
" Ketika adek melihat video ini, pasti adek sekarang sudah besar." Kemudian Resa tersenyum, Reyan menatap istrinya itu dengan penuh cinta dan senyuman yang terukir dibibirnya.
" Mungkin, princess daddy sudah berusia 18 saat video ini ditampilkan." Sambung Reyan, Arabel menghapus air matanya yang terus mengalir.
" Saat ini, adek belum lahir dan sebentar lagi kami akan bertemu kamu, sayang."
" Lebih tepatnya, kira-kira 12 minggu lagi kita akan bertemu." Sambung Reyan, yang diangguki oleh Resa.
Arabel menatap wajah rupawan kedua orangtuanya, terutama mommynya. Benar ternyata, jika dirinya memang memiliki wajah yang sangat mirip mommynya.
" Adek tahu? Mommy dan Daddy sudah sejak lama menunggu kehadiran adek. Dan sekarang, kami sebentar lagi akan melihat adek hadir didunia ini."
" Ketika pertama kali mengetahui adek ada, Daddy merasa sangat bahagia. Rasa bahagia yang tidak bisa didefinisikan. Seperti cinta daddy kepada Mommy, tidak bisa diukur dengan apapun. I love you, sayang." Reyan mencium kening Resa penuh cinta, Arabel hanya tersenyum melihat keromantisan keduanya.
__ADS_1
" I love you too, hubby." Jawab Resa, mereka berdua beradu pandang dengan senyuman yang terus mengembang.
" Mommy dan Daddy sudah tidak sabar melihat kamu, sayang. Mendengar tangisanmu dan melihat dirimu, ketika terlahir didunia." Terlihat jelas raut kebahagiaan dari wajah Resa ketika mengatakan itu.
" Melihat adek tumbuh, menyaksikan princess daddy untuk pertama kalinya mengucapkan kata " Daddy", adalah momen yang tidak sabar daddy ingin lalui."
" Dan yang pasti adalah, mommy ingin menyaksikan setiap tumbuh kembang adek. Mulai dari lahir ke dunia hingga nanti. Mommy dan daddy berharap, bisa selalu mendampingi tumbuh kembang gadis kecil kami."
" Mommy dan daddy ingin, adek menjadi gadis yang selalu berbuat baik, berguna bagi nusa, bangsa, dan juga agama. Selalu sehat dan ceria."
" Mommy dan daddy selaku berharap, bisa mendampingi adek sampai nanti. Namun, jika kami sudah tiada saat video ini adek lihat." Reyan menarik nafas panjang untuk melanjutkan ucapannya.
" Adek harus jadi gadis yang baik dan jangan terlalu manja ya, sayang." Arabel merasa terefek dengan kata-kata daddynya, dia memang gadis yang manja. Apalagi sejak kecil, dua selalu dimanjakan Azel dan Roni yang tidak ingin Arabel merasa kehilangan kasih sayang, meskipun kedua orangtuanya sudah tiada.
__ADS_1
" Mommy dan Daddy yakin, adek akan tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan juga baik hati." Sahut Resa, Arabel tersenyum melihat kedua orangtuanya itu. Rasa penasaran akan kedua orang tuanya, sedikit terobati dengan video itu.
" Dan satu lagi harapan Mommy dan Daddy, semoga princess daddy mendapatkan jodoh yang mencintai adek apa adanya dan tidak pernah menyia-nyiakan adek."
" Yang Sholeh dan bisa membimbing adek menjadi seseorang yang lebih baik lagi." Sambung Resa, dia memang berharap putrinya akan mendapatkan laki-laki yang tulus seperti suaminya.
" Amin." Arabel mengaminkan doa Mommy dan juga daddynya.
" I love you, sayang!!"
" I love you, princess daddy!!"
Kemudian Resa dan Reyan memperlihatkan sebuah gaun berwarna putih, Arabel tersenyum melihat itu. Dia ingat, lewat foto masa kecilnya dulu. Jika dia mengenakan gaun itu saat ulang tahun pertamanya.
__ADS_1
" I love you too, Mommy, Daddy."
Kemudian dilayar terlihat foto-foto Arabel ketika masih kecil hingga yang terbaru. Dia tersenyum, ada kebahagiaan dihatinya ketika melihat kenangan-kenangan itu.