Beauty Girl

Beauty Girl
Special seperti martabak


__ADS_3

Titan menyanyikan lagu itu penuh penghayatan, Arya yang memainkan gitar. Pengunjung restoran terlihat sangat menikmati penampilan dua laki-laki tampan itu.


" Lagu tadi kami persembahkan untuk seseorang yang sangat special untuk kami berdua, dia adalah Arabella Ileana Putri Reypratama." Kata Titan dan Arya setelah selesai menyanyikan lagu, semua orang menatap kearah Arabel yang disorot lampu berwarna kuning.


Arabel sangat bahagia dinyanyikan kedua sahabatnya, meskipun sebenarnya dia jomblo. Kalau begini ceritanya, dia seperti mempunyai dua orang pacar. Arabel menghampiri kedua sahabatnya dan naik kepanggung, lalu memeluk Titan dan Arya.


" Terimakasih kalian sudah menjadi sahabatku selama ini."


" Kami beruntung memiliki sahabat seperti kamu." Jawab Titan dan Arya, para pengunjung restoran itu bertepuk tangan untuk mereka bertiga.


Titan dan Arya menuntun Arabel turun dari panggung, dan kembali kemeja yang sudah mereka pesan. Disana sudah ada bunga dan boneka untuk Arabel.


" Ini buat aku?" tanyanya tidak percaya, Titan dan Arya mengangguk.


" Untuk sahabat kami tersayang."

__ADS_1


" Makasih ya."


" Mungkin saat ini, adek belum mau cerita dengan kami berdua. Tapi, kapanpun adek mau cerita. Aku dan Titan akan selalu ada untuk adek." Kata Arya, Arabel mengangguk sambil tersenyum.


Setelah selesai makan di restoran, Arabel dan kedua sahabatnya pergi ke mall. Seperti biasanya, Arabel selalu lapar mata. Dia memborong banyak pakaian untuk dirinya. Titan dan Arya sejak tadi menunggu gadis itu, kemudian mereka berdua membawakan belanjaan Arabel.


Langkah mereka terhenti, ketika Arabel memasuki toko pakaian laki-laki. Titan dan Arya bingung, untuk apa Arabel memasuki toko pakaian laki-laki? tapi, mereka tetap mengikuti langkah gadis itu.


" Adek mau cari baju untuk siapa?" tanya Titan.


Arabel membawa empat tas belanjaan, dia ingin memberikan itu untuk ayahnya, Titan, Arya, dan juga Miu. Dia hanya tidak ingin pilih kasih, membelikan anggota keluarganya yang lain pakaian, sedangkan Miu tidak mendapatkan itu.


Ketiga sahabat itu sudah dijalan menuju pulang, suasana hati Arabel juga sudah tidak seburuk tadi. Titan dan Arya tersenyum bahagia, melihat perubahan ekspresi Arabel yang semula suram menjadi berseri-seri.


Sesampai dirumah, Zela, Roni,Miu, Helen dan juga Karin sedang makan malam. Arabel dan kedua sahabatnya ikut duduk meskipun mereka tidak makan.

__ADS_1


" Adek ada sesuatu untuk kalian." Arabel mengambil beberapa tas belanjaan untuk keluarga dan sahabatnya.


" Ini untuk Ayah dan Bunda tersayang." Arabel menyerahkan dua tas belanjaan yang berukuran lumayan besar.


" Makasih, sayang." kata Azel dan Roni, kemudian Azel mencium lembut pipi gadis cantik itu.


" Ini buat dua kakak cantik kesayanganku." Helen dan Karin membuka tas belanjaan Arabel, mereka tersenyum bahagia.


" Makasih adekku sayang." Mereka bertiga berpelukan, tidak ada bedanya rasa sayang Helen dan Karin ketika sebelum ataupun sesudah mengetahui jika Arabel bukan saudara kandung mereka.


" Dan ini untuk dua sahabatku yang sangat spesial, seperti martabak." Arabel menghampiri kedua sahabatnya yang tampan, Titan dan Arya tersenyum bahagia. Ternyata, mereka berdua special seperti martabak untuk Arabel. Meskipun, hanya sekedar sahabat.


" Dan ini untuk Kak Miu." Arabel menyerahkan tas belanjaan itu kepada Miu. Miu menerimanya dengan senyuman canggung.


" Terima kasih, Ilea." Arabel mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2