Beauty Girl

Beauty Girl
Pohon mangga


__ADS_3

Arabel sedang memanjat pohon mangga didekat taman rumahnya. Tidak lupa, Arabel juga membawa pisau untuk mengupas buah manis berwarna hijau dan sedikit kekuningan itu. Arabel memang sangat menyukai buah-buahan, begitu juga dua sahabatnya.


Dibawah pohon mangga ada sebuah kursi panjang diletakkan, Miu duduk disana sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Sedangkan Arabel, dia sedang asik menikmati buah mangga yang sangat manis. Arabel mengupas kulit buah mangga, dan membiarkannya jatuh kebawah. Lagi pula, kulit mangga bukan sampah yang berbahaya menurut Arabel. Dia akan Membersihkannya nanti, ketika sudah selesai menikmati buah kesukaannya itu.


Miu merasakan ada benda yang terjatuh diatas kepalanya, dan itu terjadi berulang kali. Miu meraba rambutnya, bukan kotoran burung tetapi kulit buah mangga. Dia melihat seorang gadis sedang menikmati buah mangga, dia seperti tidak sadar membuang kulit mangga keatas kepala Miu.


Miu kembali duduk, dia pikir mungkin Arabel tidak akan membuang kulit mangga itu lagi keatas kepalanya. Tapi ternyata, yang terjadi malah sebaliknya. Kulit mangga itu kembali jatuh diatas kepalanya.


" Ilea!!" Arabel mencari sumber suara.

__ADS_1


" Dibawah." Mata Arabel melihat laki-laki yang sedang menatapnya.


" Kak Miu, ada apa?" tanya Arabel dengan wajah tidak bersalah.


" Rambut Kak Miu sekarang maskeran pakai kulit mangga?" tanya Arabel sambil terkikik, Miu hanya menatapnya dingin.


Arabel mengambil beberapa mangga dan membawanya kebawah. Dia menghampiri laki-laki tampan yang sedang menatapnya dengan pandangan tidak bisa diartikan.


" Maaf ya, adek gak tahu kalau kakak ada dibawah." Arabel memegang tangan Miu dan menuntunnya agar duduk kembali.

__ADS_1


Arabel mengupas buah mangga yang sudah dia ambil untuk Miu. Miu menatap wajah gadis dihadapannya itu, Arabel terlihat sangat cantik hari ini. Rambutnya dibiarkan terurai, dan senyuman gadis itu membuatnya berkali-kali lebih cantik hari ini menurut Miu.


" Coba deh mangganya, manis banget loh." Arabel menyerahkan mangkok plastik, yang memang sengaja dia bawa sejak tadi kepada Miu.


Miu memakan buah mangga pelan-pelan, dia begitu menikmati rasa manis dari buah itu. Arabel hanya tersenyum melihatnya, dia tahu jika hampir semua orang menyukai buah mangga yang sejak kecil dia tanam itu.


" Maniskan?" tanya Arabel lagi, Miu mengangguk setuju.


" Kak Miu tahu gak kalau mangga ini adek tanam sejak umur 4 tahun? Waktu itu, ayah membelikan bibit buah mangga untuk kami bertiga. Tapi karena adek yang paling suka buah ini, dan ternyata cuman pohon mangga adek yang tumbuh sampai sekarang." Arabel menyunggingkan senyumnya, sambil menatap pohon mangga yang dia tanam bersama Karin dan Helen.

__ADS_1


Miu mengangguk, dia masih menyiapkan mental untuk memberitahu Arabel tentang perjodohan mereka berdua. Jujur, Miu mulai jatuh hati kepada gadis kecil itu. Pertama kali melihatnya kembali ketika sudah remaja, Miu mengira Arabel akan menjadi gadis yang super manja. Meskipun kenyataannya, Arabel memang gadis yang manja. Tapi terkadang, sifat Arabel bisa menjadi sangat mandiri.


Melihat Miu melamun, membuat Arabel bertanya-tanya. Apakah Miu masih belum memaafkannya? atau mungkin..... hmmmmmm, ini pasti berhubungan dengan pesan terakhir daddynya. Jujur untuk saat ini, Arabel sendiri belum mengetahui jawaban apa yang seharusnya akan dia berikan nanti. Dia tidak memungkiri, jika Miu adalah laki-laki yang banyak diidamkan para wanita.


__ADS_2