Beauty Girl

Beauty Girl
mengungkapkan


__ADS_3

Miu masih mengumpulkan keberaniannya hingga saat ini, dia takut dengan jawab Arabel nanti. Miu takut, jika Arabel akan menolak perjodohan mereka. Miu berusaha meyakinkan dirinya, bahwa apapun keputusan Arabel dia harus menerimanya.


Azel dan Roni sedang pergi ke bioskop, mereka memang selalu menyempatkan quality time berdua. Sedangkan Helen dan Karin, mereka berdua sedang kerumah Clara. Disana juga pasti ada Terre, keempat sahabat itu memang tidak terpisahkan. Arabel hari ini tidak kemana-mana, badannya terasa pegal sepanjang hari.


Miu ragu-ragu mengetuk pintu kamar Arabel, gadis itu membuka matanya. Badannya terasa sangat malas hari ini, mungkin karena dia kelelahan. Arabel membuka pintu kamarnya, disana dia disuguhkan dengan wajah tampan Miu yang tersenyum menatapnya.


" Ilea lagi sibuk?" tanya Miu, gadis itu lantas menggeleng.


" Ada apa, Kak Miu?" tanya Arabel.


" Ada yang ingin Kak Miu bicarakan."


" Tunggu sebentar, kak." Miu mengangguk sambil mengumpulkan keberaniannya.


Arabel membawa snack ditangannya, Miu hanya tersenyum melihat gadis itu. Ada rasa ingin memiliki yang teramat dalam dari Miu, dia menjadi takut kehilangan Arabel.

__ADS_1


" Kak Miu mau bicara apa?" tanya Arabel sambil menatap wajah Miu.


" Kak Miu mau bilang, kalau...."


" Kalau apa, kak?" tanya Arabel penasaran.


" Begini, sebelum Daddy Rey meninggal, daddy mengatakan sesuatu kepada kakak." Arabel menatap Miu semakin lekat, sedangkan Miu berusaha untuk menyembunyikan kegugupannya.


" Daddy Rey bilang, kalau nanti kamu sudah besar, Kak Miu harus menikahi kamu. Apabila saat ini, kakak masih belum mempunyai pasangan."


" Kak Miu serahkan keputusan ini kepada Ilea. Kalau Ilea setuju, perjodohan ini tetap dilanjutkan. Tetapi.... jika Ilea tidak setujui, maka semua ini kita akhiri."


" Apa Kak Miu ingin mengakhiri semua ini?" tanya Arabel, Miu langsung menggeleng.


" Ini pesan terakhir daddy Rey, sebisa mungkin Kak Miu akan memenuhinya. Jadi, mana mungkin Kak Miu mengakhiri semua ini." Jawab Miu, Arabel mengangguk.

__ADS_1


" Tapi aku mau, Kak Miu dan aku menikah dengan orang yang kita cintai. Aku tidak ingin, Kak Miu terpaksa melakukan ini semua. Ini memang pesan terakhir daddy, tapi jika kita tidak menginginkannya dan terpaksa melakukannya. Aku rasa, daddy juga tidak akan bahagia untuk itu."


" Jadi... Ilea menolak semua ini?" tanya Miu, Arabel menggeleng.


" Aku tidak bilang akan menolaknya, aku hanya mengatakan lebih baik kita menikah dengan orang yang kita cintai. Tapi karena ini pesan terakhir daddy, kita jalani aja dulu. Jika kita sudah saling jatuh cinta, maka perjodohan ini akan berlanjut. Apa Kak Miu mempunyai pacar?" tanya Arabel, Miu menggeleng.


" Aku tidak ingin, jika kakak harus kehilangan yang Kak Miu cintai karena pesan terakhir daddy. Tapi karena kita sama-sama single, tidak ada salahnyakan mencoba?"


" Jadi perjodohan ini kita lanjutkan?" tanya Miu dengan mata berbinar-binar.


" Kita jalani aja dulu, beri aku waktu untuk belajar mencintai kamu. Karena sebelumnya, aku bahkan tidak pernah berpikir ingin menikah dulu. Jika memang Kak Miu yang Tuhan takdirkan untukku, maka kamulah yang terbaik."Miu mengangguk sambil tersenyum, dia berharap jika perasaan cinta akan tumbuh dihati Arabel untuk dirinya.


" Aku kekamar dulu, kak." Miu mengangguk, Arabel langsung menaiki tangga dan masuk kekamarnya. Dan kembali memikirkan keputusannya, semoga ini tidak salah.


__ADS_1


__ADS_2