Beauty Girl

Beauty Girl
Dia


__ADS_3

Arabel dan laki-laki yang belum dia ketahui siapa namanya itu mengantar nenek dan Amira. Sejak tadi, Amira duduk dipangkuan Arabel. Dia merasa sangat nyaman duduk dipangkuan gadis cantik itu.


" Rumah nenek dimana?" tanya Arabel, nenek memberitahukan jalan menuju rumahnya. Mereka harus melewati gang yang sempit untuk sampai kerumah nenek.


" Ini rumah nenek?" tanya laki-laki itu, nenek mengangguk. Hati Arabel mencelos, rumah itu jauh dari kata layak huni.


" Nek, boleh Amira saya bawa ke mall?" tanya laki-laki itu. Nenek khawatir jika dia orang jahat. Namun, laki-laki menyakinkan dia tidak akan berbuat hal seperti yang nenek itu takutkan.


" Lagi pula nenek bisa ikut." Nenek itu menggeleng, dia harus menyiapkan dagangannya untuk dijajakan besok hari.


" Nenek percaya dengan aku?" tanya Arabel, nenek itu mengangguk.


" Biar aku ikut dengan mereka berdua, jika dia berani berbuat macam-macam. Aku akan menendangnya."Laki-laki itu menatap tidak percaya Arabel.

__ADS_1


" Nenek bisa ikut malam ini, untuk dagangan nenek biar aku yang bayar. Jadi, besok nenek tidak perlu berdagang." Nenek itu menggeleng, tubuhnya sudah sangat lelah dan sakit hari ini.


" Ini kartu identitas saya sebagai jaminan." Sambungnya, nenek dengan ragu-ragu menerima kartu itu.


Laki-laki itu menggendong Amira dengan Arabel yang berjalan disampingnya. Sekilas, mereka seperti pasangan muda yang sudah memiliki anak.


" Apa Amira senang mau ke mall?" tanya Arabel, anak kecil itu mengangguk.


Sesampai di mall, mereka bertiga langsung ke toko yang menjual pakaian anak. Jika berurusan dengan belanja, Arabel jagonya. Dia langsung memilihkan banyak pakaian dan perlengkapan untuk Amira. Setelah itu, mereka membelikan susu dan makanan untuk Amira.


" Sepertinya kamu juga lapar." Laki-laki itu tersenyum kepada Arabel yang memang seperti sedang kelaparan. Apalagi dikantong Arabel hanya ada uang 20 ribu, dia tadi hanya berniat beli pop corn dipasar malam, dan sekarang malah pergi ke mall dengan seorang anak perempuan dan juga laki-laki yang namanya saja dia tidak tahu.


Mereka bertiga sudah ada disebuah restoran, sebelumnya mereka membelikan bubur terlebih dahulu untuk Amira. Dengan telaten Arabel menyuapi bubur untuk Amira.Sifat manja Arabel seketika hilang begitu saja, berganti dengan sikap keibuan.

__ADS_1


" Hari ini lagi ada promo dessert untuk suami istri, apa kalian ingin mencobanya?" tanya waiter dengan senyuman ramah.


" Suami istri?" Arabel terkejut, karena Waiter itu mengira jika dia dan laki-laki yang disampingnya itu adalah suami istri.


" Tentu, kami ingin mencobanya." Jawab laki-laki itu, Arabel hanya melongo kebingungan.


Laki-laki itu memandangi Arabel yang sedang menyuapi Amira, dia berharap, suatu saat mereka akan dipertemukan lagi setelah ini.


" Kita mau kemana lagi?" tanya Arabel kepada laki-laki itu yang sedang membawakan banyak belanjaan untuk Amira.


" Aku lupa membelikan pakaian untuk nenek Amira." Arabel membelokkan langkahnya kedalam toko, sambil memilih pakaian untuk nenek, dia masih tetap menggendong Amira.


Laki-laki itu lagi-lagi tersenyum kagum memandangi Arabel, dia berharap pertemuan kali ini menjadi pertanda jika mereka akan berjodoh.

__ADS_1


" Kenapa melamun?" tanya Arabel menghampiri laki-laki itu, dia lantas menggeleng sambil tersenyum. Arabel dan laki-laki itu segera pulang, karena mereka tidak ingin membuat nenek Amira khawatir.


" Tuhan, aku ingin dia menjadi milikku."


__ADS_2