuruh bawa uang cash?


Reyan: Terserah, bawa uang cash Rp. 100.000.000,-.


Roni: Belanja apaan sampai segitu? berapa banyak es dawet yang lo pesan?


Reyan: Entar lo tahu, buruan datang!


Roni: Iya, BAWEL.


Roni segera menghidupkan mesin mobilnya. dan membawa sejumlah uang seperti yang Reyan beritahukan. Dengan kecepatan tinggi, 10 menit dia sampai didepan rumah sederhana.


Roni: Dimana lo?


Reyan: Gue didalam rumah warna biru, masuk aja lo.


Roni masuk kedalam rumah itu dan membawa uang cash yang lumayan banyak bagi dirinya, tapi tidak menurut Reyan.


" Assalamualaikum,"


" Waalaikumsallam."

__ADS_1


Roni masuk dan duduk disamping Reyan, ia masih bingung dengan apa yang terjadi. Apalagi, saat ini Reyan sedang memangku anak kecil yang tidak Roni ketahui.


" Ini Miu, anak gue."


" Miu, ini Om Roni."


Roni makin bingung, sejak kapan Reyan punya anak lagi? bukannya ia cuma punya 5 anak? itupun hanya satu anak kandungnya, yaitu Azel.


Setelah beberapa lama, Reyan dan yang lainnya pamit dan membawa Miu. Mereka menyerahkan sejumlah uang untuk Tante Miu, sebagai tanda terima kasih telah merawat Miu beberapa hari terakhir. Reyan juga memberi tahukan alamat lengkap mereka, agar Tante Miu bisa menemui keponakannya.


" Udah gue transfer," kata Reyan kepada Roni. Roni mengangguk, ia tahu Reyan pasti memberikan uang berlebih. Senyebelin apapun sahabat sekaligus bosnya itu, dia sebenarnya sangat baik.


" Miu udah sekolah?" tanya Roni.


" Belum,om. Tapi tante ngajarin aku tiap hari."


" Mulai besok, Miu udah bisa sekolah. Sekarang, panggil om, daddy. Ini mommy, Kak Azel, dan Kakek Roni." Kata Reyan sedang mengerjai Roni.


" Mana ada kakek, lo sama gue seumuran, Reyan."


" Tapi tuha lo daripada gue."


" Cuman, 3 tahun doang. Miu, mulai sekarang, panggil om, Daddy Ron."


" Sekarang, kita ke mall dulu!" ajak Resa.


" Oh iya, benar. Kita kan harus beli perlengkapan buat Miu."


Mereka tiba disalah satu mall, Reyan menggendong Miu dan menggandeng tangan Resa. Azel berjalan disamping Resa dan bergandengan tangan dengan mommynya. Azel memang sudah menganggap Resa sahabatnya, ia sering curhat tentang apapun.


Reyan,Resa dan Azel membeli baju baru dan mengganti pakaian mereka, karena tadi bau banyak keringat .


Reyan kemudian bergantian dengan Roni menggendong Miu. Seperti mengerti arah pikiran sahabatnya, Roni membisikkan sesuatu kepada Reyan.


" Miu dan Azel, biar gue yang jaga bro. Lo berduaan aja sama Resa."


" Makasih bro, lo paham banget sama gue."


" Miu, Azel, daddy sama mommy mau belanja perlengkapan Miu. Jadi kalian sama Om Roni dulu, ya."


Azel mengangguk, dia paham jika Reyan sedang berusaha menaklukkan hati Resa. Mereka juga harus mempunyai waktu berdua, tanpa ada dirinya atau Miu sekarang. Reyan menggenggam tangan Resa dan mengajaknya pergi.


" Gak papa kan kalian kami tinggal?" tanya Resa memastikan.


" Iya, tenang aja," jawab Roni.


Resa bangkit dari duduknya, kemudian Reyan merangkul bahu istrinya itu. Azel paham selama ini, ayahnya tidak pernah jatuh cinta sekalipun dengan ibunya. Apalagi, ditambah dengan kelakuan mantan istrinya yang pasti tidak disukai Reyan. Azel ingin ayahnya bahagia dengan wanita yang dicintainya, meskipun usia Resa masih sangat muda. Azel yakin, Resa bisa membuat Reyan bahagia dan bahkan manja dengan gadis muda itu.


" Kelas berapa, zel?" tanya Doni.


" Kelas 3 SMP, om."

__ADS_1


" Kamu sekarang tinggal sama mereka? jauh loh dari sekolah kamu."


" Iya,om. Aku berangkatnya juga lebih pagi, kan sebelumnya aku kos didekat sekolah."


" Lanjut kemana setelah ini?"


" Mungkin, kesekolah Mommy Sa."


" Cita-cita Azel mau jadi apa?"


" Azel mau jadi istri yang sholehah dan berbakti kepada suami."


" Ehmmmmm, maksud om, habis SMA Azel mau kuliah fakultas apa?"


" Mungkin, kedokteran. Tapi Azel lulus SMA,pengen nikah."


" Tapi, Azel kan masih terlalu muda buat nikah?"


" Gak papa, kok. Lagian, daddy udah ngijinin Azel kok."


" Azel tahukan menikah itu gak semudah itu? banyak tanggung jawab. Om aja belum nikah, masa duluan Azel sih?"


" Kalau gitu, bareng aja kita om nikahnya!" ajak Azel.


Reyan merangkul bahu istrinya, Resa merasa was-was karena ia takut ada teman-temannya yang melihat. Lagian, selama ini mereka tahunya Resa tidak ingin pacaran karena ia ingin fokus belajar. Apa kata mereka kalau sekarang dia sedang berduaan di mall dengan laki-laki yang usianya jauh lebih matang daripada dirinya?


" Ada apa?" tanya Reyan yang menangkap ada kegelisahan di mata Resa.


" Aku cuma takut ada teman-temanku yang lihat."


" Kamu malu jalan-jalan sama aku?"


" Bukan gitu, tapi kan..... mereka tahunya aku gak mau pacaran, mau fokus belajar dulu."


" Kan bisa bilang aku paman atau sepupu kamu, sayang."


" Kamu gak marah?"


" Gak lah, lagian aku yakin kamu setia sama aku."


" Makasih, ya,"


" Aku yang seharusnya berterima kasih, karena diusia kamu semuda ini gak pernah manja dan drama."


" Kayak siapa tuh manja dan drama?"


" Kayak anak aku,Azel." Jawab Reyan sambil tertawa.


Reyan menggendong tubuh istrinya dan menaikkannya keatas trolley. Mereka tertawa bahagia ketika Reyan mendorong trolley itu. Kemudian, mereka membeli perlengkapan untuk Miu dan lainnya.


__ADS_1


__ADS_2