
Hari berganti kian cepat, tidak terasa sudah delapan bulan Arabel disini. Hubungannya dengan Miu juga semakin dekat, walaupun Arabel belum yakin apakah hatinya sudah jatuh cinta atau belum kepada laki-laki itu.
Miu membukakan pintu mobil untuk Arabel, gadis itu tersenyum kearah laki-laki tampan dihadapannya itu. Arabel memang merasakan bahagia ketika bersama Miu, tapi dia juga bahagia ketika bersama kedua sahabatnya. Jadi hingga saat ini, Arabel masih bertanya tentang hatinya sendiri.
" Kita mau kemana, kak?" tanya Arabel kepada Miu.
" Nanti kamu juga kamu akan tahu." Jawab Miu tersenyum, Arabel sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan dari laki-laki tampan disampingnya ini.
Arabel hanya menurut saja, Miu kadang mencuri pandang kepada gadis cantik itu. Ada rasa ingin memiliki dan melindungi Arabel, namun Miu juga masih belum tahu apakah Arabel sudah jatuh cinta kepadanya atau belum.
Arabel dan Miu berhenti disebuah mall dan pergi ke bioskop. Arabel pernah bilang kepada Miu, jika dia tidak pernah nonton bareng dengan laki-laki kecuali kedua sahabatnya.
__ADS_1
" Ini mungkin bukan yang pertama untuk kamu nonton dengan laki-laki, tapi ini pertama kalinyakan kamu nonton bukan dengan Titan dan Arya?" tanya Miu, Arabel mengangguk.
Ketika didalam bioskop, sebelum film dimulai. Miu ingin mengatakan sesuatu, namun dia ragu.
" Ada apa, kak?" tanya Arabel yang tahu, jika Miu ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
" Ilea, aku ingin bertanya sesuatu dengan kamu?"
" Apa kamu setuju.... maksudku dengan perjodohan Daddy Rey kepada kita berdua?" tanya Miu kepada gadis disampingnya.
" Aku akan menerimanya, kak."
__ADS_1
" Apa kamu sudah mencintaiku, seperti aku juga sudah mencintaimu?" tanya Miu penuh harap.
" Untuk itu, aku belum yakin.Aku belum bisa memastikan, apakah aku sudah jatuh cinta atau belum kepada Kak Miu. Maaf kak, untuk yang itu aku masih meragukannya." Jawab Arabel jujur, ada kekecewaan dari ekspresi Miu. Namun, Miu juga tidak ingin egois kepada Arabel dan memaksa gadis itu untuk membalas perasaannya.
" Aku akan menunggu saat kamu sudah jatuh cinta kepadaku, Ilea. Aku ingin mendengar dari mulutmu, jika kamu mencintaiku. Aku akan menunggu saat itu tiba." Jawab Miu, Arabel mengangguk.
Setelah film selesai, Miu dan Arabel pergi ke restoran khas Nusantara. Arabel sebenarnya merasa jika dirinya memang menyukai Miu, tapi bukan mencintai laki-laki itu. Ataukah dia belum menyadari perasaannya sendiri? Astaga, kenapa masalah cinta bisa serumit ini?
" Ilea, aku ingin memperjuangkan cintaku kepadamu. Aku ingin melukiskan kenangan-kenangan indah bersamamu. Selama aku masih bernyawa, aku akan tetap memperjuangkanmu. kecuali kamu sendiri yang memintaku untuk mundur, dan sudah mendapatkan pengganti. Aku akan mengikhlaskan kamu dengan orang lain." Miu memandang Arabel dengan tatapan penuh cinta, tidak keraguan jika dia memang sudah jatuh cinta kepada gadis dihadapannya ini.
" Makasih kak, aku akan berusaha membuka hatiku untuk kakak. Beri aku waktu, untuk meyakinkan diriku bahwa aku cinta atau belum kepada kakak." Jawab Arabel dengan senyumannya kepada Miu.
__ADS_1
" Aku tidak akan menolak perjodohan kakak denganku, karena ini permintaan terakhir Daddy. Tapi aku ingin meyakinkan diriku sendiri terlebih dahulu. Jika aku memang mencintai kakak, aku tidak ingin melakukan semua ini terburu-buru. Apa Kak Miu keberatan menungguku sebentar lagi?" tanya Arabel, Miu menggelengkan kepalanya.