
Reyan menyiapkan hadiah kelulusan untuk Resa dan Azel, liburan khusus untuk mereka berdua. Reyan ingin kedua gadis itu bisa menikmati girls time mereka. Miu mendekati Reyan dan duduk disamping ayahnya.
" Hai, boy!" sapa Reyan sambil mengelus lembut pipi anak kecil itu.
" Hai,daddy. What are you doing?" tanya Miu
yang kini sudah lancar berbahasa inggris.
" Daddy lagi menyiapkan sesuatu buat mommy dan Kak Azel. Coba lihat deh bagus kan?"
" Bagus banget daddy. Mereka bakal liburan?"
" Yup, that's right. Mommy dan Azel dapat hadiah kelulusan dari daddy, liburan keluar kota. Dan Miu ikut daddy ya, kekantor nanti.".
" Okay, daddy!"
" Bagaimana sekolahmu, Miu?"
" Aku senang karena banyak teman, baik-baik lagi ada yang nakal sih." Kata anak kecil yang sangat imut itu, dengan penuh semangat.
" Miu mau gak janji sama daddy?"
" Janji apa daddy?"
" Janji kalau Miu bakal jadi anak sholeh, pintar, juga kuat."
" Miu janji akan membuat daddy dan mommy bangga."
Reyan tersenyum memandang gemas Miu kecil yang sangat pintar, diusapnya rambut balita itu dengan kasih sayang. Miu bagi Reyan sudah seperti anaknya sendiri,dia tidak pernah membedakan kasih sayangnya untuk Miu dan Azel.
Resa dan Azel masih didalam kamar maskeran bareng. Azel juga menceritakan tentang dia waktu sekolah. Resa mendengarkan curhatan Azel dengan penuh perhatian, dia memang pendengar yang baik.
Reyan masuk kekamar 2 gadis itu, lalu menghampiri Resa yang sedang menggunakan moisturizer diwajahnya. Reyan memandang wajah istrinya yang masih muda dan sangat cantik, setiap kali melihat Resa, saat itu pula rasa cintanya seolah kian bertambah.
" Yang!"
" Hubby, ada apa?"
" Mana Azel?"
" Didalam kamar mandi."
Tidak lama kemudian, Azel keluar dari kamar mandi. Dilihatnya, Reyan sedang duduk diatas tempat tidurnya.
" Daddy, ada apa?"
" Daddy punya sesuatu buat kalian berdua."
" Apa itu daddy?"
" Apa itu hubby?" kata Resa dan Azel secara bersamaan.
" Kalian besok bakal liburan berdua kesini."
__ADS_1
" Kami berdua?" tanya Resa.
" Iya, sayang. Kalian berdua aja yang pergi liburan kesana."
" Daddy gak ikut?" tanya Azel.
" Gak, daddy banyak kerjaan disini."
" Miu?"
" Miu bakal ikut daddy ke kantor."
" Kalian siap-siap gih, packing hari ini harus selesai, jadi besok tinggal berangkat aja."
" Makasih,ya." Kata Resa memeluk Reyan, suaminya itu mencium keningnya dan puncak kepalanya.
" Aku yang seharusnya berterima kasih, karena kamu mau jadi istri aku. I love you, my darling."
" I love you too."
" Daddy, makasih." Kata Azel juga memeluk Reyan, dia mengusap lembut rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.
" Daddy juga makasih, kamu sudah menjadi anak yang baik dan penurut."
Reyan bersyukur memiliki dua wanita yang selalu ada disampingnya, dan ditambah Miu yang imut, menambah kebahagiaan dihidupnya. Kemudian, Resa dan Azel segera bersiap-siap untuk pergi esok hari. Kedua gadis itu sangat bersemangat, karena besok mereka berdua akan pergi liburan.
Seperti biasanya, Resa menyiapkan sarapan setelah mereka shalat subuh. Kemudian, Resa menyiapkan pakaian untuk suaminya bekerja. Reyan segera bersiap-siap untuk menggunakan pakaiannya, Resa selalu memasangkan kancing kemeja dan dasi untuknya.
" Makasih buat apa?"
" Makasih karena kamu selalu ada buat aku."
" Harusnya aku yang berterimakasih, karena kamu selalu pengertian. Aku beruntung punya suami seperti kamu."
" Benarkah?" tanya Reyan tidak percaya.
" Tentu, kamu bahkan menyiapkan liburan untuk kami tanpa aku atau Azel memintanya."
" Itu bukan hal besar sayang. Nikmati liburan kalian berdua, jangan khawatir tentang Miu. Dia akan ikut aku kekantor, atau bila dia bosan aku akan menyuruh Bima untuk mengantarnya ketempat bermain."
Resa menatap wajah suaminya yang sangat tampan, Reyan tersenyum menyadari istrinya kini perlahan-lahan hatinya mulai menyukai dirinya.
" Selamat bersenang-senang nanti, hati-hati loh. Jangan lupa udah punya suami, jaga mata, jaga hati. Kalau ada yang deketin kamu, telpon aku."
" Buat apa ?"
" Biar mereka tahu kalau kamu udah nikah."
" Kamu cemburu kalau ada yang deketin aku?"
" Enggak."
" Bohong. Cemburu ya!"
__ADS_1
" Iya. Awas aja kalau ada yang deketin kamu!"
" Ya udah, kita sarapan yuk! anak-anak udah nunggu soalnya."
Reyan tersenyum sambil mengangguk, dia memang sangat menyayangi Resa dan Azel. Walaupun mereka bisa dibilang seumuran, tapi rasa sayang Reyan untuk keduanya,tentulah berbeda. Apalagi, perilaku dua gadis itu juga berbeda. Azel masih sangat manja, sedangkan Resa sudah lebih bijak dalam menyikapinya semuanya.
Resa dan Azel mencium tangan Reyan, karena mereka sebentar lagi juga akan berangkat. Reyan bergantian mencium dua gadis yang sangat disayanginya itu.
" Hati-hati dijalan, selamat liburan."
" Ingat kamu udah punya suami, jangan lirik laki-laki lain." Kata Reyan kepada Resa.
" Siap, bos."
Resa dan Azel bersiap-siap berangkat pergi ke bandara, mereka akan pergi berlibur sekitar 3 hari disana. Sebenarnya, Resa ingin Reyan ikut bersama untuk liburan. Kemudian, mereka menuju Pulau Derawan dengan mobil yang telah dipersiapkan oleh Reyan. Untuk sampai di Derawan harus menempuh perjalanan menuju Pelabuhan Tengkayu 1 dari pusat Kota Tarakan. Perjalanan dilanjutkan dengan menumpang kapal atau speedboat selama tiga jam.
Setelah perjalanan beberapa jam yang cukup melelahkan, mereka sampai ketempat tujuan. Karena terlalu lelah, Resa dan Azel memutuskan untuk beristirahat di resort. Besok, mereka akan bersiap-siap menikmati pemandangan yang keindahan dari Pulau Derawan.
Reyan: Yang, udah sampai disana?
Resa: Iya, udah. Tapi mau istirahat dulu di resort, capek banget. Besok, baru deh ke pantainya langsung.
Reyan: Ya udah, istirahat aja dulu kan kamu kecapean. Kirimin foto kamu dong, sayang.
Resa: Buat apa? kan kamu banyak punya foto aku.
Reyan: Aku kangen, maunya foto yang sekarang."
Resa: Ya udah, tunggu ya!
Resa kemudian mengirimkan fotonya kepada Reyan. Suaminya itu memang sangat suka mengoleksi foto dirinya di handphone, entah untuk apa?
Reyan: MasyaAllah, cantik banget istri hubby😍😍😍
Resa: Masa sih?
Reyan: Beneran, my love. Ya udah, istirahat aja dulu gih.
Resa kemudian merebahkan dirinya diatas kasur yang empuk di resort itu. Sementara Reyan, terus saja memandangi foto istrinya. Padahal Resa baru berangkat pagi tadi, tapi dia sudah merasa rindu dengan istrinya itu.
" I love you," kata Reyan sambil mencium foto Resa yang baru dikirim istrinya itu. Dipandanginya terus-menerus, wajah yang selalu ia rindukan ketika dikantor. Rasanya Reyan seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta, bahkan sedang bucin- bucinnya.
Resa dikamarnya sudah terlelap karena kelelahan, begitupun dengan Azel. Perjalanan yang cukup menguras tenaga, tetapi besok itu akan terbayarkan dengan indahnya Pulau Derawan.
" Mommy berapa hari liburannya,daddy?" tanya Miu dengan imutnya.
" Tiga hari mereka akan pulang, jadi Miu ikut daddy dulu ke kantor ya."
Miu mengangguk dan duduk dipangkuan Reyan, laki-laki itu kemudian memeluk anak kecil itu dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1