
Resa dan Reyan pulang kerumah dan membelikan sesuatu untuk Azel dan Miu. Reyan sudah mengirimkan pesan untuk Tia, agar hari ini datang kerumahnya.
Reyan: Tia
Tia: Ada apa, Rey?
Reyan: Kamu bisa datang hari ini kerumahku? ada yang ingin kami bicarakan tentang Azel.
Tia: Tentu, aku akan kesana. Lagi pula, aku juga kangen banget sama Azel.
Reyan: Okay.
Reyan menoleh kearah Resa, istrinya itu tersenyum kearahnya. Resa tidak pernah cemburu apabila Reyan dan Tia masih saling berkirim pesan, dia juga tahu jika suaminya itu dan Tia selalu membahas tentang Azel. Lagi pula, mereka juga sangat jarang berkirim pesan.
Resa tidak ingin hubungan Reyan dan mantan istrinya tidak baik, bagaimanapun mereka tetap harus saling berkomunikasi tentang Azel. Lagi pula, Tia juga sudah mempunyai pasangan yang sangat dia cintai.
" Sayang."
" Ada apa?" tanya Resa, dan menatap mata suaminya dalam.
" Apa kamu tidak keberatan jika aku dan Tia kadang masih berkirim pesan? tapi benar deh, kami hanya membahas tentang Azel."
" Enggak, lagi pula aku percaya dengan kamu. Tapi satu hal, aku tidak akan percaya lagi dengan orang yang sudah mengkhianati aku. Kalian juga harus saling mendukung, untuk tetap membuat Azel merasa lengkap. Lagi pula, mantan tidak harus jadi musuhkan? apalagi, diantara kalian masih ada Azel yang perlu kasih sayang." Jawab Resa, Reyan mengangguk. Dia tidak mungkin kembali lagi kepada Tia, karena ada seorang gadis yang telah mengisi hati dan pikirannya.
__ADS_1
" I love you, sayang."
" I love you too."
Tia berangkat kerumah Reyan, hubungan mereka memang lebih mencair ketika ada Resa. Gadis itu menyadarkan mereka untuk tidak saling egois, karena masih ada Azel yang perlu kasih sayang kedua orang tuanya. Tia sangat bersyukur, karena Resa sudah menjadi ibu tiri yang sangat baik untuk anaknya. Bahkan Tia sadar, jika Azel memang lebih nyaman dengan Resa ketimbang dirinya. Dia sendiri merasa gagal menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, terutama untuk Azel. Air mata Tia mengalir di pipi mulusnya, dia sangat bahagia karena melihat putri kesayangannya itu mempunyai seorang ibu sekaligus sahabat untuknya.
Azel keruang kerja Reyan, dia ingin mengambil minuman diruangan ayahnya itu. Karena minuman kesukaannya sudah habis, jadi dia akan mengambil diruangan ayahnya. Azel masuk keruangan kerja yang sangat besar itu, dia mendudukkan dirinya diatas sofa. Dia tidak ingin duduk di kursi kebanggaan Reyan, karena lebih enak jika duduk diatas sofa itu. Hingga mata Azel awas melihat sesuatu diatas meja, sebuah kotak berwarna pink. Diatas kotak itu tertulis kata-kata " My little daughter". Ragu-ragu Azel mengambil kotak itu, dan membukanya. Disana ada beberapa foto didalam album yang berwarna pink itu, senyum diwajahnya Azel mengembang.
Reyan dan Resa akhirnya sampai dirumah, mereka segera masuk. Miu ketiduran dikamarnya, Resa dan Reyan tersenyum melihat anak itu. Kelihatannya Miu sangat lelah hari ini, mungkin dia kelelahan karena bermain dengan Azel.
Resa dan Reyan mencari Azel, gadis itu juga tidak ada dikamarnya. Reyan takut jika Azel pergi dari rumah, karena belum mendapat restu darinya. Tapi dia menampik pikiran itu, karena Azel tidak mungkin melakukan hal itu. Reyan mencari keberadaan Azel dirumah itu, hingga matanya melihat pintu ruang kerjanya terbuka. Dan benar saja, Azel ada didalamnya.
Disana Azel sudah menitikkan air matanya, ketika melihat buku Reyan yang menuliskan kebahagiaannya memiliki Azel sebagai anaknya. Azel selama ini juga tahu, jika daddynya itu sangat menyayangi dirinya. Namun setelah membaca tulisan dibuku itu, Azel merasa rasa sayang daddynya melebihi apa yang dia pikirkan selama ini. Album fotonya ketika kecil juga membuatnya terharu, karena Reyan masih menyimpan foto-foto yang dirinya sendiri lupa kejadian saat itu.
" Daddy?" Azel terkejut melihat Reyan sudah ada diruangan itu, cepat-cepat dihapusnya air matanya yang sukses lolos begitu saja dari matanya.
" Kenapa menangis, sayang?" tanya Reyan kepada Azel, dan menghampiri anak gadisnya itu. Azel menatap daddynya lama, dia merasa sangat beruntung memiliki daddy seperti Reyan.
" Daddy, aku sayang daddy." Kata Azel dan memeluk tubuh Reyan.
" Daddy juga sayang Azel, sayang banget. Little daughterku yang dulu, sekarang sudah beranjak dewasa. Tapi bagi daddy, Azel tetaplah bayi kecil yang sangat lucu." Kata Reyan, sambil menunjuk foto Azel saat masih bayi. Azel tersenyum kepada daddynya, air matanya tetap mengalir. Tentu saja ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. Azel merasa bernostalgia dengan masa kecilnya, lewat foto-fotonya saat masih kecil.
__ADS_1
" Coba Azel ingat nggak ini kapan?" tanya Reyan kepada anak gadisnya itu. Azel menggeleng, dia benar-benar melupakan kenangan masa kecilnya.
" Ini kita lagi liburan, kira-kira umur kamu 4 tahun. Saat itu Azel nggak mau sikat gigi didalam kamar di resort, tapi maunya sikat gigi diluar." Kata Reyan sambil tersenyum menatap wajah putrinya itu, dia masih tidak percaya jika Azel sudah dewasa saat ini. Waktu berlalu terasa begitu cepat, bahkan sangat cepat.
" Kalau ini daddy dan Azel lagi mau liburan berdua, kita lagi di bandara. Sebenarnya bertiga sih, sama Roni. Dia yang ngambil foto kita berdua."Sambung Reyan, Azel masih mengangguk-angguk saja.
" Kalau ini princess daddy, kamu saat itu merengek mau pakai dress. Padahalkan cuacanya lagi panas, tapi kamu malah marah kalau bajunya diganti." Kata Reyan, sambil menunjukkan foto dirinya dengan Azel kecil.
" Ini daddy dan Azel lagi main ketaman, saat itu Azel habis menang lomba loh. Lomba fashion show, dan sebagai hadiahnya, Daddy ajak Azel jalan-jalan seharian." Kata Reyan sambil tersenyum melihat foto-foto lamanya dengan Azel, ada raut kesedihan dimatanya. Sejak kecil Azel tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya, terutama dari mamanya.
Reyan sebisa mungkin, meluangkan waktunya untuk Azel. Tapi tetap saja, dirinya juga sangat sibuk kerena harus menangani langsung bisnis miliknya. Hingga mereka membalik lembaran album itu, difoto terakhir disana ada Reyan, Tia, dan Azel kecil. Saat itu, pertama kalinya Tia mengajak Azel dan Reyan jalan-jalan. Biasanya, dia selalu menolak jika diajak jalan-jalan oleh Azel.
Difoto itu, Azel terlihat sangat bahagia. Kenangan masa kecilnya paling berkesan adalah saat itu, dimana dirinya akhirnya bisa jalan-jalan dengan kedua orang tuanya. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia, namun setelah kejadian itu. Ternyata Tia, semakin menjadi-jadi berselingkuh dibelakang Reyan. Rumah tangga mereka bertahan, karena Reyan tidak ingin anak-anaknya menjadi korban. Namun sebagai laki-laki biasa, dia juga akhirnya menyerah. Dan akhirnya Reyan dan Tia bercerai.
__ADS_1
Dibalik dinding, diam-diam Resa melihat kejadian itu. Dia bahagia sekaligus terharu, karena Azel dan Reyan memang sangat dekat sejak dulu.