
" Lagi pula kamu kan tahu kalau Kak Roni itu baik. Kamu juga sudah mengenalnya dari kecil, jadi aku rasa kalian sudah mengenal baik satu sama lain."
Reyan berpikir, tidak semudah itu mengikhlaskan putrinya untuk menikah dengan orang lain. Dia memang sudah mengenal Reyan sejak dulu, bahkan dia tahu bagaimana kisah cinta sahabatnya itu. Meskipun jarak usia mereka 3 tahun, tapi keduanya memang sangat akrab.
" Aku akan mempertimbangkannya, lagi pula aku ingin melihat keseriusan Roni untuk anak kita." Jawab Reyan, Resa mengangguk dan tersenyum. Dia akan selalu membantu Azel mendapatkan restu, dan tentunya tidak memaksa Reyan memberikannya. Apalagi bagaimanapun, Azel adalah putri satu-satunya Reyan. Tentu dia selalu ingin putrinya itu mendapatkan yang terbaik.
Dulu Roni memang playboy, tapi beberapa tahun belakangan ini dia berubah. Mungkin karena usianya semakin tua, Roni tidak ingin lagi main-main masalah cinta. Dia sudah ingin membina rumah tangga, karena usianya juga sudah sangat matang untuk menikah.
" Sayang, besok kita jalan-jalan yuk!!" ajak Reyan, sambil memeluk Resa dari belakang. Istrinya itu sedang, menyuapinya brownies dan cemilan.
" Mau kemana?"
" Nanti kamu juga tahu. Sayang, kenapa kamu suka buat cemilan sih?" tanya Reyan, dia sebenarnya sangat menyukai setiap masakan istrinya. Tapi...
" Kenapa? nggak enak ya?" tanya Resa sambil menatap mata suaminya.
" Bukan begitu, aku selalu suka masakan kamu. Tapi kalau manis-maniskan gak bagus buat kesehatan, apalagi mulai sekarang aku mau makan-makanan yang sehat. Supaya awet muda terus, dan kamu tambah cinta." Jawab Reyan dengan senyuman tampannya, Resa hanya menatapnya tanpa membalas senyuman dari suaminya itu.
" Kamu ganteng kok kayak gini, nanti siapa yang ngabisin makanan yang aku buat?" tanya Resa lirih, Reyan meneguk salivanya. Dia sepertinya salah bicara, mungkin Resa mengira masakan buatannya tidak enak.
" Sayang, masakan kamu itu enak-enak banget. Tapi kita kan juga harus menjaga kesehatan, jangan berlebihan makan makanan yang mengandung banyak kalori dan gula seperti ini. Aku mau, kesehatan kamu dan aku tetap terjaga. Aku nggak mau kamu sakit, jadi kita harus menjalani pola hidup sehat." Jawab Reyan sambil mencium puncak kepala istrinya, Resa menimbang hal itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya, tapi dia juga tidak bisa melepaskan kelezatan makanan-makanan ini.
" Sayang, bolehkah jika kamu saja yang makan makanan sehat?" tanya Resa dengan tatapan memohon. Dia tidak bisa, hanya makan makanan yang menurutnya tidak menggugah selera itu.
" Baiklah, tapi kamu jangan terlalu berlebihan makan makanan seperti itu lagi." Jawab Reyan, dia tidak bisa memaksa istrinya. Lagi pula, Resa memang mempunyai hobi memasak dan memakan masakannya itu.
__ADS_1
Reyan sebenarnya ingin mengajak istrinya itu menjalani hidup sehat, Resa juga sering berolahraga. Tapi untuk urusan makanan, istrinya itu tidak bisa diganggu gugat. Dia sangat menyukai berbagai macam cemilan manis dan asin.
" Kenapa kamu sangat cantik?" tanya Reyan sambil terus memandangi istrinya. Resa yang mendengar itu langsung tersipu malu.
" Karena aku punya suami yang sangat tampan." Jawab Resa, membisikkan kata-kata itu ditelinga Reyan.
" Benarkah?" Resa mengangguk, dia tidak berbohong. Reyan memang sangat tampan dan juga keren diusianya sekarang. Semua orang yang belum mengenal mereka pasti akan mengira suaminya itu, masih berumur 20 an.
Tidak lama kemudian, Resa sudah memejamkan matanya. Dia sangat ngantuk hari ini, dan juga lelah. Reyan mengusap rambut istrinya dengan lembut, sambil memandangi wajah cantik istrinya. Raut wajah bahagia terlihat dari ekspresi Reyan, dia merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Resa.
***
Sekitar jam 2 siang, Reyan dan Kaira berangkat dari rumah. Azel dan Miu sedang asik dikamar mereka. Lagi pula kedua anak itu, tidak ingin mengganggu kedua orang tua mereka yang seperti orang pacaran. Tentu saja jika dilihat Resa dan Reyan seperti orang pacaran, karena memang Resa masih muda.
" Sayang, sudah siapkan?" tanya Reyan, Resa mengangguk. Mata Reyan menatap wajah istrinya, dia selalu semakin kagum dan cinta kepada istrinya itu. Memang selama ini, banyak cewek-cewek yang mendekati Reyan. Tapi laki-laki yang bernama Reyan, hanya akan selalu menatap kearah Resa dengan penuh cinta. Lagi pula setelah mengetahui siapa istri Reyan, para wanita itu akan minder dengan kecantikan dan kecerdasan yang dimiliki Resa.
Reyan mengajak Resa ke restoran outdoor yang sangat indah, disana dikelilingi bunga yang berwarna-warni. Resa tersenyum bahagia melihat itu, dia memang sangat menyukai bunga. Tangan kanan Reyan memeluk pinggang istrinya itu, dan tersenyum melihat raut bahagia dari wajah Resa.
" Kamu suka?" tanya Reyan kepada Resa.
" Banget. Makasih ya, hubby sayang." Jawab Resa, sambil terus tersenyum menatap mata suaminya.
" Sama-sama. I love you, sayang." Kata Reyan, sambil mencium tangan Resa.
" I love you too, hubby."
__ADS_1
Resa dan Reyan memesan makanan di restoran itu. Reyan sengaja menyewa tempat itu, hanya untuk mereka berdua. Dia tidak ingin ada orang lain, yang menggangu keromantisan dia dan Resa. Waiters membawakan minuman dan makanan untuk mereka berdua, tapi semuanya serba satu porsi. Minuman mereka juga tersedia dua sedotan.
" Selamat menikmati, Tuan dan Nyonyak !!" kata waiters itu dengan penuh hormat.
" Terima kasih." Jawab Resa dan Reyan berbarengan.
Reyan dan Resa memakan makanan yang dihidangkan sepiring berdua, saling suap-suapan. Minum segelas berdua, dengan sedotan masing-masing tentunya.
" Are you happy, baby?" tanya Reyan sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
" Hubby, I'm always happy with you." Jawab Resa, dan membalas senyuman dari suaminya.
" I love you, honey."
" I love you too, hubby."
Setelah selesai, Reyan membawa Resa jalan-jalan dan menikmati waktu berdua. Mereka memang selalu bahagia, setiap saat ketika bersama. Reyan menghentikan langkahnya disebuah jembatan, Resa menatap suaminya itu bingung.
" Hubby, kamu lelah?" tanya Resa kepada suaminya itu.
" Enggak, aku masih kuat kok lagian aku belum setua itu sayang." Jawab Reyan, dan mencium tangan istrinya dengan lembut.
" Sayang, wefie dulu yuk!! yang romantis ya." Ajak Reyan, Resa mengangguk setuju. Lagi pula, mereka berdua memang jarang mempunyai foto berdua diluar seperti ini. Mereka mencoba beberapa foto wefie, salah satunya Reyan mencium kepala istrinya dan Resa memonyongkan bibirnya sambil memegang ice cream.
__ADS_1