Beauty Girl

Beauty Girl
Cinta


__ADS_3

Aelie sejak tadi hanya melamun, dia masih memikirkan cowok yang membuatnya jatuh cinta. Hingga mereka sebentar lagi perpisahan, cinta Aelie belum juga terbalaskan. Memang sulit ketika kita harus mencintai seseorang, yang bahkan tidak mengetahui perasaan kita. Selama ini, Aelie menjadi secret admirer cowok itu. Yang bisa dia lakukan hanya memandangi foto cowok itu. Foto yang diam-diam diambil Aelie, ketika laki-laki itu sedang main basket juga membaca buku di perpustakaan.


Namanya Zafran, laki-laki yang selama ini selalu membuat Aelie tersenyum-senyum sendiri hanya dengan melihat fotonya. Siapa sih yang tidak jatuh cinta dengan Zafran, walaupun dia tampan, keren, pintar,jago olahraga, tapi dia tidak pernah tebar pesona ketika cewek-cewek disekolah. Tentu saja tanpa dia tebar pesona, para cewek akan selalu terpesona dengannya.


" Aelie, kamu kenapa?" tanya Resa, karena sejak tadi gadis itu tersenyum-senyum sendiri.


" Kak Resa?"


" Ayo, lagi mikirin apa?" goda Resa, Aelie tersenyum malu.


" Aelie boleh nanya sesuatu sama Kak Resa?"


" Boleh dong, mau nanya apa?" tanya Resa. Aelie dan Alia memang tidak pernah curhat dengan Tia, karena memang mamanya itu sibuk. Apalagi mereka masih mempunyai 2 adik yang masih kecil, jadi pastilah kasih sayang mamanya lebih banyak tercurahkan kepada Asiel dan Aron.


" Kak Resa gimana sih cara ngedeketin cowok?" tanya Aelie, Resa tersenyum. Dia tahu saat ini gadis dihadapannya itu sedang jatuh cinta. Apalagi cinta remaja memang terasa sangat menggebu-gebu, dan Resa sudah pernah merasakan itu sekali. Walaupun akhirnya, dia harus dipermalukan didepan teman-temannya. Hingga keadaan itu berbalik ketika SMA, Rio yang memohon-mohon kepadanya untuk mau menjadi pacar cowok itu.


" Aku gak pernah sih PDKT sama cowok, ya sebatas mengagumi diam-diam aja."


" Cowoknya suka sama Kak Resa?" tanya Aelie penasaran. Resa menggeleng, dia bahkan tidak ingin mengingat tentang Rio lagi.


" Dia gak suka, malah ketika cowok itu tahu perasaan aku. Dia malah mempermalukan aku didepan teman-teman. Saat itu, aku bahkan tidak ingin lagi bertemu dengannya lagi."


" Cewek secantik Kak Resa dipermalukan? sekarang, pasti menyesal tuh cowok."


" Kan Kak Resa dulu dekil, jadi dia nolak waktu itu. Sampai akhirnya, kami bertemu lagi di SMA. Dan keadaan sudah berbalik, aku tidak seperti dulu lagi. Aku sudah berubah. Bukan hanya sekedar fisik, namun juga prestasi. Aku waktu SMP murid yang tidak berprestasi, ditambah lagi penampilan seperti itu. Hingga kami bertemu lagi, dan perasaan aku kepada dia sudah tidak ada."


" Terus, dia cinta sama Kak Resa?"


" Dia nembak aku beberapa kali, tapi perasaan aku kepada dia sudah berbeda. Apalagi, ketika ingatanku tentang bagaimana dia mempermalukan aku. Bukannya dendam, tapi aku hanya tidak ingin mempunyai pasangan seperti dia. Kamu lagi jatuh cinta ya?" tanya Resa, Aelie mengangguk.

__ADS_1


" Kak Resa, mau gak make over Aelie? please!!"


" Mama Tia gak keberatan?" tanya Resa, dia tidak enak dengan Tia. Resa tidak ingin dianggap lancang, karena bagaimanapun seharusnya Tia yang make over Aelie.


" Enggak, lagian Mama Tia sibuk."


" Kamu itu cantik banget loh, lie. Gak mungkin, cowok itu gak suka sama kamu."


" Tapi kenyataannya begitu, dia bahkan sudah mempunyai gadis impiannya sendiri."


" Kamu tahu siapa cewek itu?"


" Gak, soalnya cowok itu misterius banget. Susah ngorek-ngorek rahasia tentang dia "


" Kamu maunya gimana nanti?" tanya Resa.


" Maksudnya?"


" Gak, Aelie takut. Lagian, Aelie gak mau yang kelihatan mengejar-ngejar dia. Nanti, Aelie cuma mau tampil maksimal. Setidaknya dihari-hari terakhir kami, dia melihat Aelie tambah cantik. Aelie mau, dia yang akan menyatakan perasaannya sama Aelie. Diakan cowok."


" Kamu benar, nanti Kak Resa bantu sebisanya."


" Makasih, Kak Resa."


" Sama-sama."


*****


" Alia boleh nikah muda kayak Azel?" Dio dan Tia menggeleng bersamaan.

__ADS_1


" Lagian kamu mau nikah sama siapa?"


" Kalau ada calonnya, bolehkan?"


" Nikah muda gak gampang loh, kamu harus tahu itu. Ego masih sama-sama besar, dan banyak yang bercerai karena pernikahan dini."


" Kak Azel dibolehin, masa Alia gak?"


" Roni kan baik, lagi pula Azel lebih dewasa daripada kamu."


Alia memang berniat ingin menikah muda, apalagi ketika dia mengenal Resa. Dia melihat bagaimana bahagianya keluarga kecil Reyan dan Resa, dan Resa bisa menjadi istri sekaligus ibu diusianya yang masih sangat muda. Resa bahkan harus menjadi ibu untuk gadis seperti Azel, yang masih labil- labilnya. Dia bisa membuat Azel lebih lebih dewasa, dan Alia ingin belajar dari Resa.


" Jadi, kalau Alia bisa dewasa kayak Kak Azel, boleh dong nikah muda?" tanya Alia kepada Dio dan Tia. Mereka sebenarnya bingung, kenapa anak-anak mereka ingin menikah muda. Padahal itu bukan hal yang mudah, mungkin mereka melihat rumah tangga Resa dan Reyan.


" Mungkin, lagian ngapain sih kamu ngebet banget pengen nikah? umur kamu juga masih 17 tahun."


" Karena Alia melihat Daddy Rey dan Kak Resa, mereka so sweet banget. Pokoknya mereka berdua pasangan sangat serasi deh, kayak mama dan papa." Reyan menghampiri mereka yang sedang asik mengobrol, apalagi Alia membawa namanya dipercakapan mereka.


" Ada apa sama Daddy Rey, Ya?"


" Alia mau nikah muda juga kayak Azel,dia mau rumah tangganya kayak lo sama Resa." Jawab Dio, Reyan hanya tersenyum.


" Nikah muda gak gampang loh, Ya. Buktinya, Daddy Rey kan pernah gagal dalam pernikahan karena menikah muda." Kata Reyan, Dio dan Tia berpandangan.


" Maaf, bukan maksud gue bahas masa lalu. Tapi supaya Alia bisa mengambil hikmah dari cerita kita, jadi dia harus mempertimbangkan matang-matang keputusannya." Sambung Reyan, Tia dan Dio hanya tersenyum dan mengangguk.


" Iya, gue paham kok bro." Jawab Dio,dia tidak tersinggung dengan ucapan Reyan. Dia hanya menyesali perbuatannya dimasa lalu, yang membuat rumah tangga Reyan dan Tia hancur. Azel menjadi korban perceraian mereka, sedangkan Aelie dan Alia dulu sempat tidak percaya jika Dio adalah ayah mereka. Dari dulu, Azel, Alia, dan Aelie memang dekat dengan Reyan. Tapi setelah perceraian dan kebenaran terbongkar, Alia dan Aelie bahkan tidak berani menemui Reyan. Mereka malu jika bertemu dengan Reyan, laki-laki yang mereka pikir ayah kandung. Ternyata hanya Azel saja yang anak kandung Reyan, dan mereka harus menerima kenyataan itu.


" Tapi kalau Alia mau nikah, satu hal yang penting. Kalian harus mengurangi ego masing-masing, jangan sampai itu menghancurkan rumah tangga kalian."

__ADS_1


" Kamu juga harus saling percaya dan saling setia, dan mama gagal saat itu melakukan ini."


__ADS_2