Beauty Girl

Beauty Girl
Kenapa Ilea?


__ADS_3

Arabel merebahkan badannya di kasurnya yang selama ini dia rindukan, Azel mengusap lembut rambut gadis kecilnya. Dia sangat menyayangi Arabel, seperti dirinya menyayangi kedua anaknya.


" Bunda, adek mau lanjut S2 disini." Kata Arabel, Azel mengangguk sambil tersenyum.


" Boleh, bunda malah senang kalau adek nyambung kuliah disini."


Tidak lama kemudian, Arabel tertidur. Azel pelan-pelan menutup pintu ketika keluar dari kamar Arabel, agar dia tidak membangunkan gadis itu.


Helen dan Karin sedang mengobrol dengan Titan dan Arya, kedua sahabat Arabel. Mereka memang akrab, apalagi Arya dan Helen pernah menjalin hubungan spesial.


Miu mendekati Azel yang sedang duduk menonton televisi, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada kakaknya itu.


" Kak!" Azel menengadah menatap wajah tampan Miu, dia tersenyum sebagai balasannya.


" Ada apa Miu?"


" Aku ingin bertanya sesuatu dengan kakak." Jawab Miu ragu-ragu, Azel menatap intens wajah laki-laki dihadapannya ini.

__ADS_1


" Menurut kakak, apa Ilea mau menikah denganku?" tanya Miu.


" Kenapa tidak? kamu baik, tampan, cerdas, dan juga mapan."


" Kak Azel tahukan kalau jarak usia kami jauh, aku tidak yakin Ilea ingin segera menikah. Sedangkan usiaku sekarang sudah 31 tahun."


" Apa kamu menyukai gadis kecil itu?" tanya Azel, Miu mengangguk pelan.


" Dia mengingatkanku kepada Mommy Sa, hanya saja sikapnya lebih manja." Jawab Miu dengan suara pelan.


" Miu, kamu tahukan Arabel memang sedikit manja? tapi, dia sebenarnya adalah gadis yang dewasa. Kamu akan tahu itu, ketika kamu sudah mengenal adek." Jawab Azel, Miu mengangguk.


" Aku juga tidak tahu, kak. Aku memang menyukai gadis itu, terapi aku sendiri masih bimbang untuk menikah dengannya."


" Kamu harus memantapkan dirimu dahulu, kakak tidak ingin kamu menikahi Arabel karena terpaksa. Jika kamu terpaksa, Arabel pasti juga tidak ingin menikah walaupun itu pesan terakhir daddy."


" Sebaiknya, kalian harus saling mengenal terlebih dahulu. Kakak yakin, benih-benih cinta itu akan tumbuh seiring waktu. Dan untuk jarak usia kalian, kakak rasa itu bukan halangan. Kakak dan Om Roni kan menikah dengan jarak usia 21 tahun, dan tentunya terpaut lebih jauh usia. Tapi kalau kalian saling cinta, kakak yakin itu bukan suatu halangan untuk kalian bersama."

__ADS_1


" Terima kasih, kak."


Miu meninggalkan Azel dan naik menuju kamarnya, namun dia melihat pintu kamar Arabel sedang terbuka lebar. Terlihat jelas, Arabel sedang menikmati keindahan kota dari balkon kamarnya."


Miu mengetuk pintu kamar Arabel, sang empunya langsung menoleh kearah sipengentuk pintu.


" Boleh aku masuk?" tanya Miu, Arabel mengangguk.


" Ada apa, kak?" tanya Arabel, ketika Miu sudah berada disampingnya.


" Ada yang ingin kakak sampaikan, apa Ilea sedang sibuk?" tanya Miu, padahal sudah jelas jika Arabel sedang santai.


" Kak Miu terlalu formal dengan Ilea. Tapi boleh Ilea bertanya?" tanya Arabel kepada Miu.


" Kenapa hanya kakak yang memanggil Arabel dengan sebutan Ilea?"tanya Arabel penasaran.


" Dulu Daddy memberi nama Ilea, Arabella. Dan Kak Miu ikut menyumbang nama, yaitu Ileana. Kak Azel yang memberi nama panggilan untuk Ilea, yaitu Arabel atau Abel. Jadi sejak saat itu, semua orang memanggil Ilea, Arabel. Kecuali Kak Miu tentunya."

__ADS_1


Arabel mengangguk, dia sekarang mengerti kenapa hanya Miu yang memanggilnya dengan sebutan " Ilea".



__ADS_2