Beauty Girl

Beauty Girl
Sudah jatuh, tertimpa tangga


__ADS_3

Azel membuka pintu kamar Arabel, disana gadis cantik itu sedang terbaring diatas lantai. Wajah Arabel kelihatan sangat pucat, Titan segera mengangkat tubuh gadis itu. Mereka bertiga segera membawa Arabel kerumah sakit, selama ini mereka memang tidak pernah melihat Arabel seperti ini. Gadis itu selalu ceria, dan kini terbujur lemah dipangkuan Titan.


Azel langsung menghubungi Roni, Helen, Karin, dan juga Miu. Tapi telepon Miu tidak bisa dihubungi sejak tadi. Sesampainya dirumah sakit, mereka bertiga masih panik dengan keadaan Arabel.


" Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" tanya Azel , ketika dokter keluar dari ruang UGD.


" Kami perlu melakukan pemeriksaan lanjutan kepada putri ibu."


" Lakukan yang terbaik untuk dia."


Miu membuka pesan dari Azel, dan dia langsung menyambar kunci mobilnya ketika mengetahui Arabel sekarang masuk rumah sakit. Sepanjang jalan, Miu selalu berdoa untuk Arabel. Jalanan hari ini lebih padat dari biasanya, Miu mengambil jalan pintas agar cepat sampai kerumah sakit.


Miu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia juga masih ingin selamat. Namun tiba-tiba dari arah berlawanan, ada mobil yang melaju kencang. Kecelakaan tidak bisa dihindari lagi, tidak lama kemudian Miu tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Miu segera dilarikan kerumah sakit terdekat yang memang tempat Arabel dirawat. Azel mengangkat teleponnya dan tangannya bergetar, ketika mendengar kabar Miu kecelakaan.


" Ada apa, sayang?" tanya Roni ketika melihat wajah Azel pucat.


" Miu.."


" Kenapa Miu?" tanya Roni.


" Miu kecelakaan."


Dokter memberitahukan kepada Azel dan Roni, bahwa Arabel harus segera melakukan transplantasi jantung. Jika tidak segera menemukan pendonor, kemungkinan nyawa Arabel tidak bisa terselamatkan.


Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang saat ini Azel dan Roni rasakan. Mereka harus segera mencari pendonor untuk Arabel, dan sekarang Miu juga sedang kritis karena kecelakaan tadi.

__ADS_1


Azel meminta Arabel dan Miu dirawat disatu kamar VVIP, supaya dia bisa mengawasi kondisi keduanya secara langsung. Azel berusaha membuat hatinya tegar, menghadapi semua ini yang terasa sangat mendadak.


" Bunda!!" Karin dan Helen memeluk tubuh Azel, dan berusaha menyemangati wanita yang paling dia cintai itu. Azel mengelus lembut rambut Helen dan Karin.


Kemudian Roni mengajak anak istrinya, juga Titan dan Arya untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Tidak ada yang lebih penting saat ini, selain keselamatan untuk Arabel dan juga Miu. Mereka berdoa untuk kesembuhan Arabel dan Miu, memohon kepada Sang Pencipta untuk mengambulkan doa mereka.


Miu terbangun, pelan-pelan dia membuka kedua matanya. Miu melihat sekelilingnya, disana juga ada Arabel yang tidak sadarkan diri. Ingin rasanya Miu menghampiri gadis yang sangat dia cintai itu, namun dia tidak bisa.


" Ilea!!" lirih Miu dan meneteskan air mata melihat keadaan Arabel saat ini. Azel melihat Miu sudah sadarkan diri, langsung memanggil dokter.Dokter memeriksa keadaan Miu, dia sendiri bahkan tadi pesimis Miu bisa kembali sadar.


" Miu!!" suara Azel terdengar sendu.


" Kak Azel." Miu memaksakan sebuah senyuman terbit dibibirnya.

__ADS_1


" Bagaimana dengan kondisi Arabel, kak?" tanya Miu, dia begitu mengkhawatirkan Arabel.


" Arabel harus segera melakukan transplantasi jantung, dan kami sedang mencari pendonor untuknya." Jawab Azel lirih, Miu begitu terpukul mengetahui keadaan gadis yang sangat dia cintai itu.


__ADS_2