
Reyan dan Miu masuk kedalam restoran tempat Resa, Azel, dan Roni bertemu. Matanya tertuju pada satu gadis, yang sedang asik mengobrol dengan seorang pria. Reyan mendekati Resa, dia penasaran istrinya itu sedang berduaan dengan siapa. Apalagi, disana jua Azel tidak ada.
Reyan terkejut, karena ia baru menyadari laki-laki itu adalah Roni. Reyan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa mereka berduaan dimeja restoran.
" Sayang," Kata Reyan dengan wajah cemberut, memanggil istrinya dari belakang. Resa langsung membalikkan badannya, dan dia terkejut melihat suaminya itu disini.
" Hubby?"
" Aku ganggu kamu lagi berduaan sama dia?" tanya Reyan dengan nada ketus, dia terlihat sangat kesal dengan Resa dan Roni yang sedang berduaan dimeja itu.
" Kamu cemburu?" tanya Resa menghampiri Reyan dan Miu. Dia tahu suaminya itu, pasti sudah salah sangka dengan dirinya.
" Mana Azel?" tanya Reyan lagi, tidak lama kemudian Azel sudah keluar dari toilet.
" Daddy!" panggil Azel dari jarak tidak begitu jauh.
" Rey, ini gak seperti yang kamu lihat tadi." Kata Roni kemudian, dia tidak ingin sahabat sekaligus bosnya itu salah paham.
" Hubby, duduk dulu. Kamu mau makan apa?" tanya Resa, dia berusaha untuk membujuk Reyan yang kelihatannya sedang marah dengan dirinya.
" Terserah." Jawab Reyan singkat, Resa tersenyum melihat kelakuan suaminya itu. Bagaimana mungkin laki-laki itu, apabila sedang marah sangat lucu.
" Rey, ada yang mau aku bicarakan sama kamu." Kata Roni, dia terlihat sangat serius. Roni tahu, jika Reyan mengira dirinya sedang mendekati Resa. Apalagi dulu, Roni memang sangat mengagumi Resa. Hingga sekarang, dirinya masih kagum dengan gadis itu.
" Kamu mau bilang, kalau kamu mau merebut Resa dari aku?!!" kata Reyan dengan nada tinggi, laku memalingkan wajahnya dari mereka.
" Sayang, ada Miu jangan gitu dong." Kata Resa berbisik kepada suaminya, dan mencium pipi Reyan sekilas. Tentu saja, Reyan diam-diam tersenyum karena mendapatkan itu.
" Daddy, Azel mau bilang sesuatu.Tapi janji jangan marah ya." Kata Azel kemudian, dia tidak ingin ayahnya terus-menerus salah sangka. Reyan yang mendengar hal itu, mempersiapkan nyalinya untuk mendengarkan penjelasan dari putrinya itu.
" Tergantung."
" Ya udah deh, Azel gak jadi cerita."
__ADS_1
" Ya udah, iya."
" Jadi sebenarnya....."
" Sebenarnya apa?" tanya Reyan penasaran.
" Gue sama Azel mau menikah, dan kami perlu restu lo." Jawab Roni cepat, Reyan langsung melotot kearah Roni dan Azel.
" Enggak boleh." Jawab Reyan cepat, mana mungkin dia merestui Azel menikah dengan laki-laki yang bahkan lebih tua daripada dirinya.
" Tapi, daddy.."
" Pokoknya nggak boleh, Azel pulang sekarang." Kata Reyan menarik tangan Azel dan Resa. Resa juga memegangi tangan Miu dan mereka meninggalkan restoran itu. Roni terdiam disana, dia harusnya sudah tahu jawaban Reyan. Tapi dia akan tetap mempertahankan Azel, bagaimanapun caranya meluluhkan hati Reyan agar merestui hubungan mereka.
Didalam mobil, Reyan dari tadi hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Resa tahu jika suaminya itu, pasti akan menolak lamaran Roni untuk Azel.
Sesampainya dirumah, Reyan langsung masuk kedalam kamarnya. Resa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
" Mommy Sa." Kata Azel dengan lirih, dia menatap sedih kearah Resa.
" Miu, sekarang mandi dulu ya." Kata Resa kepada Miu, dan Miu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Resa masuk kedalam kamarnya, disana dilihatnya Reyan sedang didalam kamar mandi. Tidak lama kemudian, Reyan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih merajuk dengan istrinya. Resa tersenyum kearah suaminya itu, lalu dia masuk kamar mandi.
Reyan berbaring ditempat tidurnya, dia merajuk dengan istrinya karena Resa tidak mengajak dirinya juga makan di restoran. Bahkan, istrinya itu menyembunyikan keinginan Azel untuk menikah dengan Roni. Tidak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Resa keluar dengan senyumannya kearah Reyan, meskipun suaminya itu membalas dengan wajah masam.
" Kamu marah sama aku?" tanya Resa mendekati Reyan, yang sedang asik memainkan handphonenya.
" Itu tahu." Jawab Reyan singkat, Resa memeluk suaminya itu. Dia tahu, Reyan apabila merajuk pasti seperti itu.
" Kamu marah kenapa?" tanya Resa memandangi wajah suaminya itu, Reyan diam-diam mencuri pandang kepada istrinya. Reyan masih saja diam, dia benar-benar merajuk kepada Resa.
Karena tidak ada jawaban dari suaminya itu, Resa beranjak dari tempat tidur. Ketika didepan pintu, tiba-tiba Reyan berbicara.
__ADS_1
" Mau kemana?" tanya Reyan, Resa membalikkan tubuhnya dan menghampiri suaminya itu.
" Mau keluar, habisnya kamu gak mau jawab." Resa keluar dari kamar, dan mengambil brownies dan cemilan untuk Reyan dan dirinya. Dia juga membuat jus untuk mereka, juga Azel dan Miu.
Reyan keluar dari kamar, dia takut Resa akan pergi jalan-jalan. Dan istrinya itu, pasti tidak akan mengajak dirinya apabila dia merajuk. Disana, Reyan melihat Resa sedang menuangkan jus kedalam gelas.
" Hubby sayang, duduk deh." Kata Resa dengan senyuman, Reyan menurut saja. Kemudian Resa memeluknya dari belakang, dan mengalungkan tangannya dileher Reyan.
" Masih marah?"
" Menurut kamu?
" Ya udah cerita, kamu marah sama aku kenapa?" tanya Resa, sebenarnya dia juga tahu Reyan marah karena apa.
" Kamu jahat, nggak ngajak-ngajak aku pergi ke restoran. Sampai sana, aku melihat berduaan lagi sama Roni. Terus kamu sengajakan menyembunyikan, kalau Azel dan Roni mau nikah."
" Pertama kenapa aku nggak ngajak kamu, karena Azel memang belum siap kalau kamu tahu Roni memang sudah melamar dia. Dia juga takut, kalau kamu bakal menolak keputusannya menikah dengan Roni. Karena itu, aku menemui Kak Roni dan menanyakan beneran dia mau nikah sama Azel. Kamu tahukan Kak Roni sering bercanda, dan dia juga kan mantan playboy. Tapi setelah tadi bertemu dengan dia, aku tahu Kak Roni tulus sayang dengan Azel. Aku gak berduaan sama Kak Roni, Azel tadi ke toilet waktu kamu datang. So, udah clear kan?"
" Kamu setuju Azel sama Roni?"
" Hubby sayang, Azel sudah dewasa. Dia berhak, memilih jalan hidupnya sendiri. Kita nggak bisa maksa dia buat nggak nikah sama Kak Roni. Lagi pula, Kak Roni kelihatannya cinta banget sama Azel."
" Tapikan jarak usia mereka jauh."
" Iya sih, tapi kamu sama akukan juga jauh. Tapi, kita masih tetap sama-sama sekarang."
Reyan berpikir, dia memang melihat ketulusan dari tatapan Roni untuk Azel. Tapi Reyan takut, Azel masih terlalu muda untuk menikah sekarang. Apalagi jarak usia mereka 21 tahun.
" Aku bukannya nggak merestui, tapi aku takut Azel menikah muda. Aku takut, mental Azel belum siap untuk jadi seorang istri dan ibu. Dia bukan kamu, bisa melakukan yang terbaik sebagai istri dan ibu. Dia juga masih terlalu manja, aku belum percaya dia siap membangun rumah tangga."
" Kalau aku bisa, pasti Azel juga bisa. Lagi pula, semakin kesini anak kita sudah semakin dewasa."
__ADS_1
" Menurut kamu begitu?" tanya Reyan, dan diangguki oleh Resa.