Beauty Girl

Beauty Girl
Mommy, Daddy


__ADS_3

Arabel melihat jam ditangannya, hari ini Miu berjanji menjemputnya saat pulang kuliah. Namun, belum ada tanda-tanda laki-laki tampan itu datang. Mata Arabel tidak lepas dari jalanan, sambil melihat satu persatu mobil yang melaju. Diusapnya peluh yang membasahi keningnya.


Miu melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dia tahu jika dirinya sudah terlambat untuk menjemput gadis pujaan hatinya. Ketika sudah sampai, dilihatnya Arabel sedang duduk dibawah pohon.


" Maaf aku terlambat." Arabel hanya mengangguk, dia sampai mengantuk menunggu Miu menjemputnya. Miu membukakan pintu mobil untuk Arabel, gadis itu masuk dengan mata mengantuk.


Sepanjang jalan, Arabel terus menahan kantuknya. Hingga matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, Arabel terlelap dengan nyenyak.


Miu menghentikan mobilnya, dan memandangi wajah cantik gadis disampingnya. Terlihat jelas, ada rasa lelah yang kini dirasakan Arabel. Miu tersenyum, dan terus menatap wajah Arabel yang sedang damai dengan tidur nyenyaknya.


" Maafkan aku terlambat menjemputmu." Miu mengaitkan rambut Arabel dibelakang telinga. Ada kebahagiaan bagi Miu, setiap melihat wajah cantik Arabel. Dia berharap, dapat segera mempersunting Arabel sebagai istrinya.

__ADS_1


Miu terus memperhatikan setiap inci wajah cantik gadis didepannya, mulut Arabel terlihat mengatakan sesuatu yang tidak Miu ketahui. Kemudian Arabel mengerucutkan bibirnya, Miu tertawa kecil menatap gadis yang ada disampingnya.


Setelah puas memandangi wajah Arabel, Miu segera melajukan mobilnya. Dia ingin membawa Arabel ke suatu tempat. Miu tidak sabar melihat reaksi Arabel, ketika mereka sampai nanti.


" Ilea!!" panggil Miu lembut, tapi Arabel belum juga terjaga.


" Ilea!!" Miu mengguncang tubuh Arabel pelan, untuk membangunkan gadis itu. Mata Arabel mengerjap, dia melihat sekelilingnya mereka sepertinya bukan dirumah.


" Kak Miu, ini dimana?" tanya Arabel, pandangannya masih tidak terlalu jelas karena masih mengantuk.


Miu menuntun Arabel menuju sebuah rumah yang terlihat sederhana dari luar. Miu memegang gagang pintu lalu memutarnya, terlihat suasana yang sangat cantik didalam rumah itu. Langkah mereka berhenti disebuah ruangan, didalam rumah itu.

__ADS_1


" Apa aku sudah boleh membuka penutup matanya, kak?" tanya Arabel, Miu mengiyakan. Pelan-pelan Arabel membuka penutup matanya, kemudian mengerjap- ngerjapkan mata indahnya. Suasana disana terasa remang-remang, didekat sebuah layar proyektor disinari lampu berwarna kuning.


" Duduklah!!" pinta Miu, Arabel mengangguk.


Kemudian, terlihatlah beberapa foto Resa dan juga Reyan. Arabel tersenyum melihat keromantisan kedua orangtuanya, ada rindu setiap kali melihat Mommy dan Daddynya. Dia tidak bisa bertemu dua orang yang paling berharga baginya itu. Arabel meneteskan air mata melihat foto Reyan dan Resa, ketika mereka menantikan kehadiran Arabel.


" Mommy, Daddy," lirih Arabel menatap layar itu sendu.


Kemudian ada sebuah video, dan tentulah itu video yang sudah Azel simpan untuk Arabel selama 18 tahun. Disana ada dua orang yang selama ini hanya pernah Arabel lihat fotonya, tetapi tidak suaranya.


" Hallo sayang!!" Resa dan Reyan melambaikan tangannya kearah Arabel, Arabel tersenyum dengan air mata mengalir deras dimatanya. Arabel mengangkat tangannya, kemudian melambai kearah layar seolah-olah membalas lambaian tangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya, Arabel mendengar suara Reyan dan Resa. Dan itu membuat Arabel sangat bahagia bercampur kesedihan.


" I miss you Mommy, Daddy." Air mata Arabel semakin tidak bisa diajak kompromi, setetes demi tetesan mengalir dengan setiap rindu yang Arabel rasakan saat ini.


__ADS_2