Beauty Girl

Beauty Girl
Kesekolah


__ADS_3

Hari ini Miu mengajak Arabel untuk pergi ke sekolah SMA mereka. Arabel dan Miu memang satu sekolah, namun berbeda generasi. Arabel pernah bercerita kepada Miu, jika masa SMA nya hanya dia habiskan untuk belajar. Dia memang tidak menikmati masa-masa putih abu- abu seperti kebanyakan murid lainnya, Arabel hanya fokus kepada tugas-tugas yang diberikan. Apalagi, Arabel memang ingin mendapatkan beasiswa kuliah keluar negeri.


Berbeda dengan Arabel, Miu masih bisa menikmati masa-masa indahnya di SMA. Azel dan Roni memang tidak pernah menuntut anak-anaknya untuk menjadi juara dikelas. Tapi Arabel melakukan semua itu karena dirinya dan mimpinya.


Meskipun murid-murid yang lain sudah pulang dan sekolah menjadi sepi, hanya beberapa murid yang mengikuti salah satu ekstrakurikuler masih disekolah. Miu sudah minta izin kepada kepala sekolah, dia akan membuat kenangan manis masa SMA untuk Arabel.


Arabel sudah menggunakan baju seragam sekolah begitu pula dengan Miu, mereka berdua terlihat sangat serasi. Pertama-tama, Miu mengajak Arabel kelapangan basket. Miu sudah mengganti seragamnya dengan pakaian olahraga. Disana dia bermain basket dengan beberapa murid, yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut.


Miu bermain basket dengan sangat mahir, karena dulu dia memang menjadi kapten basket dan digilai banyak siswi-siswi disekolah. Peluh yang bercucuran dari wajahnya, membuat ketampanan Miu menjadi berkali-kali lipat dimata setiap gadis yang memandangnya.


Arabel menyemangati Miu yang sedang bermain, tentu saja membuat laki-laki semakin bersemangat bermain.

__ADS_1


" Kak Miu!! Kak Miu!!" teriak Arabel, Miu tersenyum menoleh kearah gadis pemilik suara yang sedang sedang menyemangatinya. Siswa-siswa yang mengikuti ekstrakurikuler itu juga menoleh kearah gadis cantik bernama Arabel itu.


" Cantik banget," ucap seorang siswa kepada teman disampingnya.


" Calon istri gue tuh." Sahut salah satunya, membuat Miu mendelikkan matanya.


" Kalau tidak salah, itukan Arabel? dia kakak kelas kita yang terkenal paling pintar dan cantik."


" Sebelum kita masuk sekolah disini, dia sudah lulus. Padahal kita sama dia seumuran loh, dia juga 18 tahun."


" Wah mantap, ternyata aku sudah menemukan calon ibu dari anak-anakku." Sahut yang lain, teman-temannya menyorakinya. Miu mendengus kesal, mendengar pembicaraan siswa-siswa SMA itu.Arabel menghampiri Miu dan siswa-siswa SMA itu, dan membawakan beberapa botol air minum mineral.

__ADS_1


" Arabel kan?" tanya salah satu siswa memberanikan diri.


" Iya, kamu tahu namaku darimana?" tanya Arabel kepada siswa tadi.


" Siapa sih yang tidak tahu kamu? Kamukan sering disebut-sebut disekolah, bahkan poster kamu juga masih ada dimading sekolah." Jawab siswa itu, Arabel mengangguk.


" Gue kira Arabel itu hantu penjaga sekolah loh, namanya sering disebut tapi tidak pernah melihat wujud aslinya. Eh ternyata, secakep ini dan juga bukan hantu." Sahut salah satu yang memang sedikit telmi tadi, Arabel henaya tertawa kecil mendengarnya.


" Lebih cantik dari yang kita lihat di fotonya."


Miu menarik tangan Arabel, dari siswa-siswa yang sedang bermimpi memperistri gadis itu. Dia cemburu melihat Arabel berinteraksi dengan laki-laki lain, apalagi itu anak-anak yang masih bau kencur menurutnya.

__ADS_1


__ADS_2