
Miu dan Azel sedang membicarakan cara agar Arabel menyetujui pernikahannya dengan Miu. Apalagi, Arabel memang bukan gadis yang suka orang lain memutuskan pilihan untuk dirinya. Arabel ingin jika dirinya memilih jalan hidupnya sendiri bukan orang lain.
" Apa Kak Azel yakin Ilea akan menyetujui semua ini?" tanya Miu.
" Kita harus menceritakan semuanya kepada dia, cepat atau lambat, Arabel harus tahu pesan terakhir daddy."
" Aku tidak yakin dia menyetujuinya, bagaimana kalau dia menolaknya?"
" Kamu harus berusaha, tapi jika takdir berkata kalian memang bukan jodoh. Setidaknya kamu sudah berusaha, mewujudkan keinginan terakhir daddy." Jawab Azel, Miu mengusap wajah tampannya kasar.
Diam-diam Arabel mendengar perkataan mereka berdua. Jujur, Arabel masih belum percaya. Dia dan Miu dijodohkan oleh daddynya, dan itu merupakan pesan terakhir Reyan.
__ADS_1
Arabel tidak mencintai Miu dan itu suatu kepastian, bukankah Miu juga tidak mencintainya? lalu, untuk apa mereka berdua menikah? Tapi mengingat itu adalah pesan terakhir sang daddy, membuat Arabel pusing.
Arabel masih bersembunyi dibalik dinding, dia diam-diam mendengarkan pembicaraan dua orang yang sedang asik membahas pernikahannya.
Helen dan Karin juga diam-diam mendengarkan pembicaraan Azel dan Miu. Karin tahu, jika kakaknya mulai jatuh cinta dengan pesona laki-laki matang yang sedang berbicara dengan mommynya.
" Kenapa bukan aku saja yang dijodohkan dengan Kak Miu?" lirih Helen, Karin memegang kedua tangan kakaknya yang kini terlihat sangat sedih.
Namun, jika ini permintaan terakhir daddynya? Apakah Arabel masih bisa menolak semua itu? Arabel memang tidak pernah bertemu dengan kedua orangtuanya, namun dia satu hal yang dia tahu. Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan... Apakah Miu adalah laki-laki terbaik untuk dirinya?
Memikirkan itu membuat kepalanya terasa ingin pecah, Arabel masih sangat muda. Dia merasa, jika dirinya belum puas menikmati masa-masa indah dunia remaja. Dia belum siap untuk semua itu. Dia tahu, jika sudah menikah, tugas dan tanggung jawabnya semakin berat.
__ADS_1
Ada banyak hal yang masih ingin Arabel nikmati. Karena ia tahu, waktu tidak bisa diputar mundur kembali. Arabel hanya ingin masa-masa indahnya selama ini tidak hilang begitu saja.
" Apa aku harus menerima semua ini? atau mungkin menolaknya?" Arabel terduduk lesu sambil bersandar di dinding.
****
" Kamu harus menanyakannya langsung kepada adek, kita juga tidak bisa memaksanya untuk menerima ini semua. Karena yang akan menjalani semua ini adalah kalian berdua, jadi kamu dan adek yang berhak memutuskan. Jangan sampai, dia malah tertekan dengan ini semua." Kata Azel kemudian, Miu mengangguk.
Sebagai anak yang baik, Miu ingin mewujudkan keinginan daddynya. Tapi jika Arabel menolak atau mungkin tertekan dengan semua ini, dia juga tidak bisa memaksanya. Karena pernikahan bukan hanya melibatkan satu orang, tapi kedua pihak harus bisa menerima semua itu.
Miu akan berusaha membuat dirinya dan Arabel sama-sama jatuh cinta, tapi jika memang dia tidak bisa meluluhkan hati gadis itu. Kemungkinan, Miu akan mundur. Tapi untuk saat ini, tugasnya adalah untuk membuat Arabel jatuh hati kepadanya.
__ADS_1