
Hari ini adalah hari ketujuh sejak kepergian Resa, Reyan setiap hari selalu mengunjungi tempat peristirahatan terakhir istrinya itu.
Kondisi Reyan semakin menurun, dia merasa jika dirinya juga akan segera menyusul istrinya. Reyan memanggil Resa dan juga Miu, kedua anaknya itu segera datang.
" Ada apa, daddy?" tanya Azel, Reyan tersenyum menatap dua anaknya itu.
" Kemarilah, ada yang ingin Daddy bicarakan."
Azel dan Miu mendekat dan duduk disamping Reyan, lalu Reyan memeluk kedua anaknya.
" Zel, kalau daddy pergi, tolong jaga Miu dan juga Arabel."
" Ma..Maksud daddy apa?"tanya Azel, dia bingung dengan ucapan daddynya.
__ADS_1
" Jika daddy meninggal, tolong jaga Miu dan Arabel."
" Daddy, jangan berkata seperti itu. Aku tidak ingin kehilangan daddy." Jawab Azel, Reyan memeluk putri sulungnya yang cantik itu.
" Kamu harus janji sama daddy, harus jadi istri dan ibu yang baik untuk Roni, Karin, dan Helen. Jangan terlalu manja lagi, sayang." Azel mengangguk, Reyan tersenyum menatap putri kesayangannya itu.
" Jagoan daddy sekarang sudah besar, Miu janji ya, buat jagain kakak dan adik kamu." Miu tidak bisa berkata-kata lagi, entahlah dia sangat sedih mendengar kata-kata Reyan. Miu sangat menyayangi ayah angkatnya itu dan tentunya juga Resa.
" Miu, boleh daddy minta sesuatu?" tanya Reyan penuh pengharapan, Miu mengangguk.
" Jika Miu keberatan, Daddy tidak akan memaksa hal ini." Sambung Reyan, Miu hanya tersenyum kearah daddynya.
" Daddy tenang saja, aku janji." Jawab Miu, Reyan memeluk tubuh putranya itu.
__ADS_1
" Terimakasih ,Miu." Miu mengangguk, dia sebenarnya masih gamang dengan janjinya itu. Apalagi jarak usianya dengan Arabel terpaut sangat jauh, sekitar 13 tahun lebih.
Setelah permintaan terakhir Reyan kepada Miu, malam itu Reyan menghembuskan nafas terakhirnya. Azel merasa sangat terpukul, karena kehilangan 2 orang yang sangat dia sayangi dalam waktu berdekatan. Kubur Resa dan Reyan bersebelahan, mereka seolah tidak bisa berpisah lama.
Sejak saat itu, Azel dan Roni mengangkat Miu dan Arabel sebagai anak mereka. Karin dan Helen juga diberitahu, jika Arabel adalah adik bungsu mereka. Azel dan Roni tidak ingin, jika Arabel merasa dipilih kasihkan karena dia bukan anak kandung Azel dan Roni. Tapi mereka selalu membawa Arabel, dan memberitahukan jika Reyan dan Resa adalah daddy dan mommynya. Sedangkan Azel dan Roni, memang dipanggil ayah dan bunda oleh anak-anaknya.
Fakta lain juga terungkap, jika Resa adalah anak kandung dari Roni. Saat ibunya Resa meninggalkan Roni, dia dalam keadaan berbadan dua. Keluarga Roni memaksa jika gadis itu, harus meninggalkan Roni saat itu. Ibu Roni memberitahukan hal itu lewat sebuah surat, dan Roni langsung menyuruh anak buahnya menyelidiki dimana anak dan istrinya itu. Azel juga tidak keberatan dengan hal itu, karena jika bertemu pun Roni tidak akan rujuk dengan istrinya.
Tetapi takdir berkata lain, Resa dan mamanya sudah meninggal dan Roni sangat menyesal karena dia baru mengetahui fakta tersebut. Padahal, mama Resa bekerja dirumah Reyan.
Namun saat itu, memang Roni masih ada diluar negeri. Ayah Resa selama ini, adalah pengagum rahasia mama Resa sejak dulu. Mereka kembali bertemu, dan akhirnya menikah. Mama Resa juga tidak ingin mengingat tentang Roni lagi, namun kadang dia sedikit membuat Resa sakit hati. Dia tidak pernah bermaksud demikian, tapi setiap melihat Resa dia selalu teringat dengan Roni.
Sampai akhir hayatnya, Resa tidak mengetahui fakta tersebut. Roni menyesal, karena dia tidak bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk Resa.
__ADS_1
Arabel