Beauty Girl

Beauty Girl
Calon mertua


__ADS_3

Resa dan Azel hari ini berniat untuk bertemu dengan Roni, tanpa ada Reyan tentunya. Azel ingin hanya Resa yang tahu rencana pernikahannya, untuk sementara ini.


" Hubby sayang." Kata Resa sambil memperlihatkan wajah cantiknya, kepada suaminya itu. Reyan menyadari istrinya itu pasti ingin sesuatu, jika tiba-tiba bersikap manja seperti itu.


" Ada apa, sayangku?" tanya Reyan, dan menuntun Resa untuk duduk dipangkuannya. Reyan mencium lama puncak kepala istrinya, sambil mengelus pipi Resa.


" Boleh aku pergi hari ini dengan Azel?" tanya Resa, dia memang selalu meminta izin suaminya. Bukankah memang itu, yang memang seharusnya dilakukan seorang istri.


" Pergi kemana, sayang?" tanya Reyan menatap mata istrinya, yang sedang berusaha meminta izin kepada dirinya.


" Mungkin ke mall dan restoran."


" Biar supirku yang mengantar kamu."


" Bukannya Mang Dino sedang libur?"


" Bukan Mang Dino, tapi supir pribadiku dikantor."


" Tapi.. Aku ingin hanya pergi berdua dengan Azel. Bolehkan?" tanya Resa dengan mata penuh pengharapan menatap Reyan. Suaminya itu menarik nafas panjang, dia juga tidak ingin istrinya bosan karena dirumah terus. Tapi sudah bisa dipastikan, apabila Resa keluar tanpa dirinya banyak laki-laki yang menggoda istrinya itu. Mereka selalu mengira Resa belum menikah.


" Boleh. Tapi ingat jangan nakal." Kata Reyan kepada Resa, dan mencium kening istrinya itu.


" Terima kasih, hubby."


" Miu biar aku bawa kekantor. I love you, sayangku."


" I love you too, my hubby."

__ADS_1


Resa kemudian, membantu suaminya memasang kemeja dan dasi. Dia menatap wajah tampan suaminya itu, meskipun usianya sudah 36 tahun. Tapi Reyan semakin tampan, tentu saja karena pernikahan mereka bahagia. Reyan juga menatap istrinya dengan penuh cinta, dia merasa beruntung bisa memiliki Resa. Gadis yang usianya jauh dibawahnya, tapi bisa bersikap dewasa sekaligus manja pada waktunya.


Resa dan Reyan keluar dari kamar dan menemui dua orang, yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Makanan sudah tersedia, karena Resa sudah memasak sebelum shalat Shubuh.


" Miu, hari kamu ikut daddy ya. Mommy Sa dan Kak Azel mau quality time berdua." Kata Reyan kepada anaknya itu, Miu mengangguk setuju.


Azel bahagia, karena daddynya mengizinkan Resa pergi berdua dengan dirinya. Azel tahu, Reyan kadang bersikap terlalu posesif kepada Resa.


" Azel, jaga mommy Sa ya. Jangan sampai dia nakal cari cowok lain." Kata Reyan ditengah-tengah waktu makan mereka. Azel tersenyum kepada daddynya itu, dia mengerti apa yang dikhawatirkan Reyan. Daddynya sangat mencintai Resa, bahkan Reyan pernah merajuk kepada istrinya itu karena cemburu.


Resa dan Azel akan pergi ke mall dulu siang hari. Sekitar jam 4 sore, mereka akan menemui Roni direstoran. Mereka jalan-jalan di mall dan belanja berbagai macam, dari baju,sepatu, tas, skincare, makeup sampai perlengkapan dapur. Resa juga tidak lupa, membelikan sesuatu untuk suaminya dan Miu. Reyan sangat bahagia apabila Resa membelikan sesuatu untuk dirinya, meskipun hanya hal-hal sederhana.


Kini waktunya Resa dan Azel bertemu dengan Roni, laki-laki itu sudah menunggu mereka berdua. Tadi dikantor, Roni buru-buru pulang. Reyan dan Miu masih dikantor, dia berniat untuk menemui dua gadis yang sedang menikmati girls time berdua. Reyan melacak keberadaan Resa dan Azel, dan segera mengajak Miu menemui mereka.


" Kamu beneran serius sama Azel, Ron?" tanya Resa to the point. Roni terkejut mendengar Resa hanya memanggil namanya, biasanya ada sebutan Kakak didepan kata Roni.


" Beneran. Kamu gak percaya?"


" Cuman hari inikan?" tanya Roni, Resa mengangguk. Dia sendiri merasa canggung, menyebut Roni tanpa ada iming-iming kata kakak.


" Roni, kenapa kamu mau menikah dengan Azel? bukannya usia kalian terlalu jauh bedanya, 21 tahun. Kamukan bisa cari yang tua juga." Kata Resa memasang wajah serius, tetapi dia menahan tawa karena melihat ekspresi Roni ketika dirinya menyebut laki-laki itu tua. Resa hanya bercanda, dan tidak bermaksud menghina Roni. Mereka memang sering bercanda, bahkan Roni yang sering mengejeknya dan juga suaminya.


" Tapikan gue keren, Sa. Azel aja sampai terpesona dengan ketampanan gue." Jawab Roni, yang merasa tidak deg-degan bertemu calon mertuanya. Roni merasa, Resa lebih cocok menjadi anaknya, bukan menjadi mertuanya.


" Kak Roni serius nih, aku mau nanya." Kata Resa memulai mode serius, dia dan Roni memang sering bercanda.


" Iya, okay."

__ADS_1


" Kak Roni, usia kalian terpaut jauh. Bahkan, lebih jauh daripada aku dengan Reyan. Bukannya Kak Roni bisa mendapatkan perempuan yang lebih matang? Azel kan masih labil, dia terlalu muda untuk menikah saat ini. Di usia 18 tahun, Azel masih harus mengejar cita-citanya dan juga menikmati masa muda."


" Sa, aku beneran serius sama Azel. Selama ini, dia menunjukkan sikap dewasanya seperti kamu. Aku tahu dia memang harus kuliah, aku tidak akan melarangnya. Tenang saja, aku tidak akan melarang Azel untuk masih mengejar mimpinya."


" Kak Roni yakin bisa meyakinkan Reyan? maksudku, dia sepertinya tidak ingin Azel menikah muda." Kata Resa kemudian, dia tahu Roni memang serius dengan Azel.


" Aku akan berusaha semampuku, Ra."


" Kak Roni harus memikirkan kembali pernikahan ini, apa kakak memang sudah sangat yakin? ini pernikahan, tidak seperti pacaran yang bisa putus kapan saja. Banyak hal yang harus dipertimbangkan kembali, apalagi usia Azel masih terlalu muda."


" Aku sudah memikirkannya beberapa kali, bahkan aku juga sudah shalat istikharah untuk meminta petunjuk. Dan aku malah semakin yakin, jika Azel memang jodohku."


" Kak Roni tidak main-main kan dengan Azel? aku tidak ingin putriku terluka, jika kakak hanya menginginkannya karena Azel masih muda." Kata Resa kepada Roni, Azel sedang ke toilet.


" Enggak, Zel. Aku akan selalu berusaha bahagiain Azel."


" Jika memang itu keputusan kalian berdua, aku akan mendukung. Dan aku minta, Kak Roni jangan pernah menyia-nyiakan Azel. Bagaimanapun, Kak Roni lebih tahu tentang Reyan dan Kak Tia saat itu. Azel sangat terpukul, karena perceraian mereka. Jangan sampai, kalian mengalami hal yang sama. Itu juga alasan, kenapa Reyan melarang Azel menikah muda."


" Okay, my little daughter." Kata Roni kepada Resa, itu memang sebutannya untuk istri Reyan.


" Kak, sekarang aku calon mertua kamu loh."


" Tapi kamu tetap aja, my little daughter."


" Kalau aku anak kamu, berarti Azel cucu kamu dong?"


" Ya enggaklah, kamu anak aku, dia calon istri aku."

__ADS_1


" Dia anak aku, kak."


" Gak bisa, kamu tetap anak aku, dia calon istri aku. Lagian, kamu dan Reyan kan lebih tua aku. Kalian berdua itu, anak aku."


__ADS_2