
Seminggu kemudian, Aelie sudah bersiap-siap untuk berangkat kehotel dimana acara perpisahan itu akan dilaksanakan. Aelie menggunakan gaun yang cantik, dan sesuai dengan usianya yang masih sangat muda.
" Bagaimana penampilan Aelie, kak?" tanya Aelie, terus memandangi dirinya didepan cermin.
" You look so gorgeous, Lie."
" Thank you."
Resa tersenyum memandangi wajah Aelie yang terlihat sangat senang, dia akan bertemu dengan pujaan hatinya. Sebenarnya tidak bisa dipastikan juga, jika Zafran akan terpesona dengan Aelie. Tapi setidaknya, gadis itu sudah mencoba untuk berpenampilan terbaik dimalam perpisahan ini.
" Kak Resa, Aelie pamit ya. Assalamualaikum."
" Waalaikumsallam."
Miu mendekati Resa yang sedang berdiri didepan pintu, dia mendekat dengan senyuman manisnya. Semakin besar, wajah tampan Miu semakin terlihat. Reyan bahkan yakin, jika Miu akan menjadi rebutan gadis-gadis nanti.
" Mommy Sa!" panggil Miu, Resa menoleh kearah Miu dengan senyuman mengembang dibibirnya. Resa merasa bersyukur, karena jika tidak ada Miu mungkin dia akan kesepian setelah Azel menikah.
" Iya, ada apa?" tanya Resa lembut.
" Ehmmmmm, boleh Miu minta sesuatu?"tanya Miu ragu.
" Apa itu?"
" Miu kangen, makan kue buatan Mommy Sa."
" Yaudah, Mommy Sa buatin dulu ya." Miu mengangguk, dia mengikuti mommynya kedapur. Miu memperhatikan, bagaimana Resa membuat kue yang sangat enak itu.
Reyan belum datang, karena hari ini dia sedang banyak pekerjaan. Resa sebenarnya merindukan Azel, biasanya mereka berdua sering girls talk pada malam hari. Sekarang apa boleh buat, Azel sudah menjadi seorang istri. Tentu saja, gadis itu harus memprioritaskan suaminya.
__ADS_1
Aelie melangkahkan kakinya memasuki lobby hotel, kemudian menanyakan kepada receptionist tempat diadakannya acara perpisahan sekolah. Karena memang malam ini, hotel itu sedang ada 3 event di ballroom dan meeting room dilantai yang sama.
Aelie melangkahkan kakinya memasuki ballroom hotel yang sangat luas, dengan desain yang sangat luxury. Dia mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Zafran. Hingga matanya terpaku, melihat laki-laki yang sangat tampan dihadapannya. Aelie terpesona melihat penampilan Zafran, ketampanan laki-laki itu menjadi berkali-kali lipat. Begitu pula dengan Zafran, dia terpesona dengan penampilan Aelie malam ini. Gadis itu sungguh mempesona dimatanya, tapi Zafran berusaha bersikap biasa-biasa saja.
Aelie tersenyum melihat Zafran, laki-laki itu terpesona dengan penampilannya malam ini. Tapi Aelie malu-malu, karena dia takut jika apa yang dipikirkannya ternyata tidak benar.
Malam itu, adalah malam paling indah menurut Aelie. Dia dan Zafran berdansa berdua, Aelie ingin menikmati saat-saat seperti ini. Jika dia diberikan kekuatan, dia ingin menghentikan waktu walaupun hanya sesaat.
Biarkan waktu yang membuktikan, apakah dia akan berjodoh dengan Zafran atau tidak. Setidaknya, malam ini Aelie akan menikmati waktu-waktu yang sangat indah baginya.
****
4 tahun kemudian......
Resa memandangi sebuah alat, yang menunjukkan dirinya positif hamil. Hampir 8 tahun pernikahannya dengan Reyan, akhirnya mereka diberi amanah untuk memiliki buah hati. Resa menangis bahagia, dia dan Reyan memang sudah lama menunggu kehadiran buah hati.
Resa keluar dari kamar mandi, dan melihat Reyan yang masih tertidur setelah mereka shalat subuh berjamaah. Resa mencium pipi suaminya, Reyan menggeliatkan badannya.
" Ini beneran?" tanya Reyan masih tidak percaya, akhirnya dia dan Resa akan dikaruniai buah hati. Resa mengangguk, Reyan langsung mencium wajah istrinya tanpa melewatkan 1 inchi pun.
" Makasih, sayang. Makasih." Mata Reyan berkaca-kaca, dia sangat bahagia. Dia sangat bahagia, akan memiliki buah hati dari perempuan yang paling dicintainya itu. Reyan memeluk Resa, kemudian menundukkan tubuhnya menghadap perut rata istrinya.
" Hallo sayang, ini daddy. Daddy gak sabar ketemu kamu. Baik-baik ya disana. Jangan merepotkan mommy cantik, okay." Reyan mengelus dan mencium perut Resa.
" Siap daddy." Jawab Resa menirukan suara anak kecil, Reyan gemas dengan tingkah istri cantiknya itu. Dia langsung mencium kening dan pipi Resa lama, Reyan sangat bahagia hari ini.
Hari berlalu, minggu berganti, dan bulan menuju kelahiran buah hati Resa dan Reyan semakin dekat. Mereka sudah tidak sabar lagi, melihat kehadiran malaikat kecil dirumah itu.
" Kamu mau apa sayang?" tanya Reyan, Resa menggeleng. Dia memang tidak ingin apa-apa. Padahal, Reyan sudah menunggu momen istrinya mengidam. Namun, itu belum terjadi juga.
__ADS_1
Pagi hari Azel hari ini datang kerumah Reyan, dia sudah 2 minggu lebih tidak bertemu dengan Resa. Azel juga membawa dua putrinya, yaitu Helen dan Karin. Mereka berusia 4 tahun dan 3 tahun.
" Mommy Sa." Azel memeluk tubuh Resa, dia sangat merindukan wanita dihadapannya ini.
" Azel, apa kabar?"
" Baik, Mommy Sa."
" Helen dan Karin tambah cantik aja ya."
" Makasih, Mommy Sa." Jawab Azel, menirukan suara anak kecil. Kedua anaknya memanggil Resa juga dengan sebutan sama, yaitu Mommy Sa. Azel mengelus perut buncit Resa, dia sangat bahagia. Akhirnya, Resa dan Reyan akan memiliki buah hati setelah sekian lama menunggu.
" Kira-kira kapan Mommy Sa lahiran?" tanya Azel.
" Mungkin 3 minggu lagi."
"Sebentar lagi, Helen dan Karin punya teman baru."
Sebentar lagi, Resa dan Reyan akan bertemu dengan buah hati mereka. Akhir-akhir ini, Resa selalu tidak ingin jauh-jauh dari Reyan. Mungkin bawaan bayi, entahlah Resa sendiri tidak tahu.
" Sayang kamu sudah siap?" tanya Reyan, mereka hari ini memang akan berangkat kerumah sakit. Resa keluar dari kamar, Reyan terpesona dengan kecantikan istrinya yang sedang hamil besar itu. Entah kenapa, kecantikan Resa akhir-akhir ini semakin terpancar. Wajahnya sangat cantik, dan perut buncit membuat Reyan gemas dengan istrinya itu.
Kemudian mereka rumah sakit, Azel juga sudah sampai terlebih dahulu. Hari ini, memang sudah waktunya Resa melahirkan. Tapi sampai saat ini, belum ada tanda-tanda melahirkan.
Reyan duduk dikursi dekat tempat tidur istrinya, wajah Resa menunjukkan kekhawatiran. Reyan berusaha menenangkan istrinya, meskipun Resa tidak memberitahukannya secara langsung. Dia tahu, jika istrinya itu sedang khawatir.
" Sayang, ini surat untuk kamu." Resa menyerahkan sebuah surat berwarna biru kepada Reyan, suaminya itu terlihat kebingungan.
" Jangan dibuka sebelum aku melahirkan." Sambung Resa, Reyan mengangguk.
__ADS_1
Reyan mencium kening Resa lama, entah kenapa ada sesuatu yang membuat hatinya seolah akan terjadi sesuatu. Kemudian Reyan mencium perut buncit istrinya, sebentar lagi dia akan bertemu dengan buah hatinya itu. Resa mengelus kepala Reyan dengan lembut, dia merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Reyan. Dia ingin menghabiskan waktu disisa umurnya dengan Reyan, begitu pula dengan Reyan. Sedangkan Miu, Helen, dan Karin sedang dirumah bersama Roni.