Beauty Girl

Beauty Girl
Terpesona 2


__ADS_3

" Lo ngapain mandangin istri gue kayak gitu?" kata Reyan.


" Itu bener istri lo?"


" Ya iyalah, cantik ya?!"


" Dapat dimana Lo bro gadis secantik itu?"


" Ada deh, mau tahu aja."


Kemudian Reyan mendekati Resa dan mereka bergandengan tangan menuju Roni.


" Udah jomblo gak usah ngiri deh!" kata Reyan sambil tertawa.


" Kenalin, namaku Resa."


" Roni, cowok paling ganteng dikantor."


" Enak aja, gue yang paling ganteng. Tanya aja sama istri gue, ya kan yang?" tanya Reyan dengan wajah imut menatap istrinya, dan itu membuat Roni menatap aneh kepada sahabatnya itu.


" Tentu, kamu paling tampan dan ganteng, my hubby."


Sepanjang jalan, Roni masih curi-curi pandang kepada Resa. Akan tetapi, Reyan selalu berhasil memergokinya dan menatap dengan mata tajamnya seolah-olah secara tidak langsung mengancam Roni.


" Kita mau kemana?" tanya Resa.


" Udah ikut aja!" kata Reyan sambil mencium puncak kepala istrinya.


Reyan mengajak Resa ketempat pakaian,sepatu, kecantikan, dan tentu saja ia yang membawa belanjaan untuk istrinya. Tetapi Ronilah yang lebih banyak membawakan belanjaan itu. Hingga mereka makan bersama disebuah restoran.


" Ayah?" kata seorang gadis menghampiri Reyan.


" Azel? kamu sama siapa kesini?"


" Aku sendiri. Ini siapa yah?" tanya Azel kepada Resa.

__ADS_1


" Ini Resa, istri ayah."


" Resa, ini Azel putriku."


Resa dan Azel bersalaman tangan dan tersenyum.


" Kapan ayah menikah?"


" Malam tadi, cantik."


" Kenapa tidak mengundangku?" tanya Azel sedikit cemberut.



" Maafkan ayahmu sayang. Sebenarnya ayah ingin memberitahu kalian secepatnya."


" Berapa usia istri ayah? dia masih sangat muda dan cantik."


" Tiga bulan lagi 17 tahun," jawab Roni.


" Tentu karena ayahmu ini sangat mempesona."


" Benarkah?" tanya Azel kepada Resa, gadis itu hanya mengangguk.


" Dimana ayah mendapatkan gadis itu? dia sangat cantik."


" Itu rahasia, kamu tidak boleh tahu sayang."


Azel mendengus kesal, ayahnya selalu saja merahasiakan sesuatu yang penting dari dirinya.


" Azel, kelas berapa kamu?" tanya Resa lembut.


" Kelas 3 SMP, kalau kamu?"


" Kelas 3 SMA."

__ADS_1


" Aku harus memanggil dia siapa ayah? kami bahkan seumuran."


" Terserah saja. Sayang, kamu mau dipanggil apa?" tanya Reyan kepada Resa dan mengelus-elus rambut istrinya itu.


" Terserah Azel, dia mau panggil aku dengan sebutan apapun."


" Kakak," jawab Azel, Reyan menggeleng cepat.


" Sekarang dia ibu kamu juga. Bagaimana kalau mommy?"


" Tapi dia lebih tua sedikit saja daripada aku ayah."


" Terus kamu maunya apa?"


" Aku coba deh ."


Reyan mengelus-elus rambut putri sulungnya itu sambil tersenyum.


" Kalian seperti keluarga yang sangat bahagia," kata Roni.


" Tentu saja." Kata Roni dengan bahagianya.


" Kamu ayahnya dan mereka putrimu."


Wajah Reyan langsung merah mendengar perkataan Roni itu. Azel malah menertawakan hal itu, Resa terlihat membujuk Reyan.


" Apa aku setua itu sayang?" tanya Reyan kepada Resa.


" Tentu saja benar ayah," kata Azel menjawab sambil tertawa.


" Tentu saja tidak, kamu yang terbaik hubby." Kata-kata Resa langsung mengembalikan senyuman Reyan, apalagi istrinya membujuknya dengan mengelus pipinya yang putih itu.


" I love you, baby." Kata Reyan kepada Resa. Gadis itu hanya tersenyum, bagaimana ia harus menjawab? Resa belum mencintai Reyan.


" Dia gak cinta sama Lo," kata Roni mengejek sahabatnya itu. Ia tahu sedingin-dinginnya Reyan, ia selalu kelihatan sangat penyayang dihadapan anak-anaknya. Apalagi sekarang, sepertinya Reyan sangat mencintai Resa.

__ADS_1


" I love you too, hubby." Timpal Resa kemudian, untuk membahagiakan suaminya. Tentu saja hal itu membuat laki-laki itu sangat senang.


__ADS_2