
Helen mendengar percakapan Arabel dan Miu. Hatinya terasa sakit mengetahui, jika Arabel akan menerima perjodohannya dengan Miu. Terasa lebih sakit lagi, ketika dia mendengar jika Miu sangat mencintai Arabel. Helen masuk kedalam kamar dan menguncinya, kemudian dia menangis tersedu-sedu. Helen tidak pernah merasakan dirinya sesakit ini, cintanya bertepuk sebelah tangan. Laki-laki yang dia cintai, mencintai adiknya sendiri.
Azel melihat putrinya yang berlari-lari dari taman sambil menangis. Dia bingung, ada apa dengan putrinya itu? Azel kemudian melihat kearah taman rumahnya, disana ada Arabel dan Miu yang terlihat sedang mengobrol. Azel tidak ingin ikut campur dengan urusan cinta putrinya, kecuali mereka ingin menceritakannya sendiri. Azel sering mendengarkan curhat keponakannya, tapi tidak dengan ketiga putrinya yang sangat tertutup perihal kisah cinta mereka.
Arabel masuk kekamarnya, tapi belum sempat ia menguncinya. Helen mengetuk pintu kamarnya, Arabel melihat wajah kakaknya sudah sembab. Berbagai pertanyaanpun ada dikepala Arabel. Apakah Helen baru saja menangis?
" Ada apa Kak Helen?" tanya Arabel dengan ekspresi penuh tanda tanya.
" Boleh kakak masuk,Bel?" tanya Helen, Arabel mengangguk.
__ADS_1
Helen duduk di pinggiran kasur Arabel, kemudian Arabel menghampiri saudarinya itu. Sebenarnya, Arabel ragu menanyakan kenapa Helen menangis?
" Kak Helen kenapa?" tanya Arabel, Helen masih diam membisu.
" Dek, apa kakak boleh meminta sesuatu dari adek?" tanya Helen, Arabel mengernyitkan dahinya bingung.
" Kak Helen ingin meminta apa dariku?" tanya Arabel lembut.
" Ma.. Maksud kakak apa?" tanya Arabel tergagap.
__ADS_1
" Kak Helen mau, adek menolak perjodohan dengan Kak Miu. Dan biarkan, kak Miu untuk kakak." Arabel menghela nafas panjang, dia tidak bisa mengatakan apa-apa saat ini. Terlalu banyak hal yang mengejutkan untuknya akhir-akhir ini.
" Bel, Kak Helen mohon. Kakak sangat mencintai Kak Miu. Kali ini saja, kamu mengalah dengan kakak. Selama ini, kakak yang selalu untuk kamu dan Karin. Tapi untuk kali ini saja, biarkan kakak bahagia." Pinta Helen, Arabel hanya bisa terdiam saat ini. Dia bingung harus mengatakan apa? bukankah dia yang dijodohkan dengan Miu? apalagi, itu adalah permintaan terakhir daddynya. Dan sekarang, Helen memintanya untuk mundur dari perjodohan ini? Apakah Miu juga mencintai Helen? berbagai macam pertanyaan berkecamuk dikepalanya.
" Dek, kakak mohon. Kali ini saja, bisakah kamu mengalah dengan kakak?!"
" Tapi kak, ini permintaan terakhir daddy. Arabel ingin mewujudkan keinginan terakhir daddy, dan Kak Miu adalah laki-laki pilihan daddy."
" Dek, please. Kak Helen mohon, kamu mundur dari perjodohan ini. Apakah kamu ingin melukai hati Kak Helen? lagi pula, bukannya kamu belum mencintai Kak Miu?" Arabel meneguk salivanya ketika mendengar perkataan Helen, bukankah dia belum mencintai Miu? jadi tidak masalah bukan, jika dirinya membatalkan semuanya? tapi.... Bukankah Miu mencintainya bukan Helen?
__ADS_1
" Apa Kak Miu mencintai Kak Helen? Jika Kak Miu juga mencintai kakak, aku akan melepaskannya. Aku juga akan mundur dari perjodohan ini." Jawab Arabel kemudian, Helen masih berharap jika gadis itu segera menolak perjodohannya dengan Miu.
" Apa kamu tidak akan menolak perjodohan ini demi kakak?" tanya Helen, Arabel menggeleng.