
Reyan dan Miu sudah di bandara menunggu kedatangan Resa dan Azel , yang sudah berlibur tiga hari khusus untuk mereka berdua. Rasanya, Reyan ingin cepat-cepat bertemu dengan istrinya itu. Mungkin cerita cinta antara dua insan ini, yaitu Resa dan Reyan seperti cinta bertepuk sebelah tangan. Namun, Reyan tidak menyerah, dia yakin suatu saat nanti Resa akan mencintainya juga. Saat ini, Reyan ingin membuktikan kepada Resa bahwa dia mencintai gadis itu dengan tulus.
Resa dan Azel akhirnya sampai, disana mereka sudah ditunggu Reyan dan Miu. Reyan segera memeluk istrinya, untuk melepaskan rindunya yang hanya 3 hari berpisah. Resa juga sebenarnya merindukan pelukan hangat dari Reyan. Bagaimanapun, sekarang dia merasa ada yang kurang apabila berjauhan dari Reyan. Untuk cinta, Resa belum bisa memastikan apakah ia memang sudah mencintai laki-laki yang ada dihadapannya kini? Resa tahu Reyan sedang berjuang, membuat dia jatuh cinta kepada suaminya itu.
Reyan sebenarnya, memang tipe laki-laki yang dulu dia diimpikan. Tampan, baik, dan berusaha selalu membahagiakan dirinya. Namun, semua itu belum bisa meyakinkan Resa, apakah benar dia sudah jatuh cinta?
" I miss you, sayang" Kata Reyan kemudian mencium kening Resa. Azel membiarkan mommy dan daddynya melepaskan kerinduan yang hanya terpisah 3 hari. Dulu Azel tidak menyangka, bahwa Reyan bisa jatuh cinta seperti ini kepada wanita. Tetapi, dugaannya ternyata salah. Ayahnya bahkan jatuh cinta sedalam-dalamnya, kepada gadis yang umurnya hanya berbeda 2 tahun dengan dirinya.
__ADS_1
" Yuk, kita pulang!" ajak Reyan setelah melepaskan kerinduannya kepada Resa. Resa dan Azel mengangguk, karena badan mereka juga sangat lelah. Perjalanan yang lumayan lama, namun itu juga terbayarkan dengan keindahan yang disajikan di kepulauan itu.
" Miu udah makan, sayang?" tanya Resa, anak kecil itu mengangguk.
" Udah tadi sama daddy."
" Mommy dan Kak Azel punya oleh-oleh loh buat Miu dan daddy."
__ADS_1
" Nanti kita buka bareng dirumah, ya!!"
Reyan sebenarnya memberikan hadiah liburan kepada Resa dan Azel, karena ia ingin istrinya itu berlibur sebelum dia mungkin akan pergi keluar negeri. Reyan tidak ingin menghalangi Resa, untum mengejar mimpi yang telah istrinya perjuangkan itu. Tapi dia juga tidak bisa mengelak, bahwa Reyan berat berpisah dengan Resa. Apapun keputusan Resa, Reyan akan terus mendukung pilihan istrinya itu.
Ada rasa bersalah dihati Reyan karena telah menikahi Resa yang bahkan belum lulus SMA, dia seperti menjadi penghalang untuk istrinya itu mengejar impiannya. Apa dia harus mengikhlaskan Resa keluar negeri untuk kuliah? atau dia akan menghalangi impian istrinya itu, karena Reyan takut Resa akan meninggalkan dirinya.
Reyan tahu Resa setia, tapi untuk gadis seusia istrinya itu sangat mudah mendapatkan laki-laki. Ditambah, Resa memiliki paras yang sangat cantik, kecerdasan diatas rata-rata, juga etika yang bagus. Pastilah, laki-laki banyak yang tergiur menjadikan Resa sebagai pacarnya. Rasa takut kehilangan, memang sedang menguasai pikiran Reyan saat ini. Dia selalu takut, Resa akan berpaling dari dirinya. Bahkan, sampai saat ini Reyan belum berhasil membuat gadis itu jatuh cinta. Mungkin saja diluar sana, Resa akan menemukan laki-laki yang bisa membuat hatinya luluh lantah.
__ADS_1
Resa memandangi wajah Reyan yang tampak memikirkan sesuatu, dan ia terlihat berpikir keras.
" Ada apa, hubby?" tanya Resa, Reyan hanya menggeleng sambil tersenyum.