Beauty Girl

Beauty Girl
Kesempatan


__ADS_3

Karin sedang melamun ditaman rumahnya, Arabel mendekati kakaknya itu. Arabel sebenarnya sudah tahu, jika Karin mempunyai perasaan lebih untuk Titan. Namun sebaliknya, sikap Titan belum ada menunjukkan jika dia memiliki perasaan yang sama juga untuk gadis itu.


" Kak Karin, akhir- akhir ini adek lihat kok melamun terus sih?" Karin menatap Arabel sendu. Dia sedih, karena Titan tidak berbalik mencintainya juga. Tapi disisi lain, Karin lega karena Titan jatuh cinta kepada gadis seperti Arabel.


"Kamu memang pantas untuk dicintai, dek." lirih Karin didalam hatinya.


" Kak, cerita sama aku. Siapa tahu, aku bisa bantu kakak."Sambung Arabel lagi, Karin menatapnya sambil tersenyum tipis.


" Kakak lagi gak kenapa-napa kok, cuman lagi gak enak badan aja." Jawab Karin, Arabel mengangguk meskipun dia tahu jika Karin berbohong.


" Kak Karin sudah periksa ke dokter?" tanya Arabel, Karin menggeleng.


" Kakak baik-baik saja, paling besok sudah sehat lagi."

__ADS_1


" Kak Karin kemarin dulu ya, dek." Karin pergi dari sana, meninggalkan Arabel yang terus menatapnya.


" Apa aku comblangin aja ya Kak Karin sama Titan?" Jujur, Arabel sebenarnya tidak ahli dalam mencomblangkan orang lain. Tapi kali ini, Arabel harus mencobanya.


Arabel mengambil teleponnya dan memanggil Titan, dia ingin mengajak laki-laki itu kepasar malam nanti.


Seperti biasanya, Arya dan Titan menjemput tuan putri terlebih dahulu. Tapi berbeda kali ini, Arabel mengajak kedua kakaknya ikut. Miu yang baru pulang dari kantor, dilihatnya Arabel sudah cantik dengan pakaian casualnya dengan rambut yang dibiarkan terurai.


" Kalian mau kemana?" tanya Miu kepada lima orang dihadapannya itu.


" Kalian mau kepasar malam?" tanya Miu memastikan, Arabel mengangguk.


" Memangnya kenapa?" Arabel balik bertanya.

__ADS_1


" Boleh aku ikut?" tanya Miu, mereka berlima berpandangan lalu mengangguk.


" Tunggu 15 menit, aku akan selesai."


Setelah kurang lebih 15 menit, Miu datang dengan pakaian casualnya. Sangat tampan, mungkin itu yang akan dikatakan para gadis-gadis. Arabel hanya menatap datar laki-laki dihadapannya itu, dia sudah terbiasa melihat banyak laki-laki tampan diluar sana. Bahkan, kedua sahabatnya itu memiliki wajah yang sangat tampan.


" Siapa yang ikut dengan Kak Miu?" tanya Helen kepada yang lain.


" Adek yang akan ikut Kak Miu." Jawab Arabel, dia sudah memikirkan itu. Arabel ingin Karin dan Titan berdekatan, dan tentu saja dimulai dengan satu mobil yang sama. Arya tentu saja ikut dengan Titan, dia tidak mungkin sendiri dan menjadi obat nyamuk saja. Atau kemungkinan terparahnya, Titan dan Arya malah hanya mengobrol berdua. Jadi, Arya dan Helen akan ikut Titan dan Kiran. Karena, Titan dan Kiran mungkin akan canggung jika hanya berdua dimobil.


" Bukannya biasanya kita selalu bertiga?" tanya Titan kepada Arabel, yang diangguki oleh Arya.


" Kali ini biarkan aku dengan Kak Miu, dia kakakku, tapi kami tidak akrab satu sama lain. " Jawab Arabel sambil berbisik kepada dua sahabatnya itu, akhirnya Titan dan Arya mengangguk setuju.

__ADS_1


Miu tersenyum senang, bukankah ini kesempatannya untuk lebih mengenal Arabel? dulu, dia sering bermain dengan gadis kecil itu. Tapi sekarang, dia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Miu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dia ingin dekat dengan gadis itu. Selain dia harus mewujudkan keinginan terakhir daddynya, Miu juga tertarik dengan gadis itu. Ada sesuatu yang berbeda dari diri Arabel yang membuat hati Miu mulai berbunga-bunga.


__ADS_2