Beauty Girl

Beauty Girl
Love you/ love you not


__ADS_3

Hari Senin tiba, semua murid kelas XII melaksanakan ujian nasional. Rasanya sangat jantung berdebar, karena akan menghadapi soal-soal yang mungkin tidak terduga sebelumnya. Ada yang membaca buku untuk mengingat materi yang belum sempat dipelajari, atau hanya sekedar mengingat-ingat yang dipelajari malam tadi. Ada pula yang terlihat santai atau mungkin pasrah dengan ujian yang akan dilaksanakan.


Ketika jam ujian akan dimulai, mereka masuk kelas dan berdoa sungguh-sungguh. Resa memandangi komputer yang ada didepannya, entah apa soal apa saja yang keluar untuknya nanti. Sebelum mengklik "mulai", Resa menarik nafas panjang dan mengucap basmallah.


Resa harus bersungguh-sungguh menjawab soal semampunya, apapun hasilnya, semoga tidak mengkhianati usahanya selama ini. Jika dia mendapatkan hasil terbaik, maka ia akan mendapatkan beasiswa yang selama ini didambakannya.


Setelah empat hari dilaksanakannya ujian nasional, para murid bisa bernafas lega. Berbagai macam ujian sudah mereka lewati, tinggal menunggu hasilnya. Setelah ujian, kelas XII akan diliburkan oleh sekolah.


" Hubby, boleh aku ikut kekantor kamu?" tanya Resa.


" Kamu gak sekolah?" tanya Reyan memastikan, Resa menggelengkan kepalanya.


" Kan aku sudah ujian."


" Boleh ikut aja kekantor, lagian kalau ada kamu aku nya semangat kerja."


Resa tersenyum bahagia, ia ingin merasakan bagaimana suasana bekerja di kantor sebesar itu. Resa membawa bekal untuk mereka makan siang nanti. Azel ingin kerumah temannya,karena ia juga sudah diliburkan sekolah. Sedangkan Miu, sekolah dan les pulang jam 4 sore.


Reyan membukakan pintu mobil untuk Resa, para karyawan melihat kejadian itu bingung. Bagaimana mungkin seorang Reyan, pengusaha besar melakukan hal tersebut? dengan senyumannya Resa keluar dari mobil. Untuk kedua kalinya mereka dikejutkan, karena ternyata boss nya membukakan pintu mobil untuk gadis itu.


" Silahkan Nyonya Resa Aditya Pratama," kata Reyan lalu mencium tangan istrinya itu.


" Aku malu karyawan kamu dari tadi memperhatikan kita loh!"


" Biarin aja, mereka iri melihat keromantisan kita."


Kemudian, Reyan menggandeng tangan istrinya itu. Resa tersenyum sepanjang koridor kantor yang mereka lalui.


" Selamat pagi, pak!" sapa karyawan disana.


" Pagi!"

__ADS_1


Mereka terpesona dengan kecantikan gadis yang dibawa Reyan, dia terlihat sangat muda. Apa mungkin gadis itu, anak Pak Reyan? tanya mereka. Karena selama ini yang mereka tahu, Reyan mempunyai anak remaja gadis.


" Cantik banget anak Pak Reyan."


" Pengen deh punya istri kayak dia."


" Dia yang gak mau sama lo."


" Jahat lo, ya sama gue."


" Bukannya jahat, bro. Cuman gue mau buat lo sadar aja," kata temannya sambil menahan tawa.


Reyan samar-samar mendengar perkataan karyawannya tentang dirinya dan Resa. Dia sebenarnya kesal, karena Reyan dan Resa dikira ayah dan anak. Memang sih, dia punya anak remaja, tapi kan bukan gadis yang disebelahnya ini. Reyan kemudian melamun ketika mereka di dalam lift, ia masih kepikiran tentang impian Resa kuliah keluar negeri.


" Kamu ada meeting hari ini ,hubby?" pertanyaan Resa membuyarkan lamunan Reyan.


" I..iya, entar jam 11 siang. Sayang kamu gak papa aku tinggal meeting sebentar?"


" Gak papa,kok. Kan aku bisa keliling kantor kamu."


" Gak mungkin, aku kan gak cantik."


" Yang, kita punya cermin besar Lo dirumah banyak lagi."


" Iya, terus?"


" Masa gak sadar, kamu tuh cewek paling cantik."


" Kalau aku gak cantik, kamu gak bakal mau kan menerima tawaran mama aku dulu."


" Gini, yah. Cantik itu bisa diwujudkan kalau kita merawat diri. Sebenarnya, struktur muka kamu itu udah bagus banget loh. Dan pada dasarnya kamu udah cantik, ditambah sekarang bisa perawatan. Makin top deh cantiknya!"

__ADS_1


" Kalau nanti aku jelek, kamu bakal ninggalin aku?"


" Apa? ya, enggaklah, kamu kan istri aku. Bagaimanapun kamu, tetap aja paling cantik menurut aku."


" Gombal kan?"


" Beneran."


Sebenarnya, Resa juga akan tetap menjaga penampilan untuk suaminya. Bagaimanapun, ia tahu jika setiap orang pastilah menyukai keindahan. Dia sendiri juga tahu, Reyan sangat menjaga penampilannya untuk tetap terlihat tampan dihadapannya.


" Kita hari ini pulang jam berapa?"


" Mungkin, jam 4 sore."


Reyan kemudian masuk keruangannya yang sangat luas. Resa menyukainya karena disana ada ruangan khusus untuk beristirahat. Sebuah kamar yang digunakan Reyan, apabila ia terlalu sibuk dikantor.


" Kamu istirahat aja didalam, aku kerja dulu." Kata Reyan kepada Resa sambil mencium puncak kepala istrinya.Resa mengangguk, tapi tujuannya kesini ingin tahu bagaimana rasanya kerja di kantor. Reyan terlihat fokus menatap laptop, Resa duduk di sofa sambil memakan snack yang dibawanya. Ia tidak ingin mengganggu suaminya bekerja, meskipun ia ikut kekantor. Karena kekenyangan, Resa tertidur di sofa. Reyan memanggil Resa dan matanya tetap fokus ke laptop.


" Yang, sayang," panggil Reyan, kemudian dia mengangkat wajahnya dan dilihatnya Resa sudah tertidur pulas. Reyan mendekati istrinya itu dan tersenyum menatap wajah Resa yang sangat cantik. Ia merasa beruntung memiliki Resa sebagai istrinya, meskipun usianya masih muda tetapi dia tidak terlalu manja. Reyan mengelus rambut Resa dan mencium puncak kepala istrinya itu. Dia mencium aroma jeruk yang wangi, Reyan tahu Resa suka memakai shampoo anak kecil.


Reyan mengambil jas yang disediakan oleh Resa untuk jaga-jaga apabila kotor. Diselimutinya istrinya itu dengan penuh kasih sayang. Resa sebenarnya tidak suka menggunakan selimut apabila tidur siang hari, jadilah Reyan menggunakan jas miliknya untuk istrinya itu.



" I love you!" kata Reyan membisikkan kata-kata itu kepada Resa yang masih terlelap.


" Jangan tinggalin aku, yang. Aku gak mau pisah sama kamu." Reyan mencium tangan Resa dan setitik air mata menetes dari matanya. Tapi Reyan sadar, dia tidak boleh egois, menghalangi mimpi istrinya yang sudah berjuang meraih itu sejak 3 tahun lalu.


" Apapun keputusan kamu, aku bakal dukung, sayang. Tapi jangan pernah tinggalkan aku demi laki-laki lain."


Reyan mengusap air matanya agar tidak ada yang melihat kesedihannya, apalagi Resa. Kemudian, dia keruang meeting tanpa membangunkan Resa. Reyan tidak mau, istrinya bangun gara-gara dirinya. Setelah Reyan keluar dari ruangan, Resa membuka matanya. Karena sebenarnya, ia terbangun mendengar isak tangis Reyan.

__ADS_1


Resa tidak menyangka Reyan sangat takut kehilangan dirinya, apalagi mereka menikah menurutnya terjadi tanpa ada landasan cinta. Namun, memang kadang-kadang Resa menyadari bahwa Reyan mencintai dirinya tulus. Hal itu juga sudah terlihat dari tatapan mata Reyan, saat pertama kali bertemu dengan dirinya.


Resa belum tahu, apakah dirinya juga sudah mencintai Reyan atau belum? pernikahan yang terjadi beberapa bulan itu memang bukan mimpi yang buruk bagi dirinya, tapi bukan juga mimpi yang indah untuk Resa.


__ADS_2