Beauty Girl

Beauty Girl
Dulu


__ADS_3

Didalam mobil Titan, Arya dan Helen sedang duduk bersebelahan. Suasana mobil terasa sunyi, Arya dan Helen fokus kearah jalanan yang terlihat dari kaca mobil.


Arya diam-diam memperhatikan Helen, yang terlihat sangat cantik ketika diam menurutnya.


" Cantik banget ya?" Helen tersenyum narsis sambil memandangi Arya yang gugup, karena ketahuan diam-diam memandangi wajah sang mantan.

__ADS_1


" Ih, apaan sih. Orang aku lagi lihat pemandangan itu."


" Oh, aku kira diam-diam masih ada perasaan buat aku. Tapi maaf nih ya, aku sudah move on dari kamu. Dan kayaknya, setelah dipikir-pikr aku sudah jatuh cinta sama Kak Miu deh." Bisik Helen ditelinga sang mantan."


Karin sangat gugup ketika duduk disamping Titan, perasaan yang berusaha dia kubur malah semakin subur. Seberapa kerasnya pun Karin berusaha move on dari Titan, semakin perasaan itu bertambah.

__ADS_1


" Kak Miu, kalau boleh tahu bagaimana sih mommy dan daddy dulu?" tanya Arabel berusaha mencairkan suasana.


" Daddy Rey adalah laki-laki tampan, mapan, dan bertanggung jawab. Ketika aku berkeluarga, aku ingin seperti Daddy Rey dan Mommy Sa. Yang saling mengerti dan setia satu sama lain. Sedangkan Mommy Sa, dia perempuan yang sangat cantik. Selain cantik, dia juga sangat cerdas juga peduli dengan sesama, sama seperti kamu. Dia memang masih sangat muda ketika berumah tangga, tapi sikapnya bisa menyesuaikan kapan dia harus menjadi dewasa dan manja." Arabel mengangguk, dia merasa jika dirinya tidak seperti mommynya dulu. Dia adalah gadis yang manja, meskipun ada beberapa sifat mereka banyak yang sama.


" Mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi, meskipun usia terpaut 16 tahun. Pasangan yang sangat bahagia, dan melewati semua suka suka bersama. Dan akhirnya, saat Mommy Sa pergi, Daddy Rey sangat terpukul apalagi saat itu baru saja kamu lahir ke dunia. Buah hati yang selama ini mereka nanti-nanti, namun Daddy harus menerima kenyataan, jika Mommy Sa harus pergi saat itu. Daddy sakit-sakitan selama seminggu, setelah itu dia juga pergi."

__ADS_1


" Sebagai anak pertama, tentu Kak Azel merasa sangat sedih karena kehilangan dua orang yang sangat dia sayangi. Dia takut, jika dirinya tidak bisa menjaga kamu dan juga aku dengan baik. Karena bagaimanapun, tanggung jawabnya semakin banyak. Sejak saat itu, kamu dianggap menjadi anak bungsu dalam keluarga Kak Azel dan Om Roni. Saat kamu belum berusia 4 tahun, aku melanjutkan pendidikanku ke Australia. Jadi kemungkinan, kamu sudah melupakan aku. Padahal dulu, aku sering ngajak kamu main loh. Sekarang, bayi kecil dulu sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Ketika melihat kamu, rasa rinduku kepada mommy Sa mulai terobati. Karena kalian sangat mirip."


" Aku jadi penasaran deh, semirip apa sih kami? Kata Bunda sih, Aku sama Mommy Sa memang sangat mirip. Kalau lihat di foto sih memang mirip, tapi pasti akan berbeda jika melihat langsung. Tapi, mungkin takdir tidak menginginkan dua orang yang mirip ini bertemu." Miu menatap Arabel, dia tahu jika gadis itu pasti sangat merindukan kedua orangtuanya, meskipun mereka tidak pernah bertemu.


__ADS_2