
Arabel mengikuti Miu menuju ruang seni disekolah, disana tersedia berbagai macam alat musik. Miu mengajak gadis itu untuk melihat para murid, yang sedang menunjukkan kebolehannya. Arabel bertepuk tangan senang, ketika mereka sudah selesai memainkan alat musik.
Miu menghampiri murid-murid itu, dan kemudian dia duduk dengan gitar yang sudah ada dipangkuannya. Arabel tersenyum melihat Miu yang kini sudah siap bernyanyi. Dia memang sering mendengar Titan dan Arya bernyanyi dan memainkan alat musik, tapi ini pertama kalinya dia melihat Miu melakukan itu.
" Lagu ini saya nyanyikan untuk seseorang yang sangat special untuk saya." Miu memandang Arabel yang kini juga sedang menatapnya dengan senyuman, para murid yang ada disana bertepuk tangan.
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
Oo cantik
Bukan 'ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
__ADS_1
Cantik
Bukan 'ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Heei heyayaya heya yaya heya
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
__ADS_1
Sungguh aku sayang kamu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Heya yaya heya
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Suara Miu terdengar sangat merdu ditelinga Arabel, ya karena memang suaranya merdu. Arabel dan yang lainnya juga ikut bernyanyi bersama, dengan setiap lirik yang dinyanyikan oleh Miu. Semua yang ada disana bertepuk tangan untuk Miu, tidak terkecuali juga dengan Arabel.
Miu dan Arabel beradu pandang, lalu sebuah senyuman mengembang dibibir mereka. Miu kemudian mengajak Arabel ke perpustakaan sekolah. Disana, Arabel melihat ada sebuah kado untuknya dari Miu. Arabel menatao Miu, lalu laki-laki itu mengangguk. Arabel membuka kado pelan-pelan, dilihatnya disana sudah ada sebuah buku yang berwarna merah muda.
" Novel?" tanya Arabel, Miu mengangguk.
" Kamu akan menyukai novel ini, Ilea." Arabel mengangguk dan tersenyum, dia memang sangat suka membaca novel.
" Ayo kita pulang!!" ajak Miu, Arabel mengangguk.
Miu mengajak Arabel pulang dengan sepeda yang sudah dia beli, mobilnya sudah dibawa supir sejak tadi. Sebuah sepeda berwarna baby pink yang sangat imut, jika Miu menggunakannya.
" Kita pulang naik sepeda?" tanya Arabel, Miu mengangguk.
" Apa Ilea keberatan?" tanya Miu, Arabel menggeleng.
" Tidak sama sekali. Aku malah penasaran, bagaimana rasanya naik sepeda ketika pulang sekolah. Bukannya Kak Miu tahu, jika aku, Titan, dan Arya sering bersepedaan bareng?" Jawab Arabel dengan wajah penuh semangat, membuat Miu semakin bersemangat untuk segera mengayuh sepeda.
__ADS_1
Arabel dan Miu pulang kerumah sambil menikmati keindahan disekelilingnya, mereka berdua masih mengenakan seragam sekolah. Arabel bersenandung kecil, sambil memeluk novel yang diberikan Miu untuknya.