
Resa memejamkan matanya sambil menikmati masker yang terasa dingin diwajah. Wajah yang dulu dekil dan penuh jerawat, pelan-pelan berubah menjadi semulus jalan tol. Seperti biasa Resa sering bermimpi tentang pangeran yang jatuh cinta kepada dirinya. Setidaknya sekarang dia lebih percaya diri dengan wajah yang semakin cantik. Tanpa Resa sadari ia mengingau dan mamanya sudah datang dari luar kota.
Tiba-tiba ada cowok berlutut dihadapan Resa dan membawakan setangkai mawar berwarna pink.
" Pangeran, I love you too."
Mama menggerakkan badan Resa untuk membangunkannya, sebenarnya ia sudah biasa mendengar Resa mengigau dan menyebut nama Pangeran. Ditatapnya wajah anak satu-satunya itu, kini setelah 1 bulan ia pergi, wajahnya tampak berubah dan sangat cantik.
" Sa, bangun!"
Resa pun membuka matanya," Mamah udah pulang?"
__ADS_1
" Iya, nih oleh-oleh buat kamu,"
Resa tersenyum menerima buah tangan dari ibunya itu, meskipun wanita itu kadang suka menghinanya dan membandingkan Resa dengan orang lain. Tentu saja, Resa tahu ibunya sangat menyayanginya.
" Makasih,ma," ucap Resa, dan mama mengangguk.
" Ternyata cuman mimpi," ucap Resa lirih, ketika menyadari cowok yang romantis tadi cuma ada di mimpinya.
Pada dasarnya Resa cantik dan itu tertutupi karena ia tidak bisa merawatnya. Namun kini ia semakin rajin merawat diri. Sekarang Resa juga ingin belajar, karena ia akan turun sekolah 2 hari lagi.
Dua harapan Resa kini sudah terwujud, ia semakin pandai bahasa inggris dan matematika dan tentu saja semakin cantik. Para tetangga sekarang menatapnya bukan dengan tatapan sinis seperti dulu, mereka terpesona dengan kecantikan gadis berusia 15 tahun itu.
__ADS_1
" Cewek, cewek!" kata laki-laki itu sambil bersiul.
Sebenarnya jadi cantik juga tidak enak, bagaimana tidak? ia selalu diganggu cowok-cowok yang tidak tahu etika itu. Tapi setidaknya, sekarang ia tidak mendengar kata-kata cacian lagi.
Sebenarnya Resa tidak suka digoda cowok-cowok ketika dia berjalan dihadapan mereka. Ia pun tidak pernah berusaha menarik perhatian mereka.
" Mau di anterin neng?"
" Gak ," jawab Resa sambil buru-buru mempercepat langkah kakinya.
Perubahan sifat Resa kini semakin terlihat, dia bukannya tambah periang tetapi malah menjadi pendiam. Bukan apa-apa, ia tidak ingin mulutnya menjadi kotor seperti orang lain karena ada bahan bullyan baru, ya itu anak tetangga Resa. Badannya besar bisa dikatakan obesitas, berkacamata, kulit putih namun tidak terawat dan banyak bekas jerawat. Menghina fisik orang lain terkadang menurut orang lain itu hal yang lumrah dan wajar, namun tentu saja tidak bagi yang mendapat bullyan. Body shaming bahkan bisa membuat orang lain menjadi minder dan tidak percaya diri bahkan parahnya lagi menganggap dirinya sangat jelek dan menjadi tidak bersyukur. Cantik itu apakah harus seperti yang orang lain katakan? haruskah menunggu penilaian orang lain tentang kita itu membuktikan kita cantik? tentu saja tidak, Tuhan ciptakan kita dengan segala kelebihan dan kekurangan.
__ADS_1
Tidak dipungkiri saat ini, Resa bersyukur wajahnya semakin cantik. Tapi hal yang menyebalkan adalah pasti selalu ada laki-laki sering menggodanya dan membuatnya risih. Dulu aja, mereka sering mengejek dirinya dan membuatnya minder.