Beauty Girl

Beauty Girl
Melahirkan


__ADS_3

Resa mulai merasakan sakit yang luar biasa, Reyan sejak tadi terus menguatkan istrinya. Pembukaan Resa belum lengkap, jadi dia harus menunggu hingga pembukaan sudah lengkap.


Resa memejamkan matanya menahan sakit, Reyan mencium kening istrinya sambil mengelus perut Resa. Dia merasa sangat sedih melihat istrinya seperti ini, tapi juga bahagia karena sebentar lagi mereka akan bertemu dengan malaikat kecil yang selama ini Reyan dan Resa tunggu.


Sejak tadi, Reyan belum makan. Azel mengantarkan makanan untuk daddynya, dia tahu jika Reyan sangat mengkhawatirkan Resa. Reyan tidak lagi merasakan lapar, dia sudah melupakan hal itu. Melihat istrinya menahan rasa sakit, membuat Reyan tidak berselera makan.


Resa melihat Reyan yang belum juga menyentuh makanan, dia mengkhawatirkan keadaan suaminya itu.


" Sayang, kamu harus makan." Reyan hanya tersenyum sebagai jawaban, dia benar-benar tidak berselera makan.


" Kamu harus makan, karena baby perlu kamu, hubby sayang." Resa mengambil makanan yang ada dimeja, disamping ranjangnya.


" Sayang, kamu mau apa? biar aku ambilkan." Reyan segera mengambil kotak berisi makanan, Resa mengambilnya.


" Biar aku suapi." Reyan menatap Resa, istrinya itu masih sempat memperhatikannya bahwa disaat Resa sedang menahan sakit.

__ADS_1


" Aku bisa sendiri, sayang." Jawab Reyan, Resa menggelengkan kepalanya. Hari ini, Resa merasa harus melakukan yang terbaik untuk suaminya.


Resa menyuapi suaminya dengan senyuman dibibirnya, meskipun dia sesekali menahan sakit. Reyan mengelus perut Resa, istrinya itu hanya tersenyum.


" Bolehkah aku minta sesuatu, hubby?" tanya Resa, Reyan menatap istrinya sambil mengangguk.


" Apa yang kamu inginkan, sayangku?" tanya Reyan sambil menatap istrinya, dengan suara lembut.


" Aku ingin ketaman rumah sakit." Jawab Resa, Reyan terdiam sesaat. Kemudian dia mengangguk, mungkin ditaman Resa akan merasa lebih tenang.


" Apa kamu bahagia,sayang?" tanya Reyan yang sedang duduk dikursi taman, Resa mengangguk dan memeluk tubuh suaminya. Resa tidak ingin kehilangan Reyan, sedari tadi dia sangat mengkhawatirkan sesuatu. Tapi Resa sendiri tidak tahu, dipandanginya bunga-bunga yang ada dihadapannya.


" Boleh aku minjam handphone mu, hubby?" tanya Resa, Reyan mengangguk dan segera menyerahkan handphonenya kepada istrinya cantiknya.


Resa mengajak Reyan wefie, padahal dia tidak terlalu suka berfoto. Tapi dia ingin, momen ini tidak terlupakan.

__ADS_1


****


Resa sudah berada diruang bersalin, Reyan sejak tadi selalu ada disampingnya. Reyan memberikan semangat kepada istrinya, yang sedang menaruhkan nyawanya untuk kehadiran buah hati didunia.


" Kamu harus kuat sayang, demi anak kita." Reyan terus-menerus menyemangati Resa, dia menitikkan air mata melihat pengorbanan istrinya.


Tidak lama kemudian, lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan imut. Reyan menangis bahagia, kemudian dia mencium kening istrinya.


" Terima kasih, sayang. Terima kasih." Resa tersenyum, mengangguk dengan wajah pucat. Tidak lama kemudian, Resa pingsan. Dokter segera memberitahu Reyan, jika Resa harus segera ditangani lebih lanjut.


" Ada apa, dok? istri saya kenapa, dok?" tanya Reyan dengan wajah khawatir. Dokter memberitahu, Resa mengalami pendarahan berat pasca melahirkan.


" Lakukan yang terbaik untuk istri saya." Reyan begitu panik mengetahui keadaan istrinya saat ini, Azel masuk mendatangi daddynya yang terlihat sangat sedih.


" Ada apa, daddy?" tanya Azel, Reyan memeluk putri kesayangannya itu.

__ADS_1


__ADS_2